News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ustaz Adi Hidayat Beri Penjelasan soal Tahlilan Menurut NU dan Muhammadiyah, Tak Disangka, Ternyata...

Menurut Ustaz Adi Hidayat, tidak ada masalah soal tahlilan pada NU dan Muhammadiyah. Yang jadi perbedaan hanya nasob dan rofa', tidak ada orang Muhammadiyah mempersoalkan tahlilan kecuali dia wahabi
Rabu, 26 Juli 2023 - 19:59 WIB
Ustaz Adi Hidayat Beri Penjelasan soal Tahlilan Menurut NU dan Muhamamadiyah, Tak Disangka, Ternyata...
Sumber :
  • youtube

tvonenews.com - Bagi sebagian masyarakat muslim tahlilan menjadi budaya atau ritual yang dilakukan setelah seseorang meninggal dunia.

Tahlilan umumnya diselenggarakan di rumah almarhum atau keluarga yang ditinggalkan sebagai peringatan orang meninggal. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tahlilan umumnya dilakukan pada hari pertama kematian hingga hari ketujuh. Selanjutnya dilakukan pada hari ke-40, ke-100, kesatu tahun pertama, kedua, ketiga dan seterusnya. 

Bahkan ada pula masyarakat yang melakukan tahlilan pada hari ke-1000. Pengikut organisasi Islam Nahdlatul Ulama atau NU diketahui kerap melakukan budaya tahlilan.

Sedangkan pengikut organisasi Muhammadiyah jarang sekali yang diketahui melakukan budaya atau ritual tahlilan.

Simak penjelasan Ustaz Adi Hidayat tentang tradisi atau budaya tahlilan menurut NU dan Muhammadiyah berikut ini.

Ustaz Adi Hidayat Beri Penjelasan soal Tahlilan Menurut NU dan Muhamamadiyah, Tak Disangka, Ternyata...Source: kolase tim tvOnenews

Dilansir Rabu (26/078/23) dari tayangan YouTube channel Usman Ponorogo dengan judul "Ustadz Adi Hidayat | Tahlilan menurut NU dan Muhammadiyah," yang diunggah pada 18 Maret 2023.

Ustaz Adi Hidayat menyampaikan bahwa sebelumnya ia melakukan riset soal tahllilan dalam ilmu fikih. Menurutnya, di ilmu fikih, budaya tahlil itu tidak jauh. 

"Tahlilan misalnya. Bedanya Muhammadiyah sama NU kan harokat ya. NU pake nasob, Muhammadiyah pake rofa' ya," ujar Ustaz Adi Hidayat.

"Nasob harokatnya fathah, orang Arab itu kan kalo bilang nasoba. Jadi kalo tahlilan menggunakan metode NU, mayatnya jadi jenazah, masuk ke alam kubur (nasoba), lalu untuk memberikan fatehah dan turunannya, skemanya masukkan fatehah lewat tahlilan," terang Ustaz Adi Hidayat.

"Muhammadiyah cuma pake rofa', pas ditarik (nyawa). Makanya Muhammadiyah menggunakan rofah tahlilun, NU menggunakan nasob tahlilan," pungkas Ustaz Adi Hidayat.

Ustaz Adi Hidayat juga menyampaikan bahwasanya KH Ahmad Dahlan tidak pernah mempersoalkan tentang itu. Setelah Ustaz Adi Hidayat menelusuri, ternyata yang jadi masalah bukan ilmu fikihnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Permasalahannya adalah ada sebuah kasus di kalangan masyarakat yang ternyata tidak punya materi. Sehingga ia harus berutang kepada tetangganya untuk mewujudkan itu. 

"Maka kalau tak punya uang, jangan dipaksakan ke tetangganya sehingga berutang. Bukan masalah tahllilannya, cuma memang bab nya belum selesai. Kalau memang tak punya uang, kenapa Anda tidak pinjami atau berikan saja," papar Ustaz Adi Hidayat.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT