Orang Rajin Salat, Puasa, dan Haji Tapi kok Masuk Neraka? Ini Penjelasan Ustaz Adi Hidayat
- istockphoto.com
tvOnenews.com - Apa jadinya jika seseorang yang rajin dibadah dan bertaqwa kepada Allah justru masuk neraka.
Hal ini bisa saja terjadi pada kaum muslimin yang memang sudah berusaha, namun tetap luput melakukan dosa besar yang dilarang oleh Islam.
Ustaz Adi Hidayat menyampaikan mengapa seseorang yang rajin ibadah tetap masuk neraka dalam salah satu kajiannya.
Dilansir Sabtu (27/05/23) dari tayangan youtube channel Ceramah Pendek dengan judul "Rajin Ibadah Tapi Di Ancam Masuk Neraka, Ini Sebabnya || Ustaz Adi Hidayat Lc MA," yang diunggah pada 4 Juli 2018.

Melaksanakan salat, puasa, dan ibadah lainnya tak menjamin seorang muslim akan masuk surga.
Menurut Ustaz Adi Hidayat sebagai manusia biasa, kita hanya bisa berusaha untuk mendapatkan ridho dari Allah SWT.
Salat, puasa, sedekah dan ibadah lainnya adalah cara kita menghambakan diri kepada Allah SWT.
Sementara tugas kita di dunia bukan hanya menjalin hubungan dengan Allah, akan tetapi perlu juga untuk membangun relasi dengan sesama manusia dan mahluk hidup yang ada di bumi.
Menurut Ustaz Adi Hidayat, hubungan kepada Allah dan manusia sama - sama penting meskipun tidak dalam kadar yang sama.
Namun jika hanya menjaga hubungan kepada Allah tapi melupakan hubungan kepada manusia dan sesama mahluk bisa membuat orang tersebut masuk neraka.
Ustaz Adi Hidayat menyampaikan bahwa, meskipun sudah salat dengan rajin, puasa, salat malam rajin, itu akan semua sia-sia saat melupakan hubungan dengan sesama mahluk Allah.
"Kata nabi akan tiba di masa - masa yang akan datang, ada orang yang rajin salat tapi senang berselisih, rajin puasa tapi senang tapi senang mencela, bahkan ada orang yang menumpahkan darah tapi menyebutkan nama Allah di dalamnya" pungkas Ustaz Adi Hidayat
"Makanya ada yang nembak sana sini terus sebut Allahuakbar, ngebom nyebut Allahuakbar, makanya kalo udah pengajian lalu diajak menjurus ke arah ekstrim segera tinggalkan, karena boleh jadi itulah yang pernah dibicarakan oleh Nabi Muhammad 15 abad lalu" ujar Ustaz Adi Hidayat.
Load more