THR Tetap Aman Selama Lebaran 2026, Begini Tips Atur Keuangan Biar Gak Boncos
- pexels.com/bangunstockproduction
tvOnenews.com - Tunjangan Hari Raya (THR) selalu menjadi momen yang ditunggu para pekerja menjelang Lebaran.
Umumnya, THR diberikan sebesar satu bulan gaji dan mulai cair sekitar dua minggu hingga tujuh hari sebelum Hari Raya.
Dana tambahan ini sering kali langsung habis untuk berbagai kebutuhan Lebaran, mulai dari belanja, mudik, hingga berbagi amplop kepada keluarga.
Padahal, jika tidak diatur dengan baik, THR bisa cepat “boncos” tanpa memberikan manfaat jangka panjang.
Oleh karena itu, penting untuk membuat perencanaan keuangan agar THR tetap bermanfaat sekaligus memenuhi kebutuhan hari raya.
Felicia Putri Tjiasaka, pengusaha sekaligus konten kreator, membagikan salah satu cara sederhana yang bisa diterapkan adalah menggunakan formula 1-2-3-4 dalam mengalokasikan THR.

- tangkapan layar YouTube Felicia Putri Tjiasaka
1. Sisihkan 10% untuk Zakat, Infak, dan Sedekah
Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah menyisihkan sekitar 10 persen THR untuk zakat, infak, atau sedekah.
Bagi umat Muslim, zakat fitrah biasanya sebesar 2,5 persen dari penghasilan. Namun, tidak ada salahnya menyisihkan lebih untuk amal.
Menariknya, zakat yang dibayarkan melalui lembaga resmi juga dapat menjadi pengurang pajak penghasilan.
Hal ini sesuai dengan aturan dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat.
"Hanya zakat yang dibayarkan kepada Lembaga resmi yang diizinkan Kementerian Agama. Per Januari 2023 ada 140 lembaga (yang resmi)," kata Felicia, melansir dari kanal YouTube miliknya.
2. Gunakan 20% untuk Melunasi Utang
Jika memiliki utang, terutama yang berbunga tinggi seperti pinjaman online atau paylater, sebaiknya alokasikan sekitar 20 persen THR untuk melunasinya.
"Anyway sebutlah gaji kita 5 juta per bulan dan dapat thr-nya juga segitu Kan 20% nya kan 1 juta tuh untuk ngelunasin utang, 'tapi kak utangku ada banyak banget nggak cukup untuk lunasin semua'. Oke secara garis besar tuh ada dua cara melunasi hutang," paparnya.
Pertama, Debt Avalanche Method, yaitu fokus melunasi utang dengan bunga paling tinggi terlebih dahulu.
"konsepnya bayar minimal aja untuk semua utang tapi fokus segera lunasi utang dengan bunga paling tinggi," kata Felicia.
Selanjutnya, Debt Snowball Method, yaitu melunasi utang dengan jumlah paling kecil terlebih dahulu agar cepat selesai satu per satu.
Kedua metode ini bisa dipilih sesuai karakter masing-masing. Jika ingin hemat bunga, metode avalanche lebih efektif.
Namun jika butuh motivasi psikologis, metode snowball bisa memberikan kepuasan karena utang cepat berkurang.
3. Sisihkan 30% untuk Tabungan dan Investasi
Setelah kewajiban terpenuhi, sekitar 30 persen THR bisa disisihkan untuk tabungan atau investasi.
Dana ini bisa digunakan untuk menambah dana darurat, menabung untuk tujuan jangka pendek, atau menambah portofolio investasi.
Contohnya untuk dana pendidikan anak, rencana membeli gadget baru, atau bahkan persiapan dana kurban yang biasanya datang beberapa bulan setelah Lebaran.
4. Gunakan 40% untuk Kebutuhan Lebaran
Sisa 40 persen THR dapat digunakan untuk kebutuhan Lebaran seperti membeli baju baru, biaya mudik, memberikan amplop kepada keluarga, hingga menyiapkan hampers untuk orang terdekat.
Agar pengeluaran tidak berlebihan, ada beberapa tips yang bisa dilakukan. Pertama, cek kembali barang yang sudah dimiliki sebelum membeli yang baru. Kedua, buat daftar penerima amplop Lebaran agar pengeluaran lebih terkontrol.
Dengan menerapkan pembagian anggaran seperti ini, THR tidak hanya habis untuk konsumsi sesaat, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang. Lebaran pun tetap terasa meriah tanpa membuat kondisi keuangan menjadi kacau setelahnya.
(nka)
Load more