Bagikan 1.500 Makanan dan Takjil untuk Masyakarat di Jakarta, Polri Singgung Soal Mudik
- tvOnenews.com/Adinda Ratna Safira
Jakarta, tvOnenews.com - Mabes Polri bersama Jurnalis Trunojoyo membagikan sebanyak 1.500 makanan dan takjil kepada masyarakat Jakarta yang melintas di sekitar Mabes Polri, Jakarta Selatan, pada Selasa (10/3/2026) sore.
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan setiap tahunnya, Polri bersama Jurnalis berkolaborasi memberikan takjil kepada masyarakat untuk berbagi keberkahan saat bulan Ramadan.
"Setiap tahunnya kita membagikan beberapa makanan berupa takjil dan makanan kepada masyarakat mendekati buka puasa masih di tengah-tengah pekerjaannya," kata Trunoyudo, kepada wartawan, Selasa (10/3/2026).
Adapun sasaran pembagian takjil ini yaitu untuk para pengendara sepeda motor yang melintas di sekitaran Mabes Polri, para pedagang, hingga warga.
"Seperti beberapa pengemudi ojol, ya, tentu beberapa pengemudi kendaraan umum lainnya. Ini menjadi perhatian dan empati kita bersama," tutur Trunoyudo.
Sementara itu, saat membagikan makanan untuk berbuka puasa ini, Trunoyudo juga sempat menyinggung soal masyarakat yang hendak melakukan mudik saat Lebaran.
Jenderal Polisi Bintang Satu ini menuturkan, seluruh jajaran kepolisian telah menyiapkan pelayanan maksimal untuk masyarakat. Dirinya berharap agar kegiatan mudik dapat berjalan lancar.
Selain itu, Trunoyudo juga mengingatkan kepada masyarakat bahwa Polri menyediakan penitipan kendaraan untuk masyarakat yang hendak mudik. Kemudian juga jangan ragu untuk melapor mengenai rumah yang ditinggalkan kepada petugas kepolisian di Polsek terdekat.
"Disampaikan RT, RW yang tinggal dan khususnya kepada Polri ada Bhabinkamtibmas. Ada juga penitipan barang-barang kendaraan ke Polsek atau ke kantor-kantor polisi. Silakan ini diberdayakan," tegas Trunoyudo.
Kemudian Trunoyudo juga meminta agar masyarakat dapat berhati-hati dalam perjalanan mudik. Sebab, tujuan utama mudik adalah sampai ke kampung halaman dengan selamat.
"Keselamatan paling utama dalam mudik adalah sampai dengan tujuan, bukan kecepatan," terangnya.(ars/raa)
Load more