Psikis Ayah Nizam Syafei Kian Memburuk, Kuasa Hukum Minta Keadilan dari DPR
- YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo
tvOnenews.com - Psikis Ayah Nizam Syafei dikabarkan kian memburuk setelah muncul tudingan publik yang menyebutnya terlibat dalam kekerasan terhadap anaknya.
Kuasa hukumnya, Dedi Setiadi, meminta agar DPR memberi kesempatan bagi kliennya untuk memberikan klarifikasi secara adil dan seimbang.
Dalam Kasus Nizam Syafei, hasil penyelidikan terbaru menunjukkan bahwa dugaan kekerasan terhadap NS tidak hanya mengarah kepada ibu tirinya, tetapi juga menyeret nama ayah kandungnya.
Temuan ini menjadi pukulan bagi kepercayaan publik terhadap sosok ayah sekaligus menambah kompleksitas kasus yang telah menjadi sorotan luas masyarakat.
Komisioner KPAI, Dian, menyebut bahwa berbagai keterangan dari keluarga, tetangga, dan pihak terkait telah dirangkum dan disampaikan kepada pimpinan sidang serta aparat penegak hukum untuk ditindaklanjuti.
Situasi ini membuat opini publik semakin ramai, bahkan menimbulkan tudingan miring terhadap ayah Nizam.
Di tengah kondisi tersebut, kuasa hukum ayah Nizam, Dedi Setiadi, meminta agar kliennya mendapat kesempatan yang sama di hadapan Komisi III DPR RI untuk memberikan penjelasan.
Menurut Dedi, penting adanya ruang yang adil bagi kedua belah pihak agar kebenaran sejati dapat terungkap. Ia menegaskan bahwa kliennya hanyalah warga biasa yang kini terhimpit oleh opini publik.
Mencuatnya tudingan ini, menurut sang kuasa hukum, membuat kondisi psikis ayah Nizam Syafei kian menurun.
Dedi Setiadi mengungkapkan bahwa kliennya kini berada dalam titik terendah lantaran merasa diperlakukan tidak adil oleh narasi yang berkembang.
Dengan tegas, ia membantah segala tuduhan yang menyebut keterlibatan ayah Nizam dalam penyiksaan sang anak.
Baginya, informasi yang disampaikan dalam rapat bersama DPR sebelumnya tidak seimbang dan penuh ketidakbenaran.
Dalam keterangannya yang diunggah di kanal YouTube Intens Investigasi pada 3 Maret 2026, Dedi Setiadi menyampaikan, “Jadi, Pak Anwar itu setelah beritanya banyak, mantan istrinya ke mana-mana, dia tuh down, Pak. Dia merasa itu tidak benar. Saya perlu luruskan.”
Ia menambahkan, “Ya, kata saya, kita kan sebagai rakyat, kitanya enggak punya back-up, enggak punya backing. Mereka punya back-up, punya backing, kita enggak punya.”
Load more