Pihak Ressa Curiga, Kini Pertanyakan Niat Denada Klarifikasi Lewat Medsos
- Kolase tvOnenews.com / Instagram @denadaindonesia / CURHAT BANG Denny Sumargo
tvOnenews.com - Ressa Rizky Rossano kembali menjadi sorotan setelah pihaknya melalui kuasa hukum Ronald Armanda mempertanyakan niat Denada Klarifikasi di media sosial terkait pengakuan status anak kandung.
Di tengah polemik panjang antara Denada dan Ressa Rizky Rossano, kuasa hukum Ressa, Ronald Armanda, menyampaikan kekecewaannya terhadap klarifikasi yang disampaikan Denada melalui media sosial.
Menurutnya, klarifikasi tersebut belum sepenuhnya menyentuh aspek paling mendasar dalam hubungan ibu dan anak yang telah terpisah selama puluhan tahun.
Ronald Armanda menilai, dalam video klarifikasi yang diunggah Denada, tidak ada pembahasan mengenai sosok ibu yang selama kurang lebih 24 tahun telah mengasuh, merawat, dan membesarkan Ressa hingga tumbuh seperti sekarang.
Padahal, menurut pihak Ressa, peran tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup kliennya.
Lebih lanjut, Ronald Armanda menganjurkan agar Denada tidak berhenti pada pengakuan yang disampaikan di ruang publik semata.
Ia menegaskan bahwa pihak Ressa berharap adanya itikad baik dari Denada untuk bertemu secara langsung, bertatap muka, serta membuka ruang dialog yang lebih personal dan bermakna.
“Selama 24 tahun itu kan saya sudah bilang, jangankan Ressa, saya sendiri itu ketemu dengan beliau bisa dihitung dengan jari. Itu pun saya menggunakan satu jari, dan satu detik pun saya tidak pernah yang namanya tegur sapa dengan Denada,” ujar Ronald Armanda, kuasa hukum Ressa, dalam kanal YouTube Cumicumi, 4 Februari 2026.

Ressa Rizky Rossano dan Tim Kuasa Hukum. (Sumber: YouTube Cumicumi)
Ronald menegaskan bahwa pengakuan seorang ibu terhadap anaknya tidak bisa disamakan dengan konsep pemaafan dalam hukum.
Menurutnya, ada perbedaan mendasar antara pengakuan secara formal dan ikatan batiniah yang seharusnya terjalin.
“Kalau dia ngomong konsep melakukan pengakuan itu, ini bukan konsep seperti pemaafan hakim sebagaimana yang diutarakan dalam OAP, istilahnya rechterlijk pardon,” kata Ronald Armanda.
Ia kemudian menjelaskan bahwa dalam konteks hukum, rechterlijk pardon merupakan pengampunan yang diberikan hakim melalui putusan pengadilan.
Namun, menurutnya, pengakuan seorang ibu kepada anak tidak bisa disederhanakan dalam konsep tersebut.
“Rechterlijk pardon itu cukup hakim melalui putusan pengadilan bisa memaafkan, istilahnya memberikan pengampunan. Masalahnya, ini kan konsepnya Das Sollen. Das Sollen itu kan keadaan batiniah,” lanjutnya.
Ronald Armanda menekankan bahwa pengakuan sejati tidak cukup disampaikan lewat konferensi pers atau media sosial.
Yang dibutuhkan, kata dia, adalah hubungan batin antara ibu dan anak yang hanya bisa terbangun melalui pertemuan langsung.
“Pengakuan itu bukan masalah hanya klarifikasi. Yang dimaksud pengakuan itu bagaimana caranya ada hubungan batiniah antara seorang ibu kepada anaknya, yang tidak mungkin itu disampaikan lewat konferensi pers atau lewat medsos. Harus tatap muka, entah nanti diikuti dengan pelukan yang hangat,” tuturnya.
Di sisi lain, Denada sendiri telah mengakui secara terbuka bahwa Ressa Rizky Rossano adalah anak kandungnya.
Pada 2 Februari 2026, Denada menyampaikan pengakuan tersebut melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, sekaligus menyampaikan permintaan maaf atas perpisahan mereka selama 24 tahun.
Denada juga mengungkapkan bahwa gangguan psikis di masa lalu menjadi salah satu alasan keterpisahan tersebut.
Meski demikian, pihak Ressa menilai masih ada hal-hal yang perlu diluruskan. Bahkan, Ronald Armanda mengaku mencurigai kemungkinan adanya motif tertentu di balik klarifikasi yang dilakukan Denada.
“Ini kan lucu. Denada ini jangan-jangan sampai dia membuat framing bahwa pengakuan itu untuk mengantisipasi agar dia tidak lagi diblokir di stasiun TV, bukan pengakuan sebagai seorang ibu kepada anaknya yang membuka perasaannya sehingga timbul rasa sayang, rasa rindu, dan ingin memeluk anaknya,” ucap Ronald Armanda.
Hingga kini, pihak Ressa masih berharap adanya pertemuan langsung antara Ressa Rizky Rossano dan Denada.
Bagi mereka, pertemuan tatap muka dinilai jauh lebih bermakna daripada sekadar klarifikasi di media sosial, demi membangun hubungan yang benar-benar tulus antara ibu dan anak.
(anf)
Load more