Baru juga Ditegur KDM, Penjual Es Gabus Ngaku Belum Puas Dikasih Motor oleh Kapolres Depok: Saya Maunya Mobil
- Kolase istimewa & Tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
Jakarta, tvOnenews.com - Penjual es gabus, Ajat Sudrajat (50) terus mencuri sorotan publik. Belakangan ini, video dagangan es kue dituduh menggunakan bahan spons oleh dua oknum aparat viral.
Ajat Sudrajat langsung memantik perhatian sejumlah pihak, termasuk disambangi KDM hingga Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Abdul Waras dan jajarannya.
Menariknya, penjual es gabus itu justru terlihat berulah setelah viral. Hal itu terjadi saat Sudrajat berbohong kepada KDM sehingga berujung menuai amarah publik.
Terkini, Sudrajat kembali membuat publik emosi. Dalam sebuah tayangan Pagi-Pagi Ambyar Trans TV pada Kamis, 29 Januari 2026, ia mengaku belum puas diberikan hadiah motor oleh Kapolres Depok.
"Saya tadinya mau minta mobil," ngaku Sudrajat dikutip tvOnenews.com, Minggu (1/2/2026).
Penjual Es Gabus Heran Dikasih Motor

- Tangkapan layar YouTube TRANS TV Official
Ia menjelaskan alasannya kenapa belum cukup diberikan hadiah berupa motor oleh Abdul Waras. Ia berdalih agar bisa pergi liburan bersama keluarga tercintanya.
Ia merasa heran kenapa dirinya dikasih motor oleh pihak Kepolisian. Padahal fungsi mobil lebih menguntungkan karena dapat membawa banyak orang dan membuat penumpang nyaman.
"Mobil buat jalan-jalan sama keluarga. Saya mau mobil, malah dikasih motor. Disetirin sama anak," terang Sudrajat sambil heran.
Ucapan tersebut menuai kontroversi. Padahal sebelumnya, ia diduga bohong saat berbincang dengan KDM.
Detik-detik Penjual Es Gabus Bohong kepada KDM

- Tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
Awal mula kebohongan tersebut terungkap saat Sudrajat membicarakan pendidikan sekolah anaknya. Hal ini membuat firasat KDM semakin tak enak kepadanya.
Pria berusia 50 tahun itu mengaku sampai saat ini masih menunggak bayaran sekolah SD Negeri untuk anaknya. Jumlahnya telah mencapai sebesar Rp1,5 juta dengan hitungan empat bulan.
Sementara, total bayaran untuk sekolah anaknya sebesar Rp200 ribu per bulan. Sontak, KDM mulai merasa pernyataan tersebut mengandung kebohongan lantaran sekolah Negeri kini sudah gratis.
"Enggak mungkin sekolah SD bayar Rp200 ribu. Enggak mungkin Pak. Nanti saya cek sekolahnya," ucap KDM sambil kaget.
Selain itu, Sudrajat juga menjelaskan dirinya menunggak bayaran kontrakan sebesar Rp9,6 juta. Sebab, ia tinggal di rumah yang berada di sebuah hgang di kawasan Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor.
Akan tetapi, keberadaan kontrakan tersebut dinilai masuk wilayah hukum Polres Metro Depok. Tak ayal, Abdul Waras memberikan hadiah berupa motor kepada Sudrajat dengan tujuan tunjangan membantu usaha menjual es kue.
Kemudian, Sudrajat mengaku masih memiliki utang di warung sebesar Rp200 ribu. Ketidakselarasan penjelasan penjual es kue itu membuat KDM ragu memberikan uang Rp10 juta untuknya.
"Kalau mau hidup maju harus jujur, kalau kita tidak jujur, nanti hidupnya susah," tegas KDM.
KDM juga mengurungkan niat memberi Rp10 juta. Ia pun hanya kasih uang sebesar Rp2 juta. Adapun urusan membayar uang kontrakan langsung dikasih kepada pemiliknya.
Setelah itu, kebohongan Sudrajat mengenai kontrakan terbongkar usai KDM mendengar pernyataan Ketua RW setempat. Pemilik rumah yang kini menjadi tempat tinggalnya ternyata atas nama sendiri.
"Babe bilangnya ngontrak, bohong sih," ucap KDM mulai kesal.
Dengan nada kesal, KDM bahkan bertanya kepada Sudrajat, "Kenapa sih Be bohong terus?."
Sudrajat langsung diam membisu dan hanya bisa meminta maaf kepada KDM. Sementara, mantan Bupati Purwakarta mempersoalkan ketidakjujuran dari penjual es gabus tersebut.
Ia mengingatkan Sudrajat tidak boleh berbohong. Sebab, penjual es kue itu beberapa kali bohong, termasuk hanya mendapat uang warisan dari hasil penjualan rumah di Mangga Besar sebanyak Rp200 ribu yang padahal dikasih sebesar Rp40 juta.
"Babe berdosa sama orang tuanya. Orang tuanya sudah kasih rumah, tapi Babe bilangnya enggak dikasih. Babe ngebohong. Dia bilangnya, 'saya dikasih warisan cuma Rp200 ribu'. Padahal, dikasih rumah pada tahun 2007. Babe kemarin bilang hanya kebagian dapat Rp200 ribu, tapi rumahnya dijual Rp40 juta," sentil KDM.
(hap)
Load more