News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tak Disangka, Ressa Rizky Rossano Belum Puas meski Sudah Diakui oleh Denada, Desak Harus Keluar dari Mulutnya

Pemuda asal Banyuwangi, Al Ressa Rizky Rossano merespons pernyataan kuasa hukum Denada Tambunan, Muhammad Iqbal terkait Denada mengakui ia sebagai anak kandung.
Sabtu, 31 Januari 2026 - 18:55 WIB
Pemuda asal Banyuwangi, Al Ressa Rizky Rossano & Denada Tambunan
Sumber :
  • Kolase tangkapan layar YouTube Curhat Bang Denny Sumargo & Instagram/@denadaindonesia

"Pertama, Denada itu tidak pernah tidak menganggap Ressa itu sebagai anak. Garis bawahi itu masalah anak ini," ungkap Iqbal.

Ia menambahkan, Denada justru tidak merasa membuang atau menelantarkan Ressa. Lagi pula, sang rapper papan atas itu selalu mengakui pemuda asal Banyuwangi tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Mbak Denada itu tidak pernah tidak mengakui," tegasnya.

Denada Dinilai Selalu Beri Kasih Sayang kepada Ressa Rizky Rossano

Denada Elizabeth Anggia Ayu Tambunan & Pemuda yang mengaku sebagai anak kandung ditelantarkan 24 tahun, Ressa Rizky Rosano
Denada Elizabeth Anggia Ayu Tambunan & Pemuda yang mengaku sebagai anak kandung ditelantarkan 24 tahun, Ressa Rizky Rosano
Sumber :
  • Kolase Instagram/@denadaindonesia & tvOne/Happy Oktavia

Lebih lanjut, penyanyi kelahiran 19 Desember 1978 itu memberikan seluruh kasih sayangnya kepada Ressa. Denada sendiri juga kerap memenuhi segala kebutuhan anak kandungnya.

Bagi Iqbal, Ressa tidak mengalami kekurangan dari segala kebutuhan maupun kasih sayang. Kuasa hukum Denada itu menegaskan, tindakan seperti itu sudah lebih dari cukup.

"Mas Ressa ini bukan sekadar diakui atau gimana ya sebagai anak. Bahkan dibiayai, difasilitasi, disekolahkan. Tetapi, kok tiba-tiba ada gugatan ini? Aneh juga ya," paparnya.

Hanya saja pemberian Denada terhambat oleh jarak. Iqbal memahami hal itu lantaran ada upaya dari kliennya mengasihi Ressa Rizky.

"Karena jaraknya jauh, mungkin nggak setiap hari kan, hanya gitu aja kok. Lagi pula, fasilitas juga dikasih," lanjutnya.

Diketahui, Denada digugat Ressa di Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi. Gugatan perdata minta ganti rugi sebesar Rp13,65 miliar telah terdaftar sejak 26 November 2025, dengan nomor perkara 288.

Jadwal sidang mediasi antara Denada dan Ressa telah berlangsung sejak 8 Januari 2026. Hingga gelaran ketiga, sang penyanyi masih mangkir dari persidangan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bagi Iqbal, masa-masa proses sidang mediasi menjadi tahap cooling down atau pendinginan. Pasalnya, Denada juga sedang mengintrospeksi diri dan kuat menghadapi gugatan dari Ressa.

"Jangan membuat gaduh di podcast, di medsos apa semua, seharusnya jangan. Makanya pihak Denada ini nggak mau keluar statement apa pun kemarin pada saat masa-masa mediasi. Tujuannya itu ke arah sana. Tapi, penggugat sendiri membuat gaduh, ke podcast sana-sini, ngomong gini-gini yang nggak sesuai fakta bagi kita," tegasnya.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT