Calon Pengusaha Merapat! Bagaimana Membangun Fondasi Bisnis Kecil: Peran Pencatatan Keuangan dalam Pertumbuhan UMKM
- Istockphoto
tvOnenews.com - Pencatatan keuangan merupakan salah satu tantangan klasik yang dihadapi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia.
Banyak usaha kecil tumbuh secara organik tanpa sistem administrasi yang memadai, sehingga pemilik bisnis sering kali kesulitan mengetahui kondisi keuangan secara akurat.
Padahal, pencatatan yang rapi menjadi dasar penting untuk memahami arus kas, menghitung keuntungan, serta merencanakan pengembangan usaha secara realistis.
Berbagai lembaga, termasuk Bank Indonesia dan Kementerian Koperasi dan UKM, menekankan bahwa lemahnya pembukuan masih menjadi penghambat utama UMKM untuk naik kelas.
Tanpa catatan keuangan yang jelas, pelaku usaha akan sulit mengakses pembiayaan formal, menjalin kemitraan, maupun memperluas pasar.
Pengalaman negara maju seperti Korea Selatan dan Jepang menunjukkan bahwa usaha kecil yang disiplin dalam pencatatan sejak awal cenderung lebih adaptif terhadap perubahan ekonomi dan teknologi.
Di Indonesia, peningkatan literasi keuangan UMKM mulai terlihat seiring dengan hadirnya berbagai program edukasi dan pemanfaatan teknologi digital.
Perubahan kebiasaan dari mencatat manual ke sistem digital dinilai membantu pelaku usaha mengelola bisnis secara lebih profesional. Inisiatif-inisiatif ini menjadi bagian dari perjalanan panjang UMKM dalam membangun fondasi usaha yang berkelanjutan.
Melansir dari berbagai sumber, berikut beberapa pelajaran penting terkait pencatatan dan pengelolaan keuangan, khususnya di era digital:
1. Pencatatan Bukan Sekadar Administrasi, tapi Alat Kontrol Usaha
Bagi UMKM, pembukuan sering dianggap hanya formalitas. Padahal, pencatatan pemasukan dan pengeluaran membantu pemilik usaha mengetahui kondisi bisnis secara nyata.
Dari catatan sederhana, pelaku UMKM bisa melihat apakah usaha benar-benar untung, kapan arus kas mulai seret, dan pos pengeluaran mana yang perlu dikendalikan.
Tanpa pencatatan, keputusan bisnis sering diambil berdasarkan perkiraan. Hal ini berisiko, terutama ketika usaha mulai berkembang dan transaksi semakin kompleks. Dengan pembukuan, pelaku usaha memiliki dasar data untuk menentukan langkah selanjutnya.
2. Literasi Keuangan Membantu UMKM Lebih Tahan Krisis
Berbagai laporan dari lembaga keuangan dan pemerintah menunjukkan bahwa UMKM dengan literasi keuangan yang baik cenderung lebih adaptif saat menghadapi krisis.
Pemahaman tentang arus kas, modal kerja, dan keuntungan membuat pelaku usaha lebih siap menyusun strategi saat penjualan menurun atau biaya meningkat.
Di negara-negara maju, usaha kecil umumnya dibekali pemahaman dasar keuangan sejak awal berdiri. Praktik ini membantu UMKM mengelola risiko dan menjaga keberlangsungan usaha dalam jangka panjang.
Di Indonesia, upaya peningkatan literasi keuangan terus dilakukan melalui edukasi dan pendampingan.
3. Pencatatan yang Rapi Memudahkan Akses Pembiayaan
Salah satu kendala utama UMKM dalam mengembangkan usaha adalah keterbatasan modal. Namun, akses ke pembiayaan formal sering terhambat karena tidak adanya catatan keuangan yang jelas. Lembaga keuangan membutuhkan data usaha untuk menilai kelayakan bisnis.
Dengan pencatatan yang tertib, UMKM memiliki dokumen pendukung yang dapat digunakan saat mengajukan pembiayaan.
Selain itu, catatan keuangan membantu pelaku usaha menghitung kemampuan bayar dan menghindari penggunaan modal yang tidak terkontrol.
4. Teknologi Digital Membantu, tapi Perlu Disertai Pemahaman
Perkembangan teknologi menghadirkan berbagai alat bantu pencatatan dan transaksi digital bagi UMKM. Penggunaan sistem digital dapat mempermudah pencatatan harian dan memantau arus kas secara lebih praktis.
Namun, teknologi tidak otomatis menyelesaikan masalah jika tidak dibarengi dengan pemahaman dasar pengelolaan keuangan.
Karena itu, edukasi menjadi faktor penting. Pelaku UMKM perlu memahami tujuan pencatatan, bukan sekadar menggunakan alatnya.
Dengan pemahaman yang tepat, teknologi dapat menjadi sarana pendukung profesionalisme usaha.
5. Komunitas dan Berbagi Pengalaman Mempercepat Pembelajaran
Banyak pelaku UMKM belajar bukan dari teori, melainkan dari pengalaman sesama pelaku usaha. Forum komunitas, pelatihan, dan acara berbagi pengalaman menjadi ruang penting untuk saling belajar tentang praktik pengelolaan usaha yang lebih baik, termasuk pencatatan keuangan.
Dalam konteks inilah, berbagai inisiatif penguatan UMKM terus bermunculan, salah satunya melalui Gala Akbar BukuAgen 2026. Ajang ini menjadi ruang apresiasi sekaligus refleksi perjalanan para pelaku usaha yang memanfaatkan teknologi pencatatan dan layanan keuangan digital dalam aktivitas bisnis sehari-hari.
Momentum tersebut menyoroti bagaimana transformasi sederhana, seperti pencatatan keuangan, dapat berdampak besar pada pertumbuhan usaha. Tidak hanya berfungsi sebagai ajang penghargaan, tetapi juga sarana peningkatan literasi keuangan.
Edukasi finansial menjadi bagian penting dari agenda acara, sejalan dengan kebutuhan UMKM untuk memahami pengelolaan arus kas, transaksi non-tunai, serta akses pembiayaan yang lebih terstruktur.
Pendekatan ini mencerminkan upaya jangka panjang dalam mendampingi UMKM agar tumbuh lebih tertata dan berkelanjutan.
Berbagai kisah pelaku usaha dari daerah menunjukkan bahwa perubahan kecil, seperti mulai mencatat pemasukan dan pengeluaran secara rutin, dapat membawa dampak besar.
Dengan pemahaman yang lebih baik terhadap kondisi keuangan, UMKM mampu mengelola modal, merencanakan ekspansi, dan meningkatkan ketahanan usaha.
Kisah pelaku usaha dari berbagai daerah menunjukkan bahwa perubahan kecil, seperti mulai mencatat arus kas secara rutin, dapat membawa dampak signifikan.
Dari sini, UMKM dapat belajar bahwa pertumbuhan usaha tidak selalu bergantung pada modal besar, melainkan pada kebiasaan mengelola bisnis secara disiplin. Dalam situasi tersebut, pencatatan keuangan dan literasi finansial menjadi fondasi penting agar usaha tetap adaptif dan berdaya saing.
Dengan membangun kebiasaan mencatat, meningkatkan pemahaman keuangan, serta memanfaatkan ekosistem pembelajaran dan teknologi secara bijak, UMKM memiliki peluang besar untuk tumbuh lebih berkelanjutan dan profesional. (udn)
Load more