Sebelum Syafiq Ali, Tim SAR Kenang Proses Evakuasi Marcel yang Wafat Jatuh ke Jurang Gunung Slamet
- YouTube/@BESOKPAGICH
tvOnenews.com - Gunung Slamet kembali berduka setelah seorang pendaki muda, Syafiq Ridhan Ali Razan (18), ditemukan meninggal dunia di jalur pendakian.
Kabar duka itu dikonfirmasi oleh Kepala Desa Clekatakan, Sutrisno, pada Rabu (14/01/2026).
Syafiq ditemukan oleh tim pencarian tahap II pada pukul 10.22 WIB di jalur punggungan Gunung Malang, dekat area Batu Watu Langgar.
“Kami sampaikan bahwa survivor atas nama Ali Syafiq telah diketemukan dalam kondisi MD (meninggal dunia),” ujar Sutrisno dalam sebuah rekaman video.
Tragedi yang menimpa Syafiq mengingatkan kembali pada insiden serupa yang terjadi setahun sebelumnya.
Kala itu, seorang pendaki bernama Marcel (16) juga ditemukan meninggal dunia setelah terjatuh ke jurang di kawasan puncak Gunung Slamet.
Tim SAR dan relawan yang pernah terlibat dalam proses evakuasi Marcel mengaku masih mengingat betul bagaimana beratnya medan pencarian dan suasana mencekam saat proses evakuasi berlangsung.
Relawan Tohani, salah satu anggota SAR Gunung Slamet, membagikan kisahnya yang terekam dalam kanal YouTube Besokpagich.
Ia menuturkan bahwa kejadian jatuhnya Marcel ke jurang terjadi pada Minggu (23/2/2025) di jalur pendakian Bambangan, Purbalingga.

- YouTube@BESOKPAGICH
“Informasi awal menyebutkan korban terjatuh dari puncak ke jurang. Dari pengalaman kami, jatuh dari ketinggian seperti itu hampir pasti menyebabkan cedera berat,” kata Tohani.
Ia menjelaskan bahwa proses pencarian dilakukan dalam kondisi cuaca buruk. Hujan lebat dan kabut tebal membuat jarak pandang terbatas hanya sekitar satu meter.
“Perjalanan dari basecamp ke Pelawangan kami tempuh sekitar tiga jam. Kami bagi tim menjadi dua, ada yang menyisir dari puncak dan ada yang turun ke sisi kanan karena jurang paling terjal berada di sana,” ungkapnya.
Hal yang paling diingat oleh Tohani dan tim adalah suara misterius yang terdengar selama proses evakuasi.
"Suaranya bukan seperti orang minta tolong, tapi lebih seperti erangan berat. Memang suaranya keluar dari mulut korban, tapi terdengar aneh, seperti bukan manusia,” katanya.
Menurutnya, suara erangan itu terus terdengar hingga proses pengangkatan korban dari jurang ke jalur utama.
Load more