Kiprah Kak Seto Disorot Usai Buku Aurelie Moeremans Viral, Publik Pertanyakan Perannya di Masa Lalu
- YouTube/drRichardLee/Telkomsel

- YouTube/Telkomsel
“Saya sudah minta tolong ke Komnas, Kak Seto, empat kali. Tapi mereka sepertinya membiarkan saja, saya juga tidak ngerti,” ungkapnya dalam arsip pemberitaan lama.
Pernyataan tersebut kini kembali viral di media sosial. Salah satu akun X MahaKersa menuliskan,
“Fakta bahwa ibunya Aurelie udah minta tolong Kak Seto 4 kali tapi tetap gak digubris. Ya ampun, ternyata gak sebaik yang kita kira.”
Cuitan itu kemudian menuai ribuan komentar yang mempertanyakan sejauh mana peran lembaga perlindungan anak dalam menangani kasus tersebut di masa lalu.
Namun, Kak Seto dalam wawancara yang dikutip dari arsip media tahun 2010 justru membantah tuduhan itu.
Ia menjelaskan bahwa dirinya sempat memanggil pihak keluarga dan Aurelie untuk melakukan mediasi.
"Saya mencoba memanggil Ibu dan Aurelie. Yang diadukan tuh banyak, di antaranya bahwa Aurelie dicuci otak sama pacarnya,” jelas Seto saat itu.
Lebih lanjut, Kak Seto menegaskan bahwa pendekatan yang dilakukan lembaganya berfokus pada dialog, bukan paksaan.
“Anak remaja punya keinginan dan pilihan. Gak bisa dipaksa sesuai dengan keinginan orangtua,” ujarnya.
Ia juga menyebut hubungan keluarga sebenarnya sempat membaik setelah adanya upaya komunikasi.
"Waktu gempa, ibunya Aurel dan Aurel sempat menginap di rumah Roby. Jadi sudah baik sebenarnya hubungan antar orangtua. Namanya anak remaja, wajar lah kalau jatuh cinta,” ujarnya saat itu.
Kini, Aurelie yang telah berusia 32 tahun dan menikah dengan Tyler Bigenho mengaku menulis Broken Strings bukan untuk membuka aib lama, tetapi sebagai bentuk penyembuhan diri dan peringatan bagi remaja lain agar tidak terjebak dalam relasi tidak sehat. (adk)
Load more