Indro Warkop Soroti Laporan terhadap Pandji Pragiwaksono Sebagai Kemunduran Demokrasi
- YouTube/youthtvindonesia/tuahkreasi
tvOnenews.com - Aktor dan komedian legendaris Indro Warkop akhirnya ikut bersuara soal polemik yang menimpa komika Pandji Pragiwaksono.
Kasus ini bermula dari materi stand up comedy Pandji dalam pertunjukan bertajuk “Mens Rea” yang sempat menuai kontroversi dan berujung pada laporan ke pihak kepolisian.
Sebagaimana diketahui, pertunjukan tunggal Pandji Pragiwaksono Mens Rea yang ditayangkan di Netflix sejak akhir Desember 2025 memunculkan reaksi pro dan kontra.
Materinya dinilai menyinggung pihak tertentu hingga dianggap berpotensi menimbulkan keresahan publik.
Menanggapi hal tersebut, Indro Warkop menilai bahwa pelaporan terhadap Pandji merupakan langkah mundur dalam praktik demokrasi dan kebebasan berekspresi di Indonesia.
Menurutnya, masyarakat seharusnya bisa lebih dewasa dalam menyikapi kritik yang disampaikan lewat bentuk seni, termasuk komedi.
“Ya disayangkan, ini sebuah kemunduran cara berpikir, itu aja sih. Bagaimanapun juga komedi itu (stand up-nya Pandji),” ujar Indro dalam wawancara yang diunggah kanal YouTube Cumicumi.
- Instagram @pandji.pragiwaksono
Bagi Indro, komedi memiliki peran penting sebagai sarana penyampaian kritik sosial.
Ia menilai masyarakat Indonesia perlu lebih terbuka terhadap cara penyampaian tersebut agar tidak selalu merasa diserang atau dirugikan.
“Masyarakat kita harus banyak belajar lagi, khususnya tentang kritik yang dibalut dalam komedi,” katanya.
Lebih lanjut, Indro mengaku tertarik dengan pandangan Mahfud MD yang sebelumnya juga menyoroti persoalan hukum terkait kebebasan berekspresi.
Menurutnya, kondisi saat ini berbeda jauh dengan masa lalu ketika pemerintah secara langsung menekan kritik. Kini, kata Indro, tekanan sering dilakukan melalui pihak-pihak lain yang dijadikan perantara.
“Saya tertarik sama bahasanya Pak Mahfud MD yang lebih mengerti soal hukum. Jadi kita pada masa sekarang, penguasa mempergunakan orang lain untuk dibenturkan kepada kita,” ujarnya.
Indro mengingatkan agar publik, khususnya pelaku seni dan penikmatnya, lebih waspada terhadap potensi adu domba yang bisa menimbulkan perpecahan di masyarakat.
- instagram @pandji.pragiwaksono
“Kita harus hati-hati. Ingat ke Sumpah Pemuda makanya. Jadi supaya jangan ada kesukuan dan jangan ada hal-hal seperti itu muncul gitu," tambahnya.
Load more