Doktif Bongkar Modus di Klinik Richard Lee, Markup Harga Produk hingga 9 Kali Lipat dari Aslinya
- YouTube/tasyafarasya/richardlee
tvOnenews.com - Kasus dugaan pelanggaran perlindungan konsumen yang melibatkan dokter kecantikan Richard Lee terus bergulir.
Setelah resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya, kini muncul berbagai temuan baru yang memperkuat dugaan adanya praktik tidak transparan di klinik milik Richard Lee.
Salah satu yang paling vokal membongkar dugaan tersebut adalah Samira Farahnaz, atau yang lebih dikenal dengan nama Dokter Detektif (Doktif).
Ia sebelumnya melaporkan Richard Lee terkait dugaan penipuan, pelanggaran perlindungan konsumen, dan ketidaksesuaian kandungan produk kosmetik serta treatment di kliniknya.
Dalam wawancara bersama kanal YouTube Intens Investigasi, Doktif mengungkap bahwa Richard Lee sempat berusaha melakukan pendekatan untuk mendamaikan kasus tersebut.
“Dulu di awal Doktif ingat melalui dokter Oki. Doktif ingat banget melalui dokter Oki dia ingin berkomunikasi dengan Doktif untuk damai. Tapi dari awal bilang selalu konsisten, kembalikan uang tomat busuk dan DNA salmon dan stem cell itu. Kembalikan uang pasien-pasien yang sudah melakukan treatment stem cell di klinik kamu,” ujar Doktif.
- Istimewa
Sejak awal Doktif menolak jalan damai sebelum adanya pengembalian uang pasien yang merasa dirugikan.
Ia menilai praktik yang dilakukan di klinik Richard Lee sudah merugikan banyak pihak, terutama para pasien yang percaya dengan nama besar sang dokter.
Lebih lanjut, Doktif membongkar dugaan modus markup harga produk dan treatment yang dilakukan di klinik Richard Lee.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah produk perawatan yang diklaim sebagai stem cell.
“Itu bukan stem cell ya. Itu adalah secretum yang biasanya di klinik dijual dengan harga Rp1.500.000, dia jual dengan menggunakan nama mini stem cell Rp15 juta,” ungkapnya.
Dari pernyataan tersebut, terungkap adanya dugaan kenaikan harga hingga 9 kali lipat dari harga asli.
Doktif menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk pelanggaran etika dan moral profesi kedokteran.
“Berapa kerugian pasien klinik kamu? Kembalikan semua. Kalau jadi dokter itu yang jujur cari duit. Dokter itu boleh kok berdagang. Tapi dagang itu bukan uang, uang, uang nomor satu. Enggak. Ngabdi dulu, baru kamu pikirin duit,” tegasnya.
Load more