News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pakar Mikro Ekspresi Soroti Dua Hal yang Tak Disampaikan Inara Rusli Saat Meminta Maaf

​​​​​​​Pakar mikro ekspresi menilai bahasa tubuh Inara Rusli tulus saat meminta maaf, namun dua poin penting tidak ia sampaikan demi menghindari risiko hukum.
Senin, 1 Desember 2025 - 16:38 WIB
Inara Rusli
Sumber :
  • YouTube Intens Investigasi

tvOnenews.com - Pakar mikro ekspresi kembali menyoroti kemunculan Inara Rusli, kali ini terkait permintaan maaf yang ia sampaikan ke publik setelah munculnya polemik dengan Insanul Fahmi. 

Menurut analisis terbaru dari pakar mikro ekspresi, Kirdi Putra, meski secara gestur dan bahasa tubuh Inara menunjukkan ketulusan, ada dua poin penting yang justru tidak diucapkan oleh Inara Rusli dalam pernyataannya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kirdi Putra menjelaskan bahwa secara emosional, permohonan maaf Inara Rusli tampak jujur.

Tatapan mata yang stabil, gestur yang tidak berlebihan, dan nada suara yang konsisten menunjukkan bahwa Inara Rusli benar-benar menyampaikan maaf dengan hati yang tulus.

Hal ini diperkuat oleh keselarasan antara ekspresi wajah dan kalimat yang ia utarakan.

Menurut Kirdi, tidak ditemukan tanda-tanda inkongruensi atau ketidaksesuaian antara bahasa tubuh dan kata-kata yang biasanya muncul pada seseorang yang berpura-pura atau menyembunyikan emosi tertentu. 

pakar mikro ekspresi
Pakar mikro ekspresi, Kirdi Putra, ikut menyoroti Kisah Inara Rusli. (Sumber: YouTube Cumicumi)

“Gestur yang mendukung ditambah dengan tatapan mata yang jujur menjadi bukti kuat bahwa permintaan maaf yang disampaikan Inara Rusli benar-benar datang dari hati yang tulus,” jelas Kirdi Putra dalam kanal YouTube Cumicumi.

Namun, meski terlihat tulus secara emosional, secara struktur sebuah permintaan maaf seharusnya memiliki tiga unsur penting. Dan dua di antaranya, kata Kirdi, tidak disampaikan oleh Inara.

Dalam pernyataannya, Kirdi Putra mengatakan, “permintaan maaf yang tulus itu perlu ada tiga bagian, yaitu satu kepada siapa yang meminta maaf, yaitu saya misalnya minta maaf. Dua, kepada siapa saya minta maaf. Contohnya misalnya dia ditujukan ke siapa dia minta maaf, ke lakinya kah, ke mantan lakinya kah, ke yang istri dari lakinya itu kah gitu. itu kan perlu disebut dan dia tidak sebutkan itu.”

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kirdi juga menyoroti poin ketiga, yakni penyebab atau alasan permintaan maaf. Menurutnya, Inara juga tidak menjelaskan hal tersebut.

Ia menambahkan, “Dan yang ketiga yang paling penting adalah kenapa dia perlu perlu meminta maaf, penyebabnya masalahnya apa Kan enggak dia sebut juga.”

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT