News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kisah David Ozora Diangkat Jadi Film: Tuding Ketidakadilan Hukum dengan Cara Paling Menohok di Film Ozora

Dalam atmosfer yang dibuat tegang dan emosional, film Ozora membuka ruang untuk merenungkan kembali bagaimana kekuasaan bisa membengkokkan hukum bahkan ketika
Minggu, 30 November 2025 - 02:37 WIB
Kisah David Ozora Diangkat Jadi Film Ozora: Tuding Ketidakadilan Hukum dengan Cara Paling Menohok
Sumber :
  • X cinepolis

tvOnenews.com - Film Ozora hadir bukan sekadar sebagai tontonan, tetapi sebagai pengingat keras bahwa luka akibat ketidakadilan tidak pernah benar-benar sembuh. 

Dari menit pertama, film ini mengajak penonton masuk ke lorong gelap kehidupan sebuah keluarga yang terpaksa menghadapi tragedi paling menyesakkan: seorang anak yang menjadi korban kekerasan brutal oleh keturunan pejabat berkuasa. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam atmosfer yang dibuat tegang dan emosional, Ozora membuka ruang untuk merenungkan kembali bagaimana kekuasaan bisa membengkokkan hukum, bahkan ketika mata publik sedang tajam-tajamnya.

Melansir dari berbagai sumber, filml Ozora bukan hanya menampilkan kisah penganiayaan yang mengguncang Indonesia, tetapi juga perjalanan spiritual seorang ayah. Di balik ingar-bingar publik, film ini memperlihatkan betapa sepi dan beratnya pergulatan batin keluarga korban. 

Pengambilan gambar yang intim dan dialog yang tajam membuat konflik batin tersebut terasa sangat manusiawi. Bukan melodrama, melainkan potret nyata dari keputusasaan, harapan, dan cinta seorang ayah yang menolak menyerah.

Melalui gaya penceritaan yang rapi dan berlapis, film ini menempatkan publik sebagai saksi dari pertarungan kecil rakyat menghadapi tembok kekuasaan. “Ozora” menjadi refleksi tentang bagaimana masyarakat dapat bersatu, bagaimana doa lintas agama menjadi kekuatan kolektif.

Bagaimana sebuah tragedi pribadi berubah menjadi isu nasional. Inilah film yang tidak hanya bercerita, tetapi mengguncang nurani.

Review: Penganiayaan Brutal Penguasa Jaksel

Indonesia tidak pernah melupakan nama David Ozora—sosok yang berubah menjadi simbol kemarahan publik terhadap ketidakadilan hukum. 

Dari kisah yang mencabik itu, lahirlah Ozora: Penganiayaan Brutal Penguasa Jaksel, sebuah film yang berani menggugat struktur kekuasaan melalui kacamata keluarga korban. 

Disutradarai oleh Umbara Brothers (Anggy Umbara dan Bounty Umbara), film ini tidak menampilkan rekonstruksi kriminal, melainkan interpretasi emosional yang menyoroti luka psikologis, perjuangan spiritual, dan ketimpangan hukum yang menyelimuti kasus ini.

“Kami sudah sangat memiliki ceritanya dan sepakat menyutradarainya bersama-sama,” ungkap Anggy dan Bounty, pernyataan yang menggambarkan betapa personal dan intens proyek ini bagi mereka.

Dengan dukungan deretan rumah produksi seperti Umbara Brothers Film, VMS Studio, Makara Production hingga Dbay Film Factory, film ini menjadi salah satu produksi paling ambisius tahun 2025. Para pemerannya, mulai dari Chicco Jerikho, Muzakki Ramdhan, Tika Bravani hingga Mathias Muchus, turut memperkuat narasi lewat akting emosional yang autentik.

Kisah film mengikuti perjuangan Jonathan (Chicco Jerikho), ayah David Ozora, yang anaknya koma akibat penganiayaan seorang anak pejabat. Saat kasus ini viral, Jonathan dibantu dua sahabatnya—Melissa dan Rustam, berjuang menembus sistem hukum yang dinilai timpang. 

“Banyak masyarakat tidak tahu perjalanan psikologis dan spiritual seorang ayah yang melihat anaknya menjadi korban bullying sampai harapan hidupnya hanya dua persen. Film ini juga mengangkat soal harapan dan mujizat Tuhan,” ujar Anggy Umbara.

Chicco Jerikho mengaku perannya sangat menguras energi. “Meski bukan film action, rasanya bermain di film ini sangat melelahkan. Saya harus menjaga emosi agar tetap berada di frekuensi Jonathan pada kejadian aslinya,” katanya. Energi emosional inilah yang membuat film ini terasa hidup dan jujur, jauh dari eksploitasi tragedi.

Film ini juga menyoroti solidaritas rakyat Indonesia yang, di dunia nyata, bersatu mendoakan David. Dalam film, adegan-adegan doa lintas agama diolah menjadi momen yang menyentuh, memperlihatkan bagaimana masyarakat bisa menjadi benteng terakhir melawan ketidakadilan ketika kekuasaan mencoba membungkam kebenaran.

Sinopsis

Jonathan (Chicco Jerikho) harus berjuang menyelamatkan nyawa David Ozora (Muzakki Ramdhan), yang dianiaya anak pejabat hingga koma. Bersama Melissa dan Rustam, ia melawan hukum yang dinilai tidak bersih, terutama ketika pelaku, Dennis (Erdin Werdrayana), terus mendapat keringanan berkat jabatan ayahnya yang mengaku sebagai Penguasa Jakarta Selatan. 

Sementara itu, doa jutaan masyarakat Indonesia menjadi kekuatan emosional yang mendorong Jonathan terus berdiri.

Ozora bukan hanya film tentang tragedi; ia adalah refleksi sosial yang menampar kesadaran bahwa ketidakadilan bisa menimpa siapa saja, kapan saja. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan eksekusi penyutradaraan yang matang, akting yang emosional, serta keberanian mengangkat isu sensitif, film ini menjadi salah satu karya paling relevan di tengah kondisi masyarakat yang semakin kritis terhadap penyalahgunaan kekuasaan.

Mengingatkan bahwa suara publik tetap memiliki kekuatan, bahkan ketika hukum tampak goyah. Di balik pekatnya konflik, tersimpan pesan harapan, bahwa cinta, solidaritas, dan keteguhan hati masih dapat menjadi cahaya yang menuntun seseorang keluar dari gelapnya ketidakadilan. (udn)
 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Relawan Sentil Jusuf Kalla Terkait Meminta Tunjukkan Ijazah Asli Jokowi: Mirip Roy Suryo

Relawan Sentil Jusuf Kalla Terkait Meminta Tunjukkan Ijazah Asli Jokowi: Mirip Roy Suryo

Terkait mencuatnya pernyataan Jusuf Kalla (JK) telah meminta Jokowi mau memperlihatkan ijazahnya, agar polemik ini tidak berlarut-larut. Ternyata menuai komen
Badai Absen Hantam Persija Jelang Lawan Persebaya, Tavares Siap Curi 3 Poin dari Jakarta

Badai Absen Hantam Persija Jelang Lawan Persebaya, Tavares Siap Curi 3 Poin dari Jakarta

Psywar atau perang urat saraf mulai dilepaskan jelang duel klasik antara Persija Jakarta menjamu Persebaya Surabaya pada pekan ke-27 Super League 2025/2026 ...
Menkeu Semprot Produsen Rokok Ilegal, Purbaya: Akan Kita Tutup Betulan

Menkeu Semprot Produsen Rokok Ilegal, Purbaya: Akan Kita Tutup Betulan

Pemerintah tengah menyiapkan langkah strategis untuk menertibkan peredaran rokok ilegal atau tanpa cukai melalui skema legalisasi terbatas. Kebijakan ini
Seskab Teddy Sentil Pengamat Terkait Fenomena Inflasi

Seskab Teddy Sentil Pengamat Terkait Fenomena Inflasi

Seskab Teddy Indra Wijaya bocorkan saat ini tengah muncul fenomena meningkatnya atau inflasi pengamat di publik. Teddy menilai data yang disampaikan sejumlah
Ribuan Bonek bakal Geruduk Jakarta, Ketum Jakmania Beri Kata-kata Berkelas Jelang Laga Persija Vs Persebaya

Ribuan Bonek bakal Geruduk Jakarta, Ketum Jakmania Beri Kata-kata Berkelas Jelang Laga Persija Vs Persebaya

Ketua Umum the Jakmania, Diky Soemarno sambut Bonek Mania untuk dukung Persebaya Surabaya di laga kontra Persija Jakarta di SUGBK pada Super League 2025/2026.
Duh, Maarten Paes Jadi Bahan Olokan di Belanda! Pundit Senior Tertawa Terpingkal-pingkal: Dia Sama Sekali Bukan Kiper!

Duh, Maarten Paes Jadi Bahan Olokan di Belanda! Pundit Senior Tertawa Terpingkal-pingkal: Dia Sama Sekali Bukan Kiper!

Nasib kurang beruntung tengah dialami kiper utama Timnas Indonesia Maarten Paes. Meski kini bermain untuk raksasa Eredivisie Ajax Amsterdam Paes justru menjadi

Trending

Ribuan Bonek bakal Geruduk Jakarta, Ketum Jakmania Beri Kata-kata Berkelas Jelang Laga Persija Vs Persebaya

Ribuan Bonek bakal Geruduk Jakarta, Ketum Jakmania Beri Kata-kata Berkelas Jelang Laga Persija Vs Persebaya

Ketua Umum the Jakmania, Diky Soemarno sambut Bonek Mania untuk dukung Persebaya Surabaya di laga kontra Persija Jakarta di SUGBK pada Super League 2025/2026.
Duh, Maarten Paes Jadi Bahan Olokan di Belanda! Pundit Senior Tertawa Terpingkal-pingkal: Dia Sama Sekali Bukan Kiper!

Duh, Maarten Paes Jadi Bahan Olokan di Belanda! Pundit Senior Tertawa Terpingkal-pingkal: Dia Sama Sekali Bukan Kiper!

Nasib kurang beruntung tengah dialami kiper utama Timnas Indonesia Maarten Paes. Meski kini bermain untuk raksasa Eredivisie Ajax Amsterdam Paes justru menjadi
KAI Bandara Catat Kinerja Positif, Penumpang Triwulan I 2026 Meningkat

KAI Bandara Catat Kinerja Positif, Penumpang Triwulan I 2026 Meningkat

KAI Bandara mencatat kinerja positif pada angkutan penumpang selama Triwulan I tahun 2026 di wilayah Sumatera Utara. Hal ini tercermin dari peningkatan jumlah
Melihat Kondisi Rakyat, Presiden Prabowo Beri Peringatan Keras ke Pejabat

Melihat Kondisi Rakyat, Presiden Prabowo Beri Peringatan Keras ke Pejabat

Melihat kondisi rakyat Indonesia, Presiden Prabowo langsung lontarkan peringatan keras ke seluruh pejabat dan birokrat di jajaran kabinetnya terkait esensi
Media Belanda Bongkar Fakta Terbaru Passportgate, 4 Pemain Timnas Indonesia Bebas Main di Liga Belanda?

Media Belanda Bongkar Fakta Terbaru Passportgate, 4 Pemain Timnas Indonesia Bebas Main di Liga Belanda?

Drama paspor di liga Belanda: apa yang sebenarnya terjadi? Dalam kasus ini, keempat pemain diaspora Timnas Indonesia harus menghentikan aktivitas sepak bola mereka
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Dapat Izin FIFA, Jay Idzes hingga Kevin Diks Bisa Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Dapat Izin FIFA, Jay Idzes hingga Kevin Diks Bisa Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Skuad Garuda punya kesempatan langka, yakni memanggil para pemain terbaiknya tanpa terhalang tembok perizinan klub Eropa untuk bermain di FIFA ASEAN Cup 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT