Baliho Film "Aku Harus Mati" Jadi Polemik, Pramono Wanti-Wanti agar Tidak Terulang
- Pemprov DKI Jakarta
Jakarta, tvOnenews.com - Baliho Film "Aku Harus Mati" menjadi polemik di tengah masyarakat. Baliho ini dinilai sensitif bagi masyarakat terutama bagi pengidap depresi dan gangguan kejiwaan.
Terkait polemik ini, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akhirnya buka suara.
Menurut dia, pemasangan materi iklan yang sensitif tidak boleh terulang kembali lantaran bisa mengganggu masyarakat.
“Yang seperti ini hanya untuk menarik publik kemudian memasang iklan yang sensitif. Ini berdampak bagi masyarakat, maka ini tidak boleh terulang kembali,” ujarnya, Senin (6/4/2026).
Pramono mengatakan pihaknya turut berkoordinasi dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) DKI Jakarta terkait hal tersebut.
Di samping itu, pihaknya sudah meminta Satpol PP untuk menurunkan baliho tersebut.
Terpisah, Produser Film "Aku Harus Mati" Iwet Ramadhan memberikan klarifikasinya terkait penurunan materi iklan tersebut.
Iwet mengatakan penurunan materi iklan bukan karena adanya tekanan, tapi memang sudah sesuai dengan jadwal strategi pemasaran yang telah disusun.
Meskipun menuai respons beragam di masyarakat, pihak rumah produksi tetap memegang teguh aturan yang berlaku.
Iwet menyebut seluruh materi promosi telah melewati proses penilaian resmi dari lembaga pemerintah sebelum dipasang ke publik. (ant/nsi)
Load more