News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Sarwendah Bantah Persulit Ruben Onsu Bertemu Putrinya: Anak-anak Punya Jadwal Banyak

Sarwendah akhirnya angkat suara dan menjawab soal tuduhan persulit Ruben Onsu untuk bertemu dengan kedua putrinya. Seperti apa? Simak selengkapnya di bawah!
Jumat, 21 November 2025 - 13:55 WIB
kolase Sarwendah dan Ruben Onsu
Sumber :
  • kolase tim tvOnenews

tvOnenews.com - Konflik antara Sarwendah dengan Ruben Onsu belakangan ini jadi perbincangan publik.

Bukan cuma perkara debt collector yang salah alamat, tetapi juga perihal pengakuan pengacara Ruben yang menyebut Sarwendah persulit Bensu bertemu dengan kedua putrinya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal tersebut diungkapkan Minola Sebayang, kuasa hukum Ruben dalam jumpa pers beberapa waktu lalu.

"Ada suatu komitmen di mana dalam komitmen itu dikatakan bahwa, dalam 1 minggu Ruben memiliki kesempatan 2 sampai 3 hari untuk tinggal bersama dengan putrinya. Ini yang sampai hari ini Ruben tidak dapatkan dan masih dia perjuangkan terus," papar Minola, melansir YouTube MOP Channel, Sabtu (16/11/2025).

Kuasa hukum Ruben juga menjelaskan bahwa kliennya itu tidak pernah lepas tanggung jawab sebagai ayah yang selalu memberi nafkah pada anak-anaknya.

Namun, ia menyayangkan sikap Sarwendah yang menurutnya mempersulit Ruben untuk bisa bertemu dengan darah dagingnya sendiri.

"Dari mulai perceraian di bulan di tahun 2024 di 1 September, Ruben tiap bulan itu memberikan biaya kepada S senilai Rp242.629.000," kata Minola.

Jawaban Sarwendah soal isu dirinya mempersulit Ruben Onsu bertemu dengan kedua putrinya

Saat ditemui awak media, Sarwendah menegaskan bahwa anggapan tersebut tidaklah benar.

Ia mengaku bahwa jalur komunikasi dengan Ruben masih terbuka lebar untuk urusan anak-anaknya.

Bahkan, Sarwendah menyebut bahwa pertemuan dengan anak-anak bisa terjadi kapan saja asalkan ada koordinasi jadwal yang jelas.

"Kalau mengenai berita-berita yang katanya susah ketemu, yang nggak mungkin lah susah. Gampang banget tinggal WhatsApp ke aku, kita koordinasi jadwal," ucap Sarwendah saat ditemui wartawan, Rabu (19/11/2025).

Namun, ia mengatakan bahwa keseharian anak-anaknya yang kian sibuk menjadi faktor penting yang memang perlu didiskusikan.

Sarwendah memaparkan, agenda kedua putrinya cukup padat, sehingga butuh penyesuaian waktu untuk bertemu sang ayah.

"Karena kan anak-anak juga sibuk ya, anak-anak punya jadwal banyak gitu lho. Kayak ini tadi Cici Thalia belum pulang," kata eks personel Cherrybelle tersebut.

"Jadi, ya tinggal kita atur, koordinasi jadwal. Ayah tinggal chat, WhatsApp ke aku mau ketemu anak-anak, koordinasi jadwal. Jadi ya, enggak usah diperpanjang lah, kasihan anak-anak," pungkasnya.

Sarwendah menyayangkan sikap yang ditunjukan pihak Ruben Onsu yang menyebut bahwa dirinya mempersulit pertemuan antara ayah dan anak tersebut.

Ia meminta agar pihak Ruben menghubunginya untuk menanyakan Jadwal anak-anak, sehingga pertemuan bisa dijadwalkan dengan baik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Tolong tanyakan ya, soalnya masalahnya terakhir aku koordinasi sama Ayah juga pada saat Ayah bilang, Ayah lagi nggak bisa nganterin. So simple, chat aku aja tanya jadwal. Enggak ada yang mempersulit ketemu Ayahnya, tidak ada," tegas Sarwendah.

(nka)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kasus Importasi Bea Cukai, KPK Ungap Motif 'Kongkalkong' Terkait Masuknya Barang Ilegal

Kasus Importasi Bea Cukai, KPK Ungap Motif 'Kongkalkong' Terkait Masuknya Barang Ilegal

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut barang kawe atau ilegal bisa masuk ke Indonesia karena adanya 'kongkalikong' antara PT Blueray dengan pegawai Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Jam Tangan Mewah Hingga Logam Mulia 5,3 Kilogram Jadi Barang Bukti Kasus Importasi Bea Cukai

Jam Tangan Mewah Hingga Logam Mulia 5,3 Kilogram Jadi Barang Bukti Kasus Importasi Bea Cukai

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan sejumlah barang bukti senilai Rp 40,5 miliar di kasus dugaan korupsi terkait importasi barang di Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC).
Mustajab Kabulkan Doa, Kata Syekh Ali Jaber Coba Sedekah pada Waktu ini

Mustajab Kabulkan Doa, Kata Syekh Ali Jaber Coba Sedekah pada Waktu ini

Sedekah menjadi amalan sunnah yang sang dianjurkan oleh para ulama. Syekh Ali Jaber pun pernah menjelaskan hal tersebut.
Jawaban Menohok Pandji Pragiwaksono Soal Mens Rea Disebut Nistakan Agama

Jawaban Menohok Pandji Pragiwaksono Soal Mens Rea Disebut Nistakan Agama

Komika Pandji Pragiwaksono menegaskan dirinya tidak melakukan penistaan agama dalam materi stand up comedy bertajuk Mens Rea.
Rumah Tangga di Ujung Tanduk, Inara Rusli Siap Relakan Insanul Fahmi Kembali ke Wardatina Mawa

Rumah Tangga di Ujung Tanduk, Inara Rusli Siap Relakan Insanul Fahmi Kembali ke Wardatina Mawa

Pernikahan siri Inara Rusli dan Insanul Fahmi dikabarkan di ujung tanduk. Inara mengaku siap berpisah jika suaminya kembali ke istri sahnya, Wardatina Mawa.
Perpolitikan Indonesia Diprediksi Stabil di 2026, Pakar Ingatkan Tantangan Ekonomi yang Menantang

Perpolitikan Indonesia Diprediksi Stabil di 2026, Pakar Ingatkan Tantangan Ekonomi yang Menantang

Pengamat politik Hendri Satrio (Hensa) menilai kondisi perpolitikan Indonesia di tahun 2026 masih dalam kategori stabil.

Trending

Mustajab Kabulkan Doa, Kata Syekh Ali Jaber Coba Sedekah pada Waktu ini

Mustajab Kabulkan Doa, Kata Syekh Ali Jaber Coba Sedekah pada Waktu ini

Sedekah menjadi amalan sunnah yang sang dianjurkan oleh para ulama. Syekh Ali Jaber pun pernah menjelaskan hal tersebut.
Jawaban Menohok Pandji Pragiwaksono Soal Mens Rea Disebut Nistakan Agama

Jawaban Menohok Pandji Pragiwaksono Soal Mens Rea Disebut Nistakan Agama

Komika Pandji Pragiwaksono menegaskan dirinya tidak melakukan penistaan agama dalam materi stand up comedy bertajuk Mens Rea.
Sosok John Field Bos Blueray Cargo yang Kabur Saat OTT KPK, Diduga Setor Rp7 Miliar per Bulan ke Oknum Bea Cukai

Sosok John Field Bos Blueray Cargo yang Kabur Saat OTT KPK, Diduga Setor Rp7 Miliar per Bulan ke Oknum Bea Cukai

Ia ditetapkan sebagai salah satu tersangka utama kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait importasi barang kualitas rendah (KW) yang masuk ke Indonesia tanpa pemeriksaan fisik.
Profil Blueray Cargo, Perusahaan Jasa Impor yang Terseret OTT KPK, Bosnya Kini Buron Usai Diduga Setor 'Jatah' Rp7 M ke Bea Cukai

Profil Blueray Cargo, Perusahaan Jasa Impor yang Terseret OTT KPK, Bosnya Kini Buron Usai Diduga Setor 'Jatah' Rp7 M ke Bea Cukai

Kasus ini bermula ketika PT Blueray Cargo yang dipimpin John Field diduga berupaya agar barang impornya masuk melalui jalur hijau, yakni jalur pengeluaran barang tanpa pemeriksaan fisik.
Bos Blueray Cargo John Field Jadi Buron KPK, Bisnisnya Disorot usai Aset Puluhan Miliar Disita

Bos Blueray Cargo John Field Jadi Buron KPK, Bisnisnya Disorot usai Aset Puluhan Miliar Disita

Ia kini menjadi buron, dicekal ke luar negeri, dan diminta segera menyerahkan diri kepada penyidik KPK.
Fantastis! Harta Kekayaan Eks Direktur Bea Cukai Rizal Jadi Sorotan Usai OTT KPK, Terseret Kasus Suap Impor Bareng Bos Blueray Cargo John Field

Fantastis! Harta Kekayaan Eks Direktur Bea Cukai Rizal Jadi Sorotan Usai OTT KPK, Terseret Kasus Suap Impor Bareng Bos Blueray Cargo John Field

Rizal menjabat sebagai Direktur di Bea Cukai pada 2024 hingga Januari 2026. Sebelumnya, dia menduduki posisi sebagai Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam.
Saktinya Barang Impor KW dari PT Blueray Lolos dari Pemeriksaan Fisik Setelah Berkomplot dengan Oknum Bea Cukai

Saktinya Barang Impor KW dari PT Blueray Lolos dari Pemeriksaan Fisik Setelah Berkomplot dengan Oknum Bea Cukai

Kasus dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan bermula dari PT Blueray Cargo (BR) menginginkan barang impor KW (tiruan) ilegal tidak dicek saat masuk ke Indonesia.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT