Media Korea Selatan 'Sindir' Keras Keputusan Megawati Hangestri Balik ke Proliga, Bawa-bawa Ko Hee-jin sampai Disebut Pevoli yang...
- Red Sparks
tvOnenews.com - Kembalinya Megawati Hangestri ke Proliga 2025 bersama Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia mengundang perhatian luas, bahkan sampai ke luar negeri.
Salah satu media Korea Selatan, MHN Sports, melontarkan kritik tajam terhadap keputusan Mega yang dianggap inkonsisten.
Pemain yang sempat menjadi ikon Red Sparks selama dua musim ini sebelumnya menolak memperpanjang kontraknya di Korea Selatan dengan alasan cedera dan keinginan untuk dekat dengan keluarga.
Namun tak lama berselang, ia justru memutuskan untuk bermain di liga lokal Indonesia. Mega mengumumkan kepindahannya ke Gresik Petrokimia dalam wawancara eksklusif dengan tvOne.
“Aku akan bergabung di Proliga di klub Petrokimia Gresik, mungkin minggu depan aku akan bergabung bersama mereka,“ ujarnya seperti dikutip dari kanal YouTube tvOnenews.
Ia menegaskan komitmennya membela klub kampung halamannya di sisa musim Proliga 2025, meski belum sepenuhnya pulih dari cedera lutut yang dideritanya di final V-League 2024/2025.
Pelatih Gresik Petrokimia, Jeff Jiang Jie, mengakui bahwa kondisi Mega masih dalam proses pemulihan dan belum bisa dipastikan kapan dia akan benar-benar tampil di lapangan.
“Mega masih recovery. Saat ini, kakinya masih dalam perawatan,” ujar Jiang Jie dikutip dari kanal YouTube Superskor.
Keputusan Mega ini menjadi bahan sorotan MHN Sports. Dalam artikelnya, media tersebut menyindir langkah sang opposite asal Indonesia yang dinilai tidak konsisten.
“Mega memilih pulang lebih awal, mengurungkan niatnya memperbarui kontrak, dengan alasan cedera lutut dan kebutuhan untuk bersama ibunya,” tulis MHN Sports dalam laporan mereka.
- Instagram @petro_voli
Media itu juga mempertanyakan kecepatan Mega untuk kembali bermain, padahal sebelumnya ia menyebut butuh waktu dua bulan untuk pemulihan.
“Mega kemudian mengatakan bahwa cedera saya akan membutuhkan waktu sekitar dua bulan untuk pulih,“ lanjut artikel tersebut.
Bahkan, mereka mengutip komentar pelatih Red Sparks, Ko Hee-jin, yang mengatakan bahwa kondisi Mega sudah cukup parah saat tampil di final.
“Pelatih Ko Hee-jin juga mengatakan (Mega) dalam kondisi yang kurang baik saat pertandingan kejuaraan, sampai-sampai dia berkata, 'Mega kesulitan melompat',” tulis MHN Sports.
Ironisnya, hanya beberapa pekan setelah hengkang dari Korea, Mega sudah menjalani debutnya bersama Gresik Petrokimia di fase final four Proliga 2025.
Meski belum bermain penuh karena kondisi fisik belum seratus persen, kehadirannya membawa semangat baru bagi tim asal Jawa Timur tersebut.
Hasilnya pun positif: Gresik Petrokimia berhasil mengamankan posisi ketiga klasemen akhir final four, sebuah peningkatan yang signifikan dibandingkan performa mereka di awal musim.
Langkah Mega ini bisa jadi merupakan bentuk tanggung jawab moral kepada kampung halamannya dan juga penggemar voli Indonesia.
Meski demikian, kritik dari Korea Selatan tetap menjadi sorotan karena menunjukkan bahwa Mega masih memiliki ekspektasi besar dari fans luar negeri.
Keputusan untuk hengkang dari Red Sparks pun bukan tanpa alasan. Setelah dua musim tampil impresif di V-League, Mega telah membuktikan dirinya sebagai salah satu opposite terbaik di Asia.
Namun cedera yang dialami di laga final dan tekanan mental akibat jauh dari keluarga disebut-sebut menjadi alasan kuat di balik kepulangannya.
Kini, Megawati Hangestri berada di titik transisi penting dalam kariernya. Ia kembali ke tanah air, membela klub lokal.
Namun tetap dalam sorotan internasional. Jika ia berhasil pulih total dan tampil gemilang bersama Gresik Petrokimia, bukan tidak mungkin pintu kembali ke liga luar negeri akan terbuka lebar. (udn)
Load more