PSSI Batalkan Naturalisasi Pemain Keturunan di Timnas Indonesia, Ciro Alves dan Tyrone del Pino yang Kompak Tinggalkan Persib Bandung?
- Ligaindonesiabaru.com
tvOnenews.com - Menjelang laga penting Timnas Indonesia kontra China dan Jepang dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia pada bulan Juni mendatang, sejumlah kabar menarik mewarnai jagat sepak bola nasional dan regional.
Dari keputusan tegas PSSI membatalkan proses naturalisasi pemain keturunan, hingga kabar transfer mengejutkan dari klub Persib Bandung, semuanya menjadi sorotan publik beberapa waktu lalu.
Tak hanya itu, sanksi AFC kepada Federasi Sepak Bola China turut memberi dampak pada persiapan Timnas Garuda.
PSSI Hentikan Proses Naturalisasi Salah Satu Pemain Keturunan
Ketua Umum PSSI Erick Thohir kembali menegaskan bahwa proses naturalisasi pemain keturunan akan dijalankan dengan prinsip kehati-hatian.
PSSI hanya akan memproses pemain yang memenuhi kriteria ketat, terutama yang mampu langsung memberi kontribusi pada level internasional.
Pernyataan ini sekaligus menjawab kabar yang menyebut PSSI membatalkan naturalisasi salah satu pemain keturunan Eropa yang sebelumnya dikaitkan dengan Timnas Indonesia.
"Naturalisasi bukan hanya soal darah, tapi juga kualitas dan kesiapan membela Merah Putih secara penuh," kata Erick Thohir, seperti dikutip dari laman resmi [PSSI.org](https://www.pssi.org).
Langkah ini dinilai penting dalam menyongsong dua laga krusial Timnas Indonesia melawan China (5 Juni 2025) dan Jepang (11 Juni 2025).
Pelatih Patrick Kluivert membutuhkan skuad yang solid dan telah teruji, sehingga pemilihan pemain naturalisasi pun harus mempertimbangkan aspek teknis dan taktis yang mendalam.
Tyronne del Pino dan Ciro Alves Kompak Hengkang dari Persib
Dari ranah domestik, kabar mengejutkan datang dari Persib Bandung. Setelah resmi melepas striker asal Brasil, Ciro Alves, kini playmaker Tyronne del Pino asal Argentina dikabarkan menyusul keluar dari skuad Maung Bandung.
- tvOnenews.com/Dwi R Belva
Belum ada pernyataan resmi dari pihak klub, namun rumor ini menguat seiring evaluasi besar-besaran yang dilakukan manajemen jelang musim baru Liga 1 2025/2026.
Kedua pemain asing tersebut selama ini menjadi tulang punggung kreativitas dan serangan Persib.
Kepergian mereka menandai dimulainya perombakan skuad besar-besaran oleh pelatih Bojan Hodak, yang kabarnya juga tengah memantau sejumlah nama lokal dan asing, termasuk gelandang Timnas Indonesia, Saddil Ramdani.
Jika kabar ini benar, maka tim pelatih akan dituntut untuk menemukan kombinasi baru di lini tengah dan depan.
Hal ini turut berkaitan dengan kesiapan para pemain Persib yang kemungkinan juga masuk radar pemanggilan Timnas Indonesia untuk laga melawan China dan Jepang.
AFC Jatuhkan Hukuman kepada Federasi Sepak Bola China
Sementara itu, Federasi Sepak Bola Asia (AFC) menjatuhkan sanksi kepada Chinese Football Association (CFA) menyusul insiden dalam pertandingan Piala Asia U-20 antara Arab Saudi vs China di Shenzhen, Februari lalu.
Hukuman ini diumumkan di laman resmi [the-AFC.com](https://www.the-afc.com), dan dipandang sebagai pukulan telak bagi persiapan tim nasional China menjelang laga kontra Indonesia di Jakarta.
Meski AFC belum merinci sanksi berdampak langsung terhadap tim senior, gangguan administratif dan reputasional ini bisa mengganggu persiapan internal China.
Apalagi mereka berada di posisi yang sama gentingnya dengan Indonesia di klasemen Grup C.
Kondisi ini bisa menjadi keuntungan tersendiri bagi skuad Garuda yang akan menjamu China di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Laga ini sangat menentukan peluang Indonesia untuk melaju ke ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Para pemain andalan seperti Rafael Struick, Marselino Ferdinan, dan Pratama Arhan dikabarkan sudah mulai dipantau oleh tim pelatih sejak awal Mei untuk menjalani pemusatan latihan (TC) yang rencananya akan dimulai akhir bulan ini, menurut PSSI.
Ketiga topik di atas mencerminkan dinamika besar yang sedang berlangsung di dunia sepak bola Indonesia dan Asia.
Dari keputusan strategis federasi, ketegangan antarklub, hingga implikasi internasional jelang laga besar Timnas Indonesia, semuanya menjadi bagian dari babak krusial menuju impian berlaga di Piala Dunia 2026.
Para suporter tentu berharap agar seluruh kekuatan, baik lokal maupun diaspora, dapat bersatu demi membawa Merah Putih melaju lebih jauh di pentas dunia. (udn)
Load more