News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Sujiwo Tejo Angkat Suara Bela Gus Miftah? Berani Bicara Jujur soal Yati Pesek: kalau Benar Nggak Mau Dihina...

Sujiwo Tejo ikut mengomentari polemik ucapan Gus Miftah ke Yati Pesek yang dianggap menghina. Menurutnya ucapan Miftah tidak sepenuhnya salah. Seperti apa?
Kamis, 12 Desember 2024 - 12:45 WIB
Sujiwo Tejo, Gus Miftah
Sumber :
  • Kolase YouTube

tvOnenews.com - Belakangan, nama Gus Miftah menjadi sorotan setelah sebuah video ceramahnya yang dinilai menghina seniman Yati Pesek viral di media sosial.

Dalam video tersebut, pendakwah bernama asli Miftah Maulana dianggap melontarkan candaan yang tidak pantas, menyamakan Yati Pesek dengan PSK.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal ini memicu pro dan kontra di kalangan masyarakat. Namun, Sujiwo Tejo, seniman senior yang juga seorang dalang, memberikan pandangannya terkait isu ini.  

Menurut Sujiwo Tejo, candaan yang dilontarkan oleh Miftah Maulana sebenarnya bukanlah hal baru dalam tradisi budaya Jawa, khususnya dalam pertunjukan wayang.

Dalam wawancaranya yang dilansir dari Official iNews, Sujiwo Tejo menjelaskan bahwa olok-olokan seperti itu sering kali terjadi dalam dunia pewayangan, terutama dari para dalang atau sinden di atas panggung. 

“Soal (Gus Miftah) ngatain sinden, itu di wayang sudah biasa,” ujar Sujiwo Tejo. 

Sebagai seseorang yang sudah bertahun-tahun berkecimpung dalam seni tradisional, Sujiwo Tejo yakin bahwa Yati Pesek tidak merasa dihina dengan candaan tersebut.

Sebaliknya, ia percaya bahwa Yati Pesek seharusnya sudah terbiasa dengan komentar-komentar seperti itu. 

Lebih jauh lagi, Sujiwo Tejo mengungkapkan bahwa nama panggung "Yati Pesek" sendiri sudah merupakan bentuk penghinaan, tetapi itu dipilih oleh sang seniman.

Menurutnya, jika Yati Pesek benar-benar tidak ingin dihina, ia seharusnya memilih nama panggung yang lebih netral atau bahkan menggunakan nama aslinya. 

“Kalau benar Yati Pesek nggak mau dihina, dia menamakan dirinya Yati Pesek sudah menghina,” kata Sujiwo Tejo. 

Ia menambahkan bahwa penggunaan kata "Pesek" dalam nama panggungnya jelas merujuk pada ciri fisik tertentu yang sering kali menjadi bahan candaan.

Sujiwo mempertanyakan mengapa tidak memilih nama seperti "Suyati" saja, yang merupakan nama asli dari Yati Pesek. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kenapa nggak dia namakan dirinya Suyati saja? Dia sudah menamakan dirinya Yati Pesek. Itu kan sama saja hinaan fisik,” lanjutnya. 

Selain itu, Sujiwo Tejo juga menyinggung bahwa candaan seperti yang dilakukan Gus Miftah sebenarnya bukanlah sesuatu yang langka.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT