News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kisruh Donasi Temui Titik Terang, Mensos Tegas Minta Agus Tak Buat Huru-hura: Uang untuk Berobat Bukan yang lain!

Kisruh donasi untuk Agus Salim akhirnya selesai setelah pertemuan dengan Mensos Saifullah Yusuf. Agus diminta fokus pengobatan dan tak membuat huru-hara.
Kamis, 5 Desember 2024 - 14:01 WIB
Novi, Agus Salim
Sumber :
  • Kolase YouTube

tvOnenews.com - Kisruh mengenai donasi yang dikumpulkan untuk pengobatan Agus Salim, korban penyiraman air keras, akhirnya menemukan titik terang.

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf bertemu langsung dengan Agus untuk membahas polemik ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pertemuan yang berlangsung di Kementerian Sosial tersebut turut membahas keterlibatan Pratiwi Noviyanthi alias Novi sebagai penggalang dana, serta Denny Sumargo yang mempromosikan penggalangan donasi tersebut.   

Dalam pertemuan ini, Saifullah Yusuf menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah pengobatan Agus.

Ia meminta Agus untuk menghentikan huru-hara yang terjadi dan fokus pada proses pemulihan.  

"Kalau yang pertama, pengobatan untuk Mas Agus ini dulu yang menjadi prioritas. Beliau harus berhenti dari perdebatan-perdebatan yang tidak produktif," ujar Saifullah Yusuf dilansir dari kanal YouTube Intens Investigasi.

Ia juga menambahkan bahwa polemik yang terus berlanjut hanya akan menghambat proses penyelesaian masalah utama, yaitu kesehatan Agus.

"Apalagi bertentangan dengan masalah yang harus segera diselesaikan, yaitu pengobatan Mas Agus Salim," sambungnya.  

Terkait dana donasi yang telah dikumpulkan, Saifullah Yusuf menegaskan bahwa dana tersebut harus digunakan sesuai tujuan awal, yakni pengobatan.

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf

Mensos menekankan bahwa dana ini tidak dapat dialihkan untuk kebutuhan lain.  

"(Biaya pengobatan Agus) Kita bicarakan lebih jauh. Kita jangan bicarakan itu dulu. Soal pembiayaan sudah banyak yang mau membiayai, tapi ingat bahwa donasi yang dikumpulkan itu diniatkan untuk membantu Mas Agus Salim," jelasnya.  

"Donasi itu tidak bisa diserahkan ke sana-sini atau digunakan untuk yang lain. Tidak bisa. Karena sejak awal, donasi itu dikumpulkan untuk membantu Mas Agus Salim," tambahnya.  

Untuk mengatasi konflik terkait pengelolaan donasi, Saifullah menyebut bahwa keputusan akan dibuat berdasarkan kesepakatan bersama.

Proses ini melibatkan Agus Salim, Denny Sumargo, dan Pratiwi Noviyanthi agar setiap pihak merasa dihormati dan didengar.  

"(Donasi diserahkan ke Agus) Tergantung kesepakatan. Nanti tergantung kesepakatan, belum bisa kita sampaikan hari ini. Mungkin kita perlu mendengar dari Mas Densu dan Mbak Novi," kata Saifullah.  

Selain menyelesaikan konflik, Saifullah juga menyampaikan pelajaran penting dari kasus ini.

Ia menekankan bahwa setiap penggalangan dana harus mengikuti aturan yang berlaku meskipun niat awalnya baik dan spontan.  

"Ini kita ambil pelajaran. Pertama, bahwa pengumpulan donasi itu ada ketentuannya, dan harus ditaati oleh semua. Spontanitas bagus, membantu bagus, tapi aturannya harus diikuti," ungkapnya.  

Ia juga menjelaskan bahwa tujuan penggalangan dana harus ditentukan secara jelas sejak awal.

Hal ini untuk memastikan bahwa donasi digunakan sesuai dengan peruntukannya.

“Kemudian di dalam pengumpulan itu juga ditentukan tujuannya. Jadi nggak semua orang asal mengumpulkan. Kalau ada bencana, ini untuk bencana. Jelas peruntukannya," tandasnya.  

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pernyataan dan arahan Mensos ini diharapkan menjadi solusi yang menenangkan semua pihak, baik penerima donasi maupun penggalang dana.

Dengan adanya kesepakatan bersama dan penegasan dari pemerintah, konflik ini diharapkan dapat segera diselesaikan, sehingga Agus dapat melanjutkan pengobatannya. (adk)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

alalal alalal alalla alalal alala lalala lalala lalala lalal

alalal alalal alalla alalal alala lalala lalala lalala lalal

LalalalalalalalalalLalalalalalalalalalLalalalalalalalalal
Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Keluarga Sausan Sarifah awalnya tidak percaya bahwa Sausan turut menjadi korban tabrakan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur.
Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Sarifah, menjadi salah satu korban selamat dalam tabrakan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Upaya menjaga ekosistem perairan dan kesehatan masyarakat terus dilakukan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat melalui pembersihan ikan sapu-sapu secara masif. 
Detik-Detik Tabrakan Kereta Bekasi, Sausan Terpental ke Rak Bagasi: Aku Masih Hidup?

Detik-Detik Tabrakan Kereta Bekasi, Sausan Terpental ke Rak Bagasi: Aku Masih Hidup?

Sausan Sarifah, menjadi salah satu korban selamat dalam tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Gara-gara Ego NAC Breda Kalah dari Dean James Tersenggol, KNVB Ngeri Efek Domino Skandal Paspoortgate

Gara-gara Ego NAC Breda Kalah dari Dean James Tersenggol, KNVB Ngeri Efek Domino Skandal Paspoortgate

Perseteruan panas antara NAC Breda dan KNVB kian memanas setelah kedua pihak saling berhadapan di Pengadilan Utrecht, Selasa (28/4/2026) waktu Belanda.

Trending

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri meninjau langsung lokasi kejadian kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Apakah tren wedding 2026 masih didominasi konsep mewah yang megah, atau justru bergeser ke arah yang lebih sederhana namun elegan? Perubahan ini tidak lepas dari cara pandang
Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

PT KAI (Persero) memastikan 240 penumpang Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek berhasil dievakusi dalam kondisi selamat.
Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Kabar tersebut bahkan keluar jelang selesainya musim kompetisi 2025-2026, di mana menjadi salah satu musim terbaik Dony Tri Pamungkas bersama Persija Jakarta. 
Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

​​​​​​​RSUD Kota Bekasi membludak usai tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur. IGD padat, puluhan korban luka terus berdatangan dan dirawat intensif.
Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Bung Ropan bahas soal alasan Beckham Putra tak dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia. Ternyata ada alasan khusus mengapa John Herdman panggil pemain.
Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons spanduk Bobotoh "Shut Up KDM" di Tribun Utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga Persib vs Arema FC.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT