News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kasihan Banget! Pegi Setiawan Tak Makan Enak Selama di Penjara, Ternyata Inilah Makanan Kesukaannya Kuli Bangunan Itu

Selama di dalam penjara, Pegi Setiawan mengaku jika dirinya tidak mendapatkan makanan yang enak dan hanya makan sedikit. Ternyata makanan ini jadi favoritnya.
Rabu, 17 Juli 2024 - 23:21 WIB
Pegi Setiawan membeberkan makanan yang dikonsumsinya selama di penjara. Ternyata makanan favoritnya adalah...
Sumber :
  • YouTube/tvOneNews dan Unsplash/Brian Fathurohman

tvOnenews.com - Pegi Setiawan membagikan momen-momennya selama berada di dalam tahanan, salah satunya soal makanan yang ia konsumsi setiap harinya. Tak mendapat makan enak selama dibui, Pegi ungkap jika makanan ini adalah favoritnya.

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Setiap orang pasti memiliki makanan-makanan tertentu yang menjadi favoritnya. Entah itu makanan manis atau asin, kenikmatan untuk bisa memakan makanan kesukaan tentu menjadi salah satu berkah tersendiri.

 

Sayangnya, hal itu tak bisa dirasakan Pegi Setiawan selama mendekam di dalam penjara. Ia membeberkan jika selama dibui, dirinya hanya diberi makanan yang tak masuk dalam seleranya.

 

tvonenews

 

Pegi Setiawan sendiri saat diwawancarai oleh tvOnews dalam acara Apa Kabar Indonesia Malam, Sabtu (13/7/2024), mengaku sangat menyukai makanan pedas. Namun, saat di penjara dirinya tidak bisa mengonsumsi makanan pedas.

 

"Pokoknya (makanan) yang berbau pedas itu saya suka. Di dalam (penjara) itu rasa makanan gak ada sama sekali, hambar. Kalau gak ada pedasnya makannya jadi sedikit," kenang Pegi.

 

Ia juga mengatakan begitu dibebaskan dari penjara, dirinya langsung merindukan makanan rumah yang dibuat langsung oleh sang ibu. Lebih spesifik, Pegi Setiawan mengatakan jika makanan favoritnya adalah orek sambal dan teri.

 

"Makanan yang paling saya rindukan adalah orek sambal dan teri sambal. Ikan tongkol pedas favorit juga," ungkap Pegi Setiawan.

 

Uniknya, ternyata Pegi Setiawan tidak begitu menyukai masakan berbahan ayam, loh.

 

"Gak suka ayam, karena menurut saya makanan yang enak ya ini (serba orek dan sambal)," ujarnya.

 

"Dari kecil emang itu-itu aja makanannya. Kalau masak daging gak pakai tempe, dia (Pegi) gak makan," ujar ibu Pegi Setiawan, Kartini, di acara yang sama.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Meski saat dipenjara selama 49 hari oleh Polda Jabar hanya bisa memakan masakan yang dinilai hambar olehnya, kini Pegi Setiawan sudah bisa merasakan kembali masakan rumah buatan sang ibu. (ism)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT