News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bolak-balik Lolos dari Maut, Mantan Preman Legendaris Hercules Ngaku Punya ‘Utang Nyawa’ kepada Prabowo Subianto, Kenapa?

Hercules merupakan pria asal Timor Leste cukup ditakuti oleh banyak orang lantaran pernah membangun dinasti preman di Tanah Abang sekitar pada tahun 1980an.
Senin, 26 Februari 2024 - 15:47 WIB
Hercules mengaku 'Utang Nyawa' pada Prabowo Subianto
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com/ Tim tvOnenews - Julio Trisaputra

Inilah awal mula Hercules terjerumus ke dalam lembah hitam di Tanah Abang.

Ketika dirinya merebut daerah hitam Tanah Abang ini, Rosario pernah mengatakan bahwa dirinya melalui pertarungan sengit hingga hampir setiap malam terdapat korban meninggal di sana. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bersama teman-temannya dari Timor Timur, Hercules perlahan membangun daerah kekuasaannya di Tanah Abang.

Kelompok Hercules yang tadinya kecil, kemudian tumbuh sangat masif. Tak tanggung-tanggung, anak buah Hercules bahkan pernah mencapai hampir 17.000 orang yang tersebar di seluruh wilayah Jakarta.


Prabowo Subianto (Kiri) dan Hercules (Kanan) saat berada di Timor Timur. (Ist)

Menurutnya, Tanah Abang merupakan daerah tak bertuan, di mana seringkali terjadi pembacokan dan perkelahian antarpreman disana.

Saat Hercules masih tinggal dan tidur di kolong-kolong jembatan, ia selalu merasa tidak tenang dan selalu membawa pedang yang menempel di badannya.

Bahkan saat mandi pun ia juga selalu bawa pedang, sebagai antisipasi kala musuhnya menyerang secara mendadak.

Siapa sangka, meski dengan tubuh yang kecil, namun nyali laki-laki kelahiran Timor Timur ini diakui sangat besar.

Hercules kerap kali memimpin pertempuran atau tawuran antarkelompok. Bahhkan Hercules dikenal sebagai preman yang tak bisa mati karena selalu berhasil lolos dari maut.

Diketahui, Hercules pernah dibacok sebanyak 16 kali hingga harus menjalani perawatan di ICU, akan tetapi nyawanya tetap bisa diselamatkan.

Bahkan, dalam suatu perkelahian, sebuah timah panas menembus mata hingga ke bagian belakang kepala. 

Namun Hercules belum juga tamat, ia masih bisa memimpin dinasti kerajaannya di Tanah Abang.

Hercules mengaku sudah bertaubat dan keluar dari lembah hitam sejak tahun 2006. Saat ini Hercules sedang menapaki dunia bisnis di bidang perkapalan dan perikanan.

Menurutnya, manusia hanya hidup sementara, dan akan dipanggil satu-persatu. Mati hanya tinggal menunggu waktu. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal itu yang membuat Hercules sadar, bertaubat, masuk dunia bisnis, dan membantu sesama yang membutuhkan.

Hercules juga diketahui membuat organisasi masyarakat atau ormas yang disebutnya sebagai Gerakan Rakyat Indonesia Baru (GRIB).

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT