News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Jangan Nekat Lakukan Seks Anal ya Paksu dan Bunda, Bisa Bikin Kesehatan Anda Terancam, Ini Buktinya!

Seks anal adalah istilah yang kerap digunakan untuk setiap aktivitas seksual yang melibatkan anus. Hal ini tidak selalu berarti berhubungan seks secara anal.
Selasa, 21 Maret 2023 - 19:18 WIB
Jangan Nekat Lakukan Seks Anal ya Paksu dan Bunda, Bisa Bikin Kesehatan Anda Terancam, Ini Buktinya!
Sumber :
  • istockphoto.com

tvOnenews.com - Berhubungan seksual merupakan suatu kewajiban pasagan suami istri, namun bagaimana jika salah satu pasangan menginginkan seks anal?.

Dilansir dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sodomi merupakan senggama antarmanusia yang terjadi secara anal, biasanya dilakukan oleh antarpria. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun tidak jarang, ada paksu yang meminta seks anal dengan istrinya. Hal ini ternyata memiliki risiko kesehatan akibat dari hubungan seks anal? 

Dikutip dari laman WebMD, seks anal adalah istilah yang kerap digunakan untuk setiap aktivitas seksual yang melibatkan anus. Hal ini tidak selalu berarti hubungan seks anal.

Jangan Nekat Lakukan Seks Anal ya Paksu dan Bunda, Bisa Bikin Kesehatan Anda Terancam, Ini Buktinya!. Source: istockphoto

Perlu Anda ketahui, wilayah tubuh bagian anus dipenuhi dengan ujung saraf yang membuatnya menjadi sangat sensitif.

Sehingga banyak orang menganggap berhubungan seks anal adalah suatu aktivitas seksual yang menyenangkan.

Dilansir dari laman situs kesehatan WebMD, menyebut jika seks anal sebagai aktivitas seksual paling berisiko tinggi.

Diperkirakan, sekitar 90 persen pria berhubungan seks dengan pria, dan 5-10 persen perempuan yang aktif secara seksual melakukan hubungan seks anal bersama pasangannya. 

Meski banyak orang menganggap berhubungan seks anal itu menyenangkan, namun aktivitas ini ternyata memiliki sejumlah risiko kesehatan.

Tak hanya itu, area yang paling terdampak dari berhubungan senggama secara anal atau seks anal adalah area anus dan rektum.

Anus atau dubur tidak dipersiapkan untuk menerima masuknya benda asing dari luar, termasuk penis. 

Sehingga, masuknya benda asing secara paksa melalui dubur dan apalagi tanpa pelumas akan menyebabkan dinding anus serta bagian poros usus atau rektum rentan terluka. 

Saat luka sudah timbul di area tersebut, maka akan rentan mengalami terjadinya infeksi.

Risiko terjadinya luka juga akan bertambah banyak saat proses seks anal dilakukan secara paksa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berbagai penyakit infeksi akibat dari hubungan seksual (Sexually Transmitted Disease/STD) mudah sekali ditularkan melalui hubungan seks anal. 

Beberapa penyakit STD antara lain HIV AIDS, herpes simplex, hepatitis B, hepatitis C, dan human papiloma virus (HPV). 

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

MK Tolak Gugatan Nikah Beda Agama, Ini Alasannya

MK Tolak Gugatan Nikah Beda Agama, Ini Alasannya

Mahkamah Konstitusi (MK) secara resmi menolak permohonan pengujian Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, yang bertujuan agar pernikahan beda agama memiliki kepastian hukum.
Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Akhirnya Denada mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Meskipun sudah diakui gugatan sang anak tetap bergulir
Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada sudah akui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, sebut pengakuan belum cukup secara hukum.
Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Dinamika politik yang sangat cepat dan tantangan global yang kian kompleks menuntut ritme kerja pemerintahan yang cepat dan efektif.
Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Presiden Prabowo juga menyoroti masalah lingkungan hidup. Pemerintah berkomitmen penuh dalam mengelola masalah sampah secara masif dan terpadu.
Aksi Nekat Debt Collector di Jakbar: Cegat Pengendara di Jalan, Berakhir Adu Mulut dengan Pemilik Motor

Aksi Nekat Debt Collector di Jakbar: Cegat Pengendara di Jalan, Berakhir Adu Mulut dengan Pemilik Motor

Aksi percobaan penyitaan paksa kendaraan oleh kelompok debt collector atau penagih utang atau yang akrab disapa "mata elang" kembali meresahkan warga.

Trending

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Dinamika politik yang sangat cepat dan tantangan global yang kian kompleks menuntut ritme kerja pemerintahan yang cepat dan efektif.
Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Presiden Prabowo juga menyoroti masalah lingkungan hidup. Pemerintah berkomitmen penuh dalam mengelola masalah sampah secara masif dan terpadu.
Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada sudah akui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, sebut pengakuan belum cukup secara hukum.
Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Akhirnya Denada mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Meskipun sudah diakui gugatan sang anak tetap bergulir
Mulai Hari Ini 2 Februari 2026 Pemilik Sertifikat Tanah Girik, Petok hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tidak Berlaku Lagi, Masyarakat Diimbau Segera Perbarui ke Sistem Terbaru

Mulai Hari Ini 2 Februari 2026 Pemilik Sertifikat Tanah Girik, Petok hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tidak Berlaku Lagi, Masyarakat Diimbau Segera Perbarui ke Sistem Terbaru

Mulai hari ini 2 Februari 2026 pemilik sertifikat tanah girik, petok hingga letter C tahun 1967-1997 sudah tidak berlaku lagi.
Soal Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Kejaksaan Kembalikan Berkas Perkara Roy Suryo Cs

Soal Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Kejaksaan Kembalikan Berkas Perkara Roy Suryo Cs

Kejaksaan mengembalikan berkas perkara Roy Suryo cs terkait kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo atau Jokowi.
Jangan Salah Amalan di Malam Nisfu Sya'ban, Ini Penjelasan Lengkap Ustaz Adi Hidayat

Jangan Salah Amalan di Malam Nisfu Sya'ban, Ini Penjelasan Lengkap Ustaz Adi Hidayat

Ustaz Adi Hidayat jelaskan tentang amalan di malam Nisfu Sya'ban, kenali hadis yang shahih, dhaif, dan waspadai hadis palsu.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT