4 Museum Unik di Yogyakarta yang Bisa Menjadi Sarana Wisata Edukasi
- laman resmi TNI AU
Hal yang dilakukan Sriyanto justru membuat banyak orang yang berminat untuk mampir berkunjung. Mulai dari warga sekitar hingga wisatawan, rumah tersebut kemudian dijadikan museum dengan nama Museum Sisa Hartaku.
Di sana kamu bisa melihat sisa-sisa berupa buku-buku usang, foto-foto, dan peralatan rumah tangga yang sudah tidak utuh akibat terkena awan panas. dan salah satu yang menarik adalah jam dinding yang sudah nyaris meleleh, jarum yang ada pada jam dinding tersebut menunjukkan jam terjadinya letusan Gunung Merapi.
3. Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala

img: via laman informasi pariwisata Dinas Pariwisata DIY
Museum unik lainnya yang ada di Yogyakarta adalah Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala (Muspusdirla) yang merupakan Museum Sejarah dan Perjuangan.
Muspusdirla atau akrab disebut Museum Pesawat Terbang ini terletak di komplek Pangkalan Udara Adisutjipto Yogyakarta yang memiliki sekitar 61 koleksi pesawat terbang.
Selain koleksi pesawat terbang, ada juga koleksi lain, berupa pakaian peninggalan pahlawan nasional dari TNI Angkatan Udara hingga diorama pembentukan dan peran TNI Angkatan Udara
Dilansir dari laman informasi pariwisata Dinas Pariwisata DIY, salah satu koleksi yang sangat penting dalam sejarah cikal bakal TNI AU adalah replika pesawat Dakota C-47 dengan nomor seri VT-CLA yang ditembak Belanda dan jatuh di daerah Ngoto, Bangunharjo, Sewon, Bantul pada tanggal 29 Juli 1947.
Untuk memudahkan pengunjung dalam melihat koleksi, ruang pamer Muspusdirla dibagi menjadi tujuh ruangan yaitu Ruang Utama, Ruang Kronologi I dan II, Ruang Alutsista, Ruang Paskhas, Ruang Diorama dan Ruang Minat Dirgantara.
Kamu juga bisa melihat film kedirgantaraan di ruang Mini Teater yang berkapasitas 60 kursi ini. Kamu juga bisa masuk ke Studio Foto Dirgantara yang menyediakan baju penerbang sebagai kostum.
4. Melihat koleksi permainan anak seluruh dunia di Museum Anak Kolong Tangga

img via blog Pigura Rasa
Datang dari Belgia dan melakukan penjelajahan selama 15 tahun di Indonesia. Rudi Corens memprakarsai pembuatan museum yang berfokus pada anak-anak dengan menyerahkan 700 koleksi pribadi mainan tradisional anak-anak serta buku-bukunya sebagai inventaris museum.
Load more