Tak Masuk Akal tapi Nyata, Pulau dengan Luas hanya Setengah Lapangan Sepak Bola di Afrika Disesaki 500 Jiwa
- Tangkapan layar YouTube OverView
Peneliti senior dari Institute for Security Studies di Pretoria, Migingo, Emmanuel Kisiangani berpendapat, Pulau Migingo dulunya hanya sebuah tonjalan batu karang. Batu ini muncul di tengah Danau Victoria.
Batu yang menonjol tersebut telah terlihat sebelum permukaan air danau mulai surut. Adapun penyusutan air Danau Victoria sejak 1990-an.
Dahulu Migingo hanya menjadi tempat para nelayan untuk mempertahankan hidupnya. Banyak yang singgah dan mencari ikan di sana.
Selain karena penyusutan air, hasil penangkapan ikan di area danau juga menurun drastis akibat banyak aksi menangkap ikan secara berlebihan.
Banyak oknum yang sengaja menyebar tanaman eceng gondok. Hal ini membuat jalur transportasi dan akses menuju pelabuhan terhambat.
Walau ada penyusutan jumlah ikan di Danau Victoria, tampaknya jumlah ikan nil (Nile perch) masih berlimpah di perairan dalam area Migingo.
Menariknya, nilai ikan nil masih tinggi. Sontak, hal ini menjadi pemicu banyak orang berbondong-bondong mendatangi Migingo.
Kedatangan mereka menjadikan Pulau Migingo sebagai pusat penangkapan ikan. Sebab, ada banyak keuntungan didapatkan mereka.
Kondisi Migingo sempat masih kosong penduduk pada 2004. Uganda yang melihat potensi pulau ini pun mengirim polisi dan marinir dengan berbekal senjata ke Pulau Migingo.
Kedatangan polisi dan marinir tersebut menjadi dalih Uganda ingin melindungi warganya, terutama para nelayan yang merupakan penduduk asli mereka. Mereka tidak menginginkan warganya dibayang-bayangi perompak hingga dipalak berupa pajak.
Nelayan Kenya pun mengeluhkan gebrakan dari Uganda. Mereka kerap kali mendapat gangguan dan dituduh menangkap ikan secara ilegal oleh aparat Uganda.
Pasalnya, Uganda menyatakan kawasan Migingo berada di wilayah perairan mereka. Hal ini mengundang aksi balasan dari Pemerintah Kenya dengan mengirim pasukan marinir ke Migingo.
Hingga pada akhirnya, ketegangan terus meningkat. Uganda dan Kenya bahkan hampir menunjukkan konflik senjata dengan skala besar hanya perkara saling merebut status kepemilikan Migingo.
Di tengah ketegangan tersebut, justru jumlah penduduk di Migingo semakin bertambah. Kedua negara ini membuat kesepakatan berupa komite bersama.
Tujuan adanya kesepakatan ini bisa menentukan batas-batas wilayah masing-masing pada 2016. Mereka sampai saling adu memakai peta jadul sekitar era 1920-an.
Load more