Tak Masuk Akal tapi Nyata, Pulau dengan Luas hanya Setengah Lapangan Sepak Bola di Afrika Disesaki 500 Jiwa
- Tangkapan layar YouTube OverView
Alih-alih berhasil, kesepakatan tersebut tampaknya berakhir buntu karena komite dari pembentukan Kenya dan Uganda tidak menunjukkan hasil yang jelas.
Seiring berjalannya waktu, kedua negara tersebut mengelola pulau berukuran 2.000 meter persegi ini. Meski demikian, ketegangan hingga konflik sesekali muncul.
Menurut sejumlah nelayan, Pulau Migingo menjadi saksi bagian "perang kecil" di kawasan Afrika. Karena kedua negara ini, tidak pernah menyelesaikan urusan sengketa lahan batu karang yang menonjol tersebut.
Seorang nelayan asal Uganda, Eddison Ouma memberikan pendapatnya terkait sengketa lahan tersebut. Ia menganggap setiap orang tidak disekat lantaran tak ada aturan resminya.
"Mereka belum memutuskan siapa pemilik pulau ini. Ini tanah tanpa bertuan," ucap Eddison.
Walau demikian, pendapatan ekonomi penduduk kian meningkat, terutama dari hasil penangkapan ikan nil. Nilai penjualan ikan ini selalu naik di tengah peningkatan permintaan dari Uni Eropa.
Adapun di Asia, ikan tersebut dinilai makanan paling mewah. Tentu nilai penjualan sangat tinggi sehingga ikan itu semakin diburu oleh lebih dari 500 jiwa di pulau tersebut.
Nelayan asal Kenya, Kennedy Ochieng berpendapat, peningkatan harga ikan nil mencapai 50 persen. Hal itu terjadi sejak lebih dari lima tahun terakhir.
Harga ikan nil yang berukuran besar dan berkualitas per kilogram bisa menyentuh angka sebesar 300 dolar AS atau dikonversi setara Rp4,9 juta. Penjualan tersebut kian sukses di lingkungan pasar ekspor internasional.
(hap)
Load more