News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ada di Puncak Bogor, Telaga Saat dari Rawa hingga Titik Nol Ciliwung yang Disulap Jadi Surga Destinasi Wisata

Di balik keindahan sebagai destinasi wisata alam di kawasan Puncak, Bogor, Telaga Saat memiliki kisah sejarah dari rawa hingga menjadi titik 0 Sungai Ciliwung.
Sabtu, 24 Januari 2026 - 20:57 WIB
Telaga Saat, destinasi wisata di kawasan Puncak, Bogor
Sumber :
  • Instagram/@telagasaatpuncak

Komandan Korem 061/Suryakancana Kolonel Infantri saat itu, Muhamad Hasan menyampaikan awal mula penemuan Telaga Saat sebagai wilayah terbengkalai. Hal ini dirasakan kala Bogor mengalami musim banjir setiap tahunnya.

"Sehingga saat itu saya melihat bahwa ada satu titik yang sudah lama terbengkalai, dan itulah yang akhirnya menjadi pusat perhatian saya ternyata bahwa karakter Ciliwung ini memang bermula dari berbagai macam situ dan telaga yang ada di atasnya," ujar Muhamad Hasan dikutip, Sabtu (24/1/2026).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ironisnya, aliran banjir tidak hanya menggenangi Bogor. Genangan juga sering melanda Jakarta, sehingga ia pun termotivasi mencari dan survei data untuk mengatasi bencana tersebut.

Sekitar 80-85 persen dari luas 6 hektar di kawasan Telaga Saat, sudah tertutup tanaman liar yang terbengkalai, seperti tumbuhan gulma, eceng gondok, dan lain-lain. Ironisnya, Kawasan itu juga telah menjadi daratan.

6 hektar di kawasan Telaga Saat seharusnya dapat menampung sekitar 5 juta kubik air. Hanya saja akibat terbengkalai, air yang tertampung hanya kurang dari 15 persen.

Ia pun membentuk gerakan dengan mengajak sekitar 1.500 orang untuk merevitalisasi kawasan Telaga Saat. Pasalnya, kawasan itu sempat digali oleh masyarakat sekitar, namun tidak berhasil.

Alasan adanya gerakan revitalisasi tersebut ingin menunjukkan bahwa, titik 0 Ciliwung berada di kawasan Telaga Saat. Hal ini sangat penting untuk keberlangsungan ekosistem di wilayah hilir.

Daya Tarik Telaga Saat Puncak Bogor

Telaga Saat Puncak, Bogor resmi dibuka menjadi objek wisata pada 28 Oktober 2018. Selain sebagai titik nol kilometer Sungai Ciliwung, Telaga Saat juga mempunyai pesona alam yang menakjubkan.

Di sekeliling telaga seluas 1,5 hektare dengan kedalaman 10 meter itu, terdapat perkebunan teh, hutan pinus, hingga perbukitan yang hijau. Panorama alamnya sangat asri hingga menawarkan udara sejuk diiringi latar pemandangan Gunung Gede-Pangrango.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Wisatawan akan mendapat kesan dan pengalaman lebih apabila berkunjung ke Telaga Saat. Kabut sore mampu menghilangkan penat dan pikiran berlebihan saat menghindari hiruk-pikuk perkotaan.

Saat memasuki pintu masuk Telaga Saat, pengunjung akan melihat dua patung besar berbentuk harimau dan badak. Kedua patung ini memiliki simbolis menggambarkan sosok Siliwangi dan Korem, unit militer di Indonesia.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT