News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Liburan Seru Akhir Tahun 2025 ke Yogyakarta, Candi Kalasan Jejak Warisan Buddha Tertua yang Kaya Sejarah

Candi Kalasan terletak di Kalibening, Tirtomartani, Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Bangunan ini menjadi tempat wisata warisan Buddha tertua.
Minggu, 7 Desember 2025 - 16:32 WIB
Candi Kalasan, warisan sejarah Buddha tertua di Yogyakarta
Sumber :
  • Antara Foto/Hendra Nurdiyansyah

tvOnenews.com - Yogyakarta menjadi salah satu daerah dikenal dengan kekayaan tempat wisata dan situs sejarah. Kebanyakan objek wisata di Jogja mudah dijangkau oleh wisatawan.

Permata yang masuk itinerary di Yogyakarta identik dengan Candi Prambanan. Akan tetapi, destinasi wisata juga memiliki kekayaan sejarah, salah satunya adalah Candi Kalasan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Candi Kalasan merupakan candi peninggalan atau warisan Buddha. Candi ini memiliki usia lebih dari seribu tahun dan terletak Kalibening, Tirtomartani, Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Kekayaan sejarah menjadikan Candi Kalasan sebagai rekomendasi tempat wisata terbaik. Apalagi kalau berkunjung saat menikmati momentum liburan seru pada akhir tahun 2025 ke Yogyakarta.

Sejarah Candi Kalasan Warisan Buddha Tertua di Yogyakarta

Candi Kalasan di Sleman, Yogyakarta
Candi Kalasan di Sleman, Yogyakarta
Sumber :
  • Dinas Pariwisata Pemkab Sleman, Yogyakarta

Merujuk dari Visiting Jogja Pemprov DIY, Candi Kalasan memiliki corak atau relief Buddha. Candi ini diperkirakan telah berdiri kokoh sejak abad ke-8 Masehi.

Berdasarkan hasil penelusuran, Candi Kalasan pertama kali dibangun saat masa perintah Rakai Panangkaran. Kehadiran bangunan sejarah ini untuk memberikan penghormatan pada para pendeta Buddha, terutama pada Bodhisastya Wanita atau Dewi Tara.

Mengacu pada keterangan dari laman Dinas Pariwisata Kabupaten Selatan, Candi Kalasan dibangun dalam masa Prasasti Kalasan. Penulisan pembangunan candi ini pada tahun Saka 700 atau sekitar 778 M.

Tulisan dalam prasasti tersebut menyebutkan saran dari para penasihat keagamaan Wangsa Syailendra. Saran ini bermaksud agar Maharaja Tejapurnama Panangkaran, Rakai Panangkaran, putra Raja Sanjaya dari Kerajaan Mataram Hindu membangun tempat suci.

Saran pembangunan bangunan suci tersebut sebagai tempat pemujaan Dewi Tara. Para pendeta Buddha juga menjadikan bangunan tersebut sebagai sebuah biara.

Mengenal Candi Kalasan dan Daya Tariknya

Candi Kalasan memiliki keunikan sendiri. Selain karena lokasinya berada di Sleman, bangunan suci ini berada di dalam kawasan rumah warga sehingga pesonanya memiliki ciri khas tersendiri.

Candi Kalasan memiliki stupa di bagian atap dengan corak Buddha. Tak heran, bangunan ini diklaim menjadi candi Buddha tertua berlokasi di Yogyakarta.

Setidaknya stupa pada Candi Kalasan kurang lebih sebanyak 52 stupa. Meski begitu, candi ini memang belum populer di masa itu ketimbang Candi Prambanan dan Candi Borobudur.

Keindahan dan nilai sejarahnya mampu membuat Candi Kalasan menjadi tempat wisata yang bersaing dengan candi-candi lainnya. Terlebih lagi, bangunan ini memiliki relief ditempel di semen kuno.

Keunikan dari semen kuno pada Candi Kalasan masih bersifat alami yang disebut Vajralepa. Sebaliknya, candi-candi lainnya menggunakan semen untuk perekat relief menggunakan bahan kimia.

Adapun ukuran bangunan Candi Kalasan memiliki bentuk bujur sangkar. Bangkan candi ini memiliki ukuran sekitar 45x34 meter dibalut dengan empat pintu.

Bangunannya membentuk tiga bagian yang terdiri dari mahkota candi, tubuh, dan kaki candi. Menariknya, candi ini juga memperlihatkan satu ruangan utama dan memiliki empat ruangan lainnya.

Dalam bangunan Candi Kalasan terdapat sebuah singgasana. Di area tersebut memiliki ukiran yang membentuk seperti singa berdiri di atas punggung seekor gajah.

Kelebihan dari Candi Kalasan karena letak lokasinya tidak jauh dari Candi Sari. Melalui pemandangan sisi selatan Candi Sari, wisatawan akan melihat patung Banaspati dengan ukuran besar.

Selain dekat dari Candi Sari, lokasi Candi Kalasan juga tidak jauh dari pusat Kota Yogyakarta. Dengan keberadaannya yang strategis, bangunan sejarah ini mudah dijangkau oleh para wisatawan.

Wisatawan atau pengunjung hanya perlu melewati Jalan Raya Yogyakarta - Solo untuk tiba ke kawasan Candi Kalasan.

Jika berkunjung ke Candi Kalasan, wisatawan hanya butuh jalan atau naik kendaraan sejauh 3 kilometer untuk ke Candi Prambanan. Bahkan bisa sekaligus berkunjung ke Candi Ratu Boko karena letaknya hanya 5 kilometer dari Candi Kalasan.

Harga tiket untuk memasuki kawasan Candi Kalasan sangat terjangkau. Wisatawan hanya butuh membeli tiket sebesar Rp5.000/orang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara biaya parkir motor di kawasan Candi Kalasan hanya butuh membayar sebesar Rp5.000 dan Rp10.000 untuk mobil.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Media Vietnam Sebut Pemain Timnas Indonesia Ini Jadi Biang Kerok Potensi Kekacauan di Liga Belanda, Kok Bisa?

Media Vietnam Sebut Pemain Timnas Indonesia Ini Jadi Biang Kerok Potensi Kekacauan di Liga Belanda, Kok Bisa?

Media Vietnam menyoroti polemik yang melibatkan Dean James, yang disebut berpotensi memicu kekacauan di Eredivisie akibat sengketa status kelayakan bermain.
Hanya Andalkan Marselino Ferdinan? Media Vietnam Ragukan Kekuatan Timnas Indonesia

Hanya Andalkan Marselino Ferdinan? Media Vietnam Ragukan Kekuatan Timnas Indonesia

Media Vietnam menyoroti skuad Timnas Indonesia jelang Piala ASEAN 2026, dengan perhatian utama tertuju pada Marselino Ferdinan sebagai satu-satunya pemain yang.
Bareskrim Polri Bongkar Gudang Praktik Penyuntikan LPG Subsidi di Klaten

Bareskrim Polri Bongkar Gudang Praktik Penyuntikan LPG Subsidi di Klaten

Bareskrim Polri membongkar kasus penyalahgunaan gas LPG subsidi di wilayah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada Sabtu (2/5/2026). Dalam hal ini, dua orang pelaku berhasil diamankan.
Imigrasi Soetta Cegah Keberangkatan 42 Jemaah Ilegal Sejak Awal Musim Haji 2026

Imigrasi Soetta Cegah Keberangkatan 42 Jemaah Ilegal Sejak Awal Musim Haji 2026

Kantor Imigrasi Bandara Soekarno Hatta (Soetta) mencatat sebanyak 42 calon jemaah haji non prosedural telah dicegah keberangkatannya ke Tanah Suci sejak awal masa haji 2026.
Kasus Anak Diduga Dicekoki Miras Hingga Dilecehkan di Tangerang, Pelaku Utama Masih Buron

Kasus Anak Diduga Dicekoki Miras Hingga Dilecehkan di Tangerang, Pelaku Utama Masih Buron

Polres Metro Tangerang Kota meningkatkan kasus anak wanita yang diduga dicekoki miras hingga dilecehkan oleh gerombolan pria, di wilayah Cipondoh, Kota Tangerang, dari penyelidikan ke penyidikan.
Ada Aksi May Day Internasional 2026 di Monas, Polisi Minta Masyarakat Tak Ikuti Arahan Jukir Liar

Ada Aksi May Day Internasional 2026 di Monas, Polisi Minta Masyarakat Tak Ikuti Arahan Jukir Liar

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin meminta kepada para massa aksi May Day Internasional 2026, untuk tidak mengikuti arahan juru parkir liar.

Trending

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri meninjau langsung lokasi kejadian kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Apakah tren wedding 2026 masih didominasi konsep mewah yang megah, atau justru bergeser ke arah yang lebih sederhana namun elegan? Perubahan ini tidak lepas dari cara pandang
Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

PT KAI (Persero) memastikan 240 penumpang Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek berhasil dievakusi dalam kondisi selamat.
Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Kabar tersebut bahkan keluar jelang selesainya musim kompetisi 2025-2026, di mana menjadi salah satu musim terbaik Dony Tri Pamungkas bersama Persija Jakarta. 
Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

​​​​​​​RSUD Kota Bekasi membludak usai tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur. IGD padat, puluhan korban luka terus berdatangan dan dirawat intensif.
Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Bung Ropan bahas soal alasan Beckham Putra tak dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia. Ternyata ada alasan khusus mengapa John Herdman panggil pemain.
Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons spanduk Bobotoh "Shut Up KDM" di Tribun Utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga Persib vs Arema FC.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT