News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Polisi Sebut Kekerasan Anak di Daycare Little Aresha Yogyakarta Atas Perintah Ketua Yayasan dan Kepala Sekolah

Aparat kepolisian berhasil membongkar kasus dugaan kekerasan terhadap anak di Daycare Little Aresha wilayah Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Polisi telah menetapkan 13 orang tersangka.
Senin, 27 April 2026 - 22:39 WIB
Barang bukti dalam kasus dugaan kekerasan anak di Daycare Little Aresha ditunjukkan kepada awak media saat rilis kasus di Mapolresta Yogyakarta, Senin (27/4/2026).
Sumber :
  • Tim tvOne - Sri Cahyani Putri

Yogyakarta, tvOnenews.com - Aparat kepolisian berhasil membongkar kasus dugaan kekerasan terhadap anak di Daycare Little Aresha wilayah Umbulharjo, Kota Yogyakarta. 

Polisi telah menetapkan 13 orang tersangka yang seluruhnya berjenis kelamin perempuan. Mereka inisial DK (51) warga Sewon sebagai ketua yayasan dan AP (42) warga Gedongtengen sebagai kepala sekolah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara, para pengasuhnya inisial FN (30) warga Boyolali Jawa Tengah, NF (26) warga Kasihan, Lis (34) warga Karanganyar Jawa Tengah, EN (26) Imogiri, SRM (54) warga Umbulharjo, DR (32) warga Kasihan, HP (47) warga Sedayu, ZA (30) warga Pengasih, SRj (50) warga Mergangsan, DO (31) warga Banguntapan dan DM (28) warga Sarolangun Jambi. 

Setidaknya, ada 103 anak yang dititipkan di daycare tersebut. Dari jumlah tersebut, 53 anak di antaranya menjadi korban kekerasan baik fisik maupun verbal. 

Mirisnya, tindakan tak manusiawi dilakukan oleh para pengasuh atas instruksi pimpinan yang menaungi yayasan tersebut. 

"Ketua yayasan dan kepala sekolah ini selalu hadir tiap pagi dan mereka melihat langsung para pengasuh melakukan hal tersebut kepada anak-anak. Jadi dia mengetahui dan menyuruh melakukan itu (tindakan kekerasan)," ungkap Kompol Riski Adrian, Kasatreskrim Polresta Yogyakarta saat rilis kasus, Senin (27/4/2026). 

Berdasarkan pemeriksaan polisi, para pengasuh di daycare tersebut juga menyampaikan bila tindakan kekerasan tersebut disampaikan juga oleh seniornya secara turun temurun. 

"Sebelum mereka kan sudah ada yang bekerja. Cara-cara itu juga terus disampaikan sama senior-senior mereka yang sudah keluar," ucapnya.

Diketahui, kekerasan yang dilakukan pengasuh mulai dari diikat tali, dibedong hingga ditidurkan di atas playmate hanya dengan memakai pampers. 

Tindakan-tindakan tersebut dilakukan sejak anak tiba di daycare hingga dijemput orang tuanya. 

"Mereka datang di pagi hari langsung diikat pakai tali dan sebagainya. Palingan nanti saat mau mandi, mau makan baru dilepas. Ketika mau makan baru dipakaikan baju, difoto untuk dikirimkan dokumentasinya kepada wali siswa," ucapnya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, kondisi penitipan anak disana disebut sangat tidak layak, terdapat tiga kamar berukuran sekitar 3×3 meter persegi, namun masing-masing kamar dipaksakan diisi 20 anak. 

Diketaui, daycare Little Aresha menyediakan berbagai paket tergantung hari dan waktunya. Sehingga, biaya yang dikeluarkan oleh masing-masing orang tua pun berbeda-beda. 

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

PT KAI (Persero) memastikan 240 penumpang Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek berhasil dievakusi dalam kondisi selamat.
Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Kabar tersebut bahkan keluar jelang selesainya musim kompetisi 2025-2026, di mana menjadi salah satu musim terbaik Dony Tri Pamungkas bersama Persija Jakarta. 
Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri meninjau langsung lokasi kejadian kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

​​​​​​​RSUD Kota Bekasi membludak usai tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur. IGD padat, puluhan korban luka terus berdatangan dan dirawat intensif.
Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Apakah tren wedding 2026 masih didominasi konsep mewah yang megah, atau justru bergeser ke arah yang lebih sederhana namun elegan? Perubahan ini tidak lepas dari cara pandang
Teka-Teki Pemanggilan Mees Hilgers ke Timnas Indonesia: Cedera Panjang hingga Intrik Klub di Belanda

Teka-Teki Pemanggilan Mees Hilgers ke Timnas Indonesia: Cedera Panjang hingga Intrik Klub di Belanda

Di tengah persiapan matang yang dilakukan pelatih Timnas Indonesia John Herdman, satu nama yang paling dinanti kabarnya adalah bek andalan Mees Hilgers. Publik

Trending

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri meninjau langsung lokasi kejadian kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Apakah tren wedding 2026 masih didominasi konsep mewah yang megah, atau justru bergeser ke arah yang lebih sederhana namun elegan? Perubahan ini tidak lepas dari cara pandang
Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

PT KAI (Persero) memastikan 240 penumpang Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek berhasil dievakusi dalam kondisi selamat.
Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Kabar tersebut bahkan keluar jelang selesainya musim kompetisi 2025-2026, di mana menjadi salah satu musim terbaik Dony Tri Pamungkas bersama Persija Jakarta. 
Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

​​​​​​​RSUD Kota Bekasi membludak usai tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur. IGD padat, puluhan korban luka terus berdatangan dan dirawat intensif.
Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Bung Ropan bahas soal alasan Beckham Putra tak dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia. Ternyata ada alasan khusus mengapa John Herdman panggil pemain.
Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons spanduk Bobotoh "Shut Up KDM" di Tribun Utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga Persib vs Arema FC.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT