Sudah Vaksin Influenza, Apakah Masih Bisa Terkena Flu? Ini Penjelasan Dokter
- Pexels/Andrea Piacquadio
tvOnenews.com - Vaksin influenza kerap dianggap sebagai perlindungan mutlak dari penyakit flu.
Namun, di tengah cuaca ekstrem dan maraknya kasus infeksi saluran pernapasan, masih banyak masyarakat yang bertanya-tanya, apakah seseorang tetap bisa terkena flu meski sudah menjalani vaksinasi influenza.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Penyakit Tropik dan Infeksi, dr. Robert Sinto, menjelaskan bahwa vaksin influenza memang penting, meski tidak memberikan perlindungan 100 persen terhadap infeksi.
“Iya. Jadi, satu, vaksin tidak 100% mencegah, tapi dia mencegah jadi berat,” jelas dr. Robert, dilansir dari kanal YouTube Hidup Sehat tvOne.
Menurutnya, tujuan utama vaksinasi influenza bukan semata-mata untuk mencegah seseorang tertular, melainkan untuk menghindarkan pasien dari kondisi sakit yang berat hingga membutuhkan perawatan di rumah sakit.
“Jadi, yang kita target dengan vaksinasi adalah satu, memang kita harapkan angka kejadiannya menurun, berkurang. Tapi yang lebih penting dari semua proses vaksinasi adalah mencegah supaya dia tidak menjadi berat atau minimal tidak masuk ke rumah sakit,” ujarnya.
- Freepik/benzoix
dr. Robert menegaskan, meskipun influenza pada sebagian besar orang dapat sembuh dengan sendirinya, vaksinasi tetap diperlukan.
Salah satu alasannya adalah dampak flu terhadap produktivitas sehari-hari.
“Jadi kalau ditanya walaupun dia bisa sembuh sendiri, apakah memang diperlukan? Satu, kita tentu mencegah sakit. Dengan sakit kita jadi enggak kerja 3-4 hari, produktivitas turun. Jadi kalau bisa kita mencegah ya lebih baik kita mencegah,” katanya.
Ia pun menekankan bahwa vaksinasi influenza tetap relevan dilakukan secara rutin.
“Jadi tetap diperlukan vaksinasi walaupun pada kebanyakan orang ini penyakit yang sebuh sendiri,” lanjutnya.
Terkait durasi perlindungan vaksin influenza, dr. Robert menjelaskan bahwa vaksin ini dianjurkan diberikan setiap tahun.
Hal tersebut disebabkan oleh perubahan strain virus influenza yang terus terjadi.
“Untuk influenza kita dianjurkan 1 tahun satu kali, karena ada perubahan strain dari virus influenza yang beredar di dunia,” jelasnya.
“Setiap tahun itu perusahaan farmasi vaksin itu membuat strain yang berdasarkan data strain terbarunya,” sambung dr. Robert.
Load more