News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Gula Darah Rendah Apa yang Harus Dilakukan? dr. Zaidul Akbar Bilang Jangan Dipaksakan Naik, Perhatikan Satu Hal ini!

dr. Zaidul Akbar ungkap cara alami atasi tekanan darah rendah tanpa dipaksakan naik. Hindari rimpang seperti kunyit dan seledri, ini alasannya!
Sabtu, 8 November 2025 - 20:45 WIB
dr. Zaidul Akbar
Sumber :
  • YouTube/drzaidulakbarofficial

tvOnenews.com - Pasien dengan tekanan darah rendah sering kali panik dan berusaha menaikkan kadarnya agar “normal” seperti orang lain.

Namun, menurut dr. Zaidul Akbar, hal itu justru tidak perlu dilakukan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam salah satu video di YouTube, dr. Zaidul Akbar menjelaskan bahwa setiap orang memiliki kadar tekanan dan gula darah yang berbeda, dan tidak semua orang harus menyesuaikannya dengan angka standar umum seperti 120/80 mmHg.

Menurutnya, seseorang dengan tekanan darah 90/70 mmHg belum tentu sedang sakit.

“Enggak ada gunanya dipaksain. Kalau anda sudah ditakdirkan hidup sebagai seorang darah rendah, maka hiduplah sebagai darah rendah,” ujar dr. Zaidul Akbar.

Ia menegaskan bahwa tubuh memiliki keseimbangan alami masing-masing, dan bagi sebagian orang, tekanan darah rendah itu justru kondisi normalnya.

dr. Zaidul menambahkan bahwa orang dengan darah rendah biasanya juga memiliki kondisi tubuh “hipo” lainnya, seperti asam lambung rendah, tiroid rendah, hingga gula darah rendah.

Karena itu, upaya menaikkan tekanan darah secara paksa justru bisa membuat tubuh tidak nyaman.

Dokter yang dikenal dengan gaya hidup sehat berbasis sunnah ini menyarankan agar penderita darah rendah tidak membiarkan perut kosong.

Ia menjelaskan bahwa orang dengan kondisi “hipo” cenderung tidak tahan lapar karena asam lambungnya juga rendah.

Maka dari itu, solusi paling aman adalah makan dengan frekuensi sering tetapi dalam porsi kecil.

Dengan cara ini, tubuh tetap mendapat asupan energi tanpa menimbulkan beban pada sistem pencernaan.

“Orang hipo itu kecenderungannya dia tidak bisa perutnya kosong, jadi dia harus sering-sering makan tapi sedikit supaya perutnya ada isi,” katanya.

dr. Zaidul Akbar juga mengingatkan agar penderita darah rendah berhati-hati dalam mengonsumsi bahan herbal.

Beberapa jenis rimpang seperti kunyit dan seledri, menurutnya, justru dapat menurunkan tekanan darah lebih jauh.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Orang darah rendah jangan minum rimpang-rimpang yang nurunin tekanan darah. Contohnya apa? Kunyit. Kalau minum kunyit bisa langsung kelingan (pusing). Minum seledri bisa tepar,” ungkapnya.

Namun, bukan berarti penderita darah rendah tidak boleh menikmati manfaat kunyit sama sekali.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT