News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ribuan Pasien Anak dari Daerah Sulit Dapat Tempat Tinggal Saat Berobat ke Jakarta, Rumah Singgah Jadi Harapan

Ribuan anak dari daerah berobat ke Jakarta kesulitan tempat tinggal. Rumah singgah jadi solusi mendesak untuk keluarga pasien anak. 
Rabu, 9 Juli 2025 - 20:57 WIB
Foto pasien anak di rsud dr sutomo
Sumber :
  • tvOne - sandi irwanto

Salah satu cara untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya rumah singgah ini datang melalui partisipasi 22 pelari Indonesia dalam ajang World Marathon Majors 2025, yang digelar di kota-kota besar seperti London, Sydney, Chicago, dan Valencia. Mereka tidak hanya berlari demi target pribadi, tetapi juga membawa misi kemanusiaan: menggalang kepedulian dan dukungan bagi anak-anak pasien rujukan dari berbagai daerah.

Salah satu peserta, Sheryl Sheinafia, yang akan berlari di Chicago Marathon, mengungkapkan bahwa partisipasinya kali ini memiliki makna lebih dalam. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Saya melihat betapa beratnya perjuangan keluarga pasien anak dari luar kota. Mereka harus bertahan tanpa tempat tinggal layak di tengah tekanan emosional. Lewat langkah ini, saya ingin menyuarakan harapan untuk mereka, agar tak ada lagi anak yang harus berjuang sendiri,” ujarnya.

Hal serupa juga disampaikan oleh Daffa Wardhana, yang akan berlari di Sydney Marathon. Ia menegaskan bahwa misi sosial inilah yang membuatnya tergerak. 

“Berlari di ajang sebesar ini menjadi bentuk kecil dari kepedulian saya. Ada banyak anak yang butuh bantuan, bukan hanya soal pengobatan, tapi juga soal tempat tinggal dan kenyamanan saat menjalani masa sulit. Saya hanya ingin jadi bagian dari harapan itu,” kata Daffa.

Di balik gerakan ini berdiri Yayasan Ronald McDonald House Charities (RMHC) Indonesia yang menjadi penggagas kampanye sosial tersebut. Yayasan ini tengah membangun Rumah Singgah ke-4 di Kemanggisan, Jakarta Barat, yang akan diperuntukkan bagi keluarga pasien anak dari RS Jantung Harapan Kita, RS Anak dan Bunda Harapan Kita, serta RS Kanker Dharmais.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketua Yayasan RMHC Indonesia, Caroline Djajadiningrat, mengatakan, “Kami percaya setiap langkah yang diambil para pelari adalah simbol dari perjalanan menuju masa depan yang lebih baik bagi anak-anak Indonesia. Rumah singgah bukan sekadar tempat tidur, tetapi ruang harapan di tengah perjuangan. Melalui partisipasi ini, kami ingin menyampaikan pesan tentang empati, dukungan, dan kebersamaan.”

Rumah singgah yang akan dibangun ini dirancang memiliki 66 kamar dan fasilitas pendukung yang nyaman. Kehadirannya ditujukan untuk mendekatkan keluarga pada anak-anak mereka selama masa pengobatan dan meminimalkan beban ekonomi yang selama ini menjadi penghalang utama bagi banyak keluarga.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT