News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bila Terasa Lapar, Jangan Sarapan Pakai Nasi dan Sayur, Kata dr Zaidul Akbar Sebaiknya Tunggu Pukul…

Banyak yang salah menilai bahwa sarapan terbaik dapat mengonsumsi makanan berat seperti nasi beserta lauk dan sayurnya. dr Zaidul Akbar menyarankan kalau...
Selasa, 29 Oktober 2024 - 20:05 WIB
dr Zaidul Akbar sarankan jangan langsung sarapan dengan nasi
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com

tvOnenews.com - Makan di pagi hari atau sarapan sangat penting untuk mengisi energi sebelum melakukan aktivitas.

Banyak yang salah menilai bahwa sarapan terbaik dapat mengonsumsi makanan berat seperti nasi beserta lauk dan sayurnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Terlebih bila orang Indonesia sering beranggapan kalau belum kenyang sebelum makan nasi. 

Ternyata, sarapan dengan nasi, sayur dan lauk justru tidak disarankan, sebab tubuh bisa mengalami gangguan. 

Lantas, sarapan yang baik pukul berapa serta menu apa yang seharusnya dapat dikonsumsi?

Pada satu ceramahnya, dr Zaidul Akbar menjelaskan terdapat efek pada tubuh bila sarapan berat dengan nasi.

Seperti apa penjelasan dr Zaidul Akbar mengenai hal tersebut? Simak informasinya berikut ini.

Dilansir tvOnenews.com dari tayangan di kanal YouTube dr Zaidul Akbar Official, dokter sekaligus pendakwah ini secara tegas menyebutkan pagi hari bukanlah waktu yang cocok untuk sarapan dengan makanan yang memiliki kandungan enzim rendah.

"Pagi-pagi itu tidak cocok makan makanan yang minus miskin enzim," ungkap dr Zaidul Akbar pada tayangan YouTube miliknya.

dr Zaidul Akbar
dr Zaidul Akbar. (Ist)

Bahkan dirinya menganjurkan untuk sekalian tidak perlu sarapan, cukup dengan meminum air putih.

"Lebih baik anda pagi-pagi tidak usah sarapan, minum saja cukup," ujarnya.

Bukan tanpa alasan, faktanya di pagi hari sebenarnya hormon lapar manusia itu sedang dalam posisi terendahnya.

"Karena memang secara sains pagi itu hormon lapar kita lagi rendah-rendahnya," tutur dr Zaidul Akbar.

"Jadi antara jam 6 sampai jam 7 bukan waktu yang tepat untuk banyak makan sehingga fasenya pagi itu fase pengeluaran mangkanya kita buang hajat kalau pagi-pagi kan," lanjutnya.

Menurutnya, makan di waktu hormon lapar sedang rendah itu bukanlah hal yang tepat.

"Makan di saat hormon makan lagi rendah bukan waktu yang tepat untuk makan," tegas dr Zaidul Akbar.

"Kapan makannya, siang sebelum siang," terusnya.

dr Zaidul Akbar memberi contoh satu dampak jika sarapan dengan menu nasi yang banyak.

"Habis makan itu biasanya ngantuk enggak," kata dr Zaidul Akbar.

"Di samping itu anda coba makan rujak, habis makan itu ngantuk enggak, rujaknya nggak pedes ya, rujak biasa aja," imbuhnya.

Sementara itu hormon lapar akan berada pada posisi tertingginya di sekitar jam 12 siang hingga menjelang sore.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Biasanya menu mediterania itu sehari sekali dan siang, karena saat itu hormon lapar kita lagi tinggi-tingginya," tandasnya.

Oleh karena itu, dr Zaidul Akbar menyarankan agar di pagi hari tidak sarapan nasi dengan porsi besar, sebaiknya konsumsi buah-buahan segar saja. (far/kmr)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT