Profil Belvin Tannadi, Influencer Saham yang Didenda Rp5,35 Miliar oleh OJK atas Kasus Goreng Saham
- Istimewa
Dalam berbagai seminar dan pelatihan, Belvin sering memberi pesan kepada investor pemula agar tidak terburu-buru mengejar keuntungan besar, melainkan fokus pada pengalaman dan pembelajaran bertahap.
Terjerat Kasus Manipulasi Perdagangan Saham
Di balik citra sebagai edukator investasi, OJK menemukan adanya praktik yang bertentangan dengan prinsip perdagangan yang wajar. Dalam hasil pemeriksaan regulator, Belvin terbukti melakukan transaksi beli dan jual saham tertentu menggunakan sejumlah rekening efek nominee.
Saham yang terlibat antara lain berkode AYLS, FILM, dan BSML. Pola transaksi tersebut dinilai menciptakan gambaran aktivitas pasar yang semu sehingga harga saham tidak mencerminkan kekuatan permintaan dan penawaran sebenarnya.
OJK menyatakan praktik itu masuk kategori manipulasi pasar karena dapat memengaruhi persepsi investor lain serta menyesatkan dalam pengambilan keputusan investasi.
Atas perbuatannya, Belvin dinyatakan melanggar Pasal 90, Pasal 91, dan Pasal 92 Undang-Undang Pasar Modal sebagaimana telah diperbarui melalui Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK). Ketentuan tersebut secara tegas melarang penciptaan kondisi perdagangan semu, pengendalian harga, maupun tindakan lain yang dapat mengganggu mekanisme pasar yang adil.
Denda Rp5,35 Miliar dan Peringatan bagi Influencer Finansial
OJK menjatuhkan sanksi administratif berupa denda sebesar Rp5,35 miliar kepada Belvin. Regulator menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga integritas pasar modal Indonesia di tengah meningkatnya pengaruh media sosial dalam dunia investasi.
Fenomena munculnya financial influencer atau “finfluencer” memang telah mengubah lanskap edukasi keuangan. Banyak investor pemula menjadikan media sosial sebagai rujukan utama sebelum bertransaksi di pasar saham. Namun, pengaruh besar tersebut juga membawa tanggung jawab besar untuk tidak menyalahgunakan informasi atau menciptakan pergerakan pasar yang tidak wajar.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa seluruh pelaku pasar, termasuk influencer, tetap terikat pada regulasi yang sama dengan investor institusi maupun profesional.
Dari Edukator ke Sorotan Regulator
Perjalanan Belvin Tannadi menunjukkan transformasi dari investor ritel yang belajar secara mandiri, menjadi figur publik di bidang edukasi saham, hingga akhirnya harus berhadapan dengan sanksi regulator.
Load more