Ubah Kawasan Kumuh di Tepi Bengawan Solo, SMV Kemenkeu Gelontorkan Rp4,48 Miliar untuk Bangun Puluhan Rumah Baru Gratis
- tvOnenews.com/Rilo Pambudi
Jakarta, tvOnenews.com - Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengawal langsung program Joint Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan yang digelar di Kelurahan Sangkrah, Kamis (12/2/2026).
Program ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan pemerintah dalam menekan backlog perumahan.
Selain itu, penuntasan kawasan kumuh di Kota Surakarta ini juga diharapkan sebagai langkah untuk menghapus kemiskinan ekstrem, serta menyelesaikan segmen terakhir kawasan kumuh Sangkrah-Semanggi, khususnya wilayah tepi Bengawan Solo.
Tercatat, SMV Kemenkeu menggelontorkan dana Rp4,48 miliar untuk membangun 56 unit Rumah Layak Huni (RLH) dibangun gratis untuk 56 kepala keluarga di Sangkrah.
Wamenkeu Suahasil menegaskan, pelaksanaan TJSL oleh BUMN di bawah Kemenkeu harus dilakukan secara terpadu dan tidak berjalan sendiri-sendiri.
"Karena itu, Badan Usaha Milik Negara yang ada di bawah Kementerian Keuangan juga menjalankan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan ini, dan para badan usahanya disponsori yang paling besar di sini adalah PT SMF,” ujar Wamenkeu.

- tvOnenews.com/Rilo Pambudi
Ia menambahkan, sinergi antar-SMV merupakan arahan strategis Kementerian Keuangan agar dampak sosial yang dihasilkan lebih optimal.
"Nah, ini satu kolaborasi yang baik di antara para badan usaha, dan memang ini menjadi arahan dan visi dari Kementerian Keuangan sejak beberapa tahun terakhir bahwa yang namanya Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan oleh Badan Usaha Milik Negara di bawah lingkungan Kementerian Keuangan itu harus terkonsolidasi,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) Ananta Wiyogo menyebut pihaknya bertindak sebagai koordinator program sekaligus kontributor utama dalam pembangunan rumah.
"Sesuai dengan namanya, ada namanya 'Griya', jadi kami memiliki mandat khusus dalam pembiayaan sekunder perumahan."
Ia mengatakan di Surakarta program ini telah berjalan dalam dua tahap, yakni 47 rumah pada 2022 dan 56 rumah pada 2025 melalui skema joint program.
"Program ini menghasilkan pembangunan dan renovasi 56 unit rumah layak huni bagi 56 kepala keluarga dengan total nilai kurang lebih hampir 5 miliar.”
Load more