Hari Perempuan Internasional, Pertamina Patra Niaga Perkuat TJSL Lewat Pemberdayaan Ratusan Perempuan di 49 Wilayah
- Pertamina
Jakarta, tvOnenews.com - Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berfokus pada pemberdayaan perempuan di berbagai wilayah operasional Pertamina Patra Niaga terus diperkuat. Upaya ini menjadi bagian dari peringatan Hari Perempuan Internasional yang diperingati setiap 8 Maret.
Program pemberdayaan tersebut dijalankan di 49 lokasi di seluruh Indonesia. Melalui inisiatif ini, sebanyak 695 perempuan memperoleh pendampingan untuk meningkatkan kapasitas ekonomi dan sosial.
Kegiatan tersebut memberikan ruang belajar, memperkuat rasa percaya diri, serta mendorong perempuan mengambil peran lebih besar dalam keluarga dan masyarakat.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M. V. Dumatubun, menyatakan bahwa peringatan Hari Perempuan Internasional menjadi momentum penting untuk menegaskan peran perempuan dalam pembangunan berkelanjutan.
“Pemberdayaan perempuan merupakan bagian integral dari pelaksanaan TJSL Pertamina Patra Niaga. Kami percaya, ketika perempuan diberi akses terhadap ruang belajar, peluang usaha, dan penguatan kapasitas, dampaknya akan langsung terasa pada ketahanan ekonomi keluarga dan komunitas secara luas,” ujar Roberth dalam keterangan resmi, Sabtu (7/3/2026).
Salah satu program unggulan dijalankan oleh Integrated Terminal Makassar melalui inisiatif PUANMAKARI (Perempuan Mandiri, Anak Percaya Diri).
Program ini awalnya hadir sebagai shelter bagi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), lalu berkembang menjadi ruang pemberdayaan berkelanjutan bagi perempuan dan anak.
PUANMAKARI kini menjadi program andalan Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi. Program ini juga meraih penghargaan PROPER Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) selama dua tahun berturut-turut, yakni pada 2023 dan 2024.
Sebanyak 103 perempuan dan 230 anak telah memperoleh pendampingan melalui program tersebut. Selain menyediakan shelter, program ini juga menghadirkan kurikulum pemberdayaan yang mendukung pengembangan diri. Sebanyak 36 perempuan dan remaja perempuan bahkan telah menjalankan berbagai usaha produktif secara bersama.
Dari sisi ekonomi, Sekolah Anak Percaya Diri mencatat peningkatan pendapatan hingga Rp51.984.000. Sementara Kelompok Srikandi menghasilkan pendapatan sebesar Rp86.640.000 dari aktivitas usaha yang dikembangkan bersama.
Manfaat program ini juga dirasakan langsung oleh para orang tua. Hal tersebut diungkapkan oleh Wahida Rahman, orang tua murid Sekolah Anak Percaya Diri.
Load more