Alih-alih Naik, IHSG 'Kebakaran' Meski Menkeu Purbaya Optimistis Bakal Menguat
- tvOnenews.com/Syifa Aulia
Ia menambahkan, pasar juga masih mencermati dampak mundurnya sejumlah pejabat otoritas pasar modal serta langkah-langkah lanjutan pemerintah dalam melakukan reformasi tata kelola sektor keuangan.
Langkah cepat pemerintah yang menunjuk pejabat sementara di OJK dan BEI memang dinilai mampu meredakan sebagian kekhawatiran, namun investor tetap menunggu implementasi kebijakan yang lebih konkret.
Data Ekonomi Jadi Penentu Arah Pasar
Selain faktor domestik, pergerakan IHSG juga dipengaruhi oleh rilis sejumlah data ekonomi yang dinilai krusial sepanjang pekan ini. Investor akan mencermati indikator seperti indeks PMI manufaktur, neraca perdagangan, inflasi, pertumbuhan ekonomi, cadangan devisa, hingga indeks harga properti.
Dari luar negeri, pasar global dibayangi rilis data tenaga kerja Amerika Serikat serta indeks PMI AS. Selain itu, kelanjutan musim laporan keuangan emiten teknologi dan sektor kecerdasan buatan (AI) di Negeri Paman Sam turut memengaruhi sentimen investor di pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.
Bursa Global Bergerak Beragam
Pada perdagangan Jumat (30/1/2026) pekan lalu, bursa saham Amerika Serikat ditutup melemah. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,36 persen ke level 48.892,47, indeks S&P 500 terkoreksi 0,43 persen ke posisi 6.950,30, dan indeks Nasdaq Composite melemah 1,28 persen ke 25.552,39.
Sementara itu, bursa Asia pada Senin pagi bergerak variatif. Indeks Nikkei Jepang menguat 235,90 poin atau 0,44 persen ke level 53.558,80. Indeks Shanghai turun 20,95 poin atau 0,51 persen ke 4.096,99. Indeks Hang Seng melemah 419,44 poin atau 1,53 persen ke 26.967,66. Adapun indeks Strait Times di Singapura naik 8,70 poin atau 0,18 persen ke posisi 4.913,83.
Pergerakan bursa global yang tidak solid ini turut menekan sentimen pasar domestik, sehingga IHSG belum mampu bergerak sejalan dengan optimisme pemerintah.
Kontras Pernyataan dan Realita Pasar
Perbedaan antara prediksi Purbaya dan realisasi pergerakan IHSG menunjukkan bahwa pasar saham tetap sangat sensitif terhadap sentimen global, kepastian kebijakan, serta persepsi risiko jangka pendek. Meski fundamental ekonomi dinilai kuat, pelaku pasar cenderung bersikap defensif hingga ada kepastian lebih lanjut terkait arah reformasi pasar modal dan stabilitas kebijakan keuangan nasional. (nsp)
Load more