WNA Afrika Diduga Jadi Korban Penipuan Bisnis Minyak Curah, Lapor ke Polda Metro dan Minta Perhatian Presiden
- Ist
Untuk menjaga reputasi bisnisnya, Zakariya terpaksa mengembalikan dana para investor menggunakan dana pribadi.
“Dampaknya luar biasa. Investor mulai meragukan saya, ini sangat merugikan kredibilitas saya. Selain kerugian materiil, saya juga mengalami kerugian immateriil,” ungkapnya.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, LSP sebelumnya juga pernah berhadapan dengan proses hukum.
Pada akhir November 2022, ia ditangkap Bareskrim Polri setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pelanggaran perlindungan konsumen dan perindustrian.
Dalam perkara tersebut, LSP diduga mengemas ulang minyak goreng curah bersubsidi menjadi produk premium, dengan potensi kerugian negara mencapai Rp26,6 miliar. Ia kemudian dinyatakan bersalah oleh Pengadilan Negeri Cikarang pada Maret 2023.
Zakariya berharap aparat penegak hukum dapat menangani laporannya secara serius agar kasus ini tidak berlarut-larut. Ia mengaku telah menghabiskan banyak biaya dan tenaga demi memperoleh keadilan.
“Kami berharap polisi segera memproses kasus ini. Saya sudah habis banyak uang hanya untuk mencari keadilan,” katanya.
Ia bahkan mengaku hampir kehilangan harapan karena proses hukum yang dinilainya berjalan lambat, meski dugaan penipuan atau penggelapan disebut sudah cukup jelas.
“Saya mohon kepada Presiden Prabowo agar kasus ini bisa mendapat perhatian khusus karena menyangkut kepercayaan investor yang menjalankan bisnis di Indonesia,” ujarnya.
Ingin Bantu Pasarkan Produk Lokal
Zakariya diketahui telah menetap di Indonesia selama belasan tahun. Ketertarikannya terhadap Indonesia membuatnya meninggalkan negara asalnya di Afrika dan menempuh pendidikan di Universitas Muhammadiyah Jakarta.
Setelah menyelesaikan pendidikan, Zakariya melihat potensi besar dari produk-produk lokal Indonesia untuk menembus pasar internasional.
Ia kemudian membangun jaringan bisnis yang berfokus membantu pelaku usaha dalam negeri memasarkan produknya ke luar negeri.
“Saya belajar dan mengembangkan bisnis di sini. Saya sudah belasan tahun menjalankan usaha di Indonesia dan membantu pelaku usaha lokal menembus pasar luar negeri,” katanya.
Berbagai produk telah ia pasarkan, mulai dari sarung, tekstil, madu, hingga makanan olahan.
Produk-produk tersebut dikirim ke sejumlah wilayah, seperti Timur Tengah, Afrika, dan Eropa, sesuai dengan kebutuhan mitra bisnisnya. (rpi)
Load more