IHSG Melemah Sepekan Terakhir, Ini Rekomendasi Saham Terbaik yang Dinilai Masih Menjanjikan
- Antara
Strategi Investor Saat IHSG Melemah
Di tengah kondisi IHSG yang cenderung melemah, analis menilai peluang tetap terbuka melalui pemilihan saham yang tepat. Fokus investor saat ini dinilai mengarah pada saham-saham berfundamental baik, memiliki katalis positif, serta berpotensi diuntungkan oleh arus window dressing menjelang akhir tahun.
IPOT menilai IHSG masih berpeluang bergerak variatif dengan kecenderungan menguat, berada pada area support 8.570 dan resistance 8.800. Dalam situasi seperti ini, selektivitas menjadi kunci utama.
Rekomendasi Saham Pilihan Saat Pasar Berfluktuasi
Merespons kondisi tersebut, IPOT merekomendasikan sejumlah saham yang dinilai relatif defensif sekaligus memiliki potensi penguatan jangka pendek hingga menengah.
Berikut rekomendasi saham IPOT:
-
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
Secara teknikal, JPFA membentuk pola bullish falling wedge yang mengindikasikan potensi kelanjutan tren naik. Risiko dinilai relatif rendah dengan rasio risiko dan imbal hasil sekitar 1:2.
-
Harga saat ini: Rp 2.640
-
Target harga: Rp 2.800
-
Potensi kenaikan: sekitar 6,1%
-
Stop loss: di bawah Rp 2.560
-
-
PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC)
Saham MEDC menunjukkan pola marubozu yang mencerminkan kekuatan beli yang solid. Selain itu, mulai terlihat arus dana masuk yang membuka peluang breakout lanjutan.
-
Area beli: Rp 1.340
-
Harga saat ini: Rp 1.315
-
Target harga: Rp 1.445
-
Potensi kenaikan: sekitar 7,8%
-
Stop loss: di bawah Rp 1.290
-
-
PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP)
INKP dinilai tengah memasuki fase technical reborn atau potensi pembalikan tren. Dari sisi fundamental, laba bersih perusahaan melonjak 44,15 persen pada periode sembilan bulan 2025, sehingga menambah daya tarik saham ini.
-
Harga saat ini: Rp 8.200
-
Target harga: Rp 8.800
-
Potensi kenaikan: sekitar 7,3%
-
Stop loss: di bawah Rp 8.000
-
Meski IHSG cenderung melemah dalam sepekan terakhir, peluang investasi tetap terbuka melalui strategi selektif. Saham-saham dengan dukungan teknikal kuat, fundamental solid, dan katalis akhir tahun dinilai masih layak dilirik. Namun demikian, investor tetap disarankan disiplin menerapkan manajemen risiko dan melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan. (nsp)
Load more