GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kementan Genjot Program UPLAND untuk Bangkitkan Pertanian Dataran Tinggi Indonesia, Begini Dampak Nyatanya

The Development of Integrated System in Uplnad Areas Project (UPLAND) adalah program pengembangan kawasan pertanian dataran tinggi yang didanai oleh IFAD dan ISDB.
Jumat, 5 Desember 2025 - 19:34 WIB
Direktur Jenderal (Dirjen) Lahan dan Irigasi Pertanian, Hermanto, terus dorong Program UPLAND.
Sumber :
  • Kementan

Jakarta, tvOnenews.com - Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat pengembangan lahan pertanian di dataran tinggi indonesia yang memiliki potensi mencapai 5,51 juta hektar.

Kawasan ini dinilai sangat strategis untuk pengembangan komoditas pangan, hortikultura, perkebunan, dan peternakan, sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional sesuai Asta Cita Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Direktur Jenderal (Dirjen) Lahan dan Irigasi Pertanian, Hermanto, menegaskan bahwa Kementan saat ini fokus pada percepatan peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani antara lain melalui program "The Development of Integrated System in Uplnad Areas Project (UPLAND)", sebuah program pengembangan kawasan pertanian dataran tinggi yang didanai oleh IFAD dan ISDB.

Program UPLAND bukan sekadar proyek biasa, ini adalah lompatan besar menuju pertanian modern yang terpadu, produktif, tangguh, dan berkelanjutan.

"Karakteristik tanah dataran tinggi sangat mendukung untuk ditingkatkan kesuburannya sehingga kemampuan tanah dalam menyediakan kondisi lingkungan untuk mendukung pertumbuhan optimal tanaman di dataran tinggi dapat terpenuhi, " ujarnya penuh keyakinan, Jumat (5/12/2025).

Pendekatan Terintegrasi: Dari Lahan Hingga Pasar

Program UPLAND hadir dengan pendekatan sistem pertanian terpadu yang menyentuh semua rantai produksi dan pasca panen (on-farm dan off-farm), mulai dari:

• Dukungan lingkungan sosial dan alamiah yang terintegrasi dengan kebutuhan budidaya;
• Pembangunan infrastruktur pendukung, seperti jaringan irigasi, jalan usaha tani, dan alat mesin pertanian;
• Penguatan produksi (on-farm) melalui penerapan teknologi, input produksi, dan praktik budidaya modern (Good Agricultural Practices/ GAP);
• Peningkatan pascapanen (off-farm) hingga meningkatkan daya saing produk;
• Penguatan kelembagaan petani, termasuk pengembangan bisnis petani  dan akses permodalan (microfinance);
• Pemberdayaan perempuan melalui pengarusutamaan gender dan penguatan nutrisi keluarga.

Menurut Hermanto, program UPLAND merupakan salah satu kebijakan strategis Kementan untuk mengurangi kemiskinan masyarakat dan meningkatkan ketahanan pangan di dataran tinggi melalui mata pencaharian yang menguntungkan, berkelanjutan, dan tangguh.

Hermanto juga menegaskan bahwa tujuan tersebut dicapai dengan mengembangkan sejumlah kegiatan terpadu yang dapat meningkatkan produktivitas, peningkatan pendapatan, penguatan mata pencaharian, dan ketahanan petani di lokasi terpilih. 

Dampak Nyata di Daerah: Lahan Kembali Produktif

Di Kabupaten Tasikmalaya, dampak program ini sudah dirasakan langsung oleh petani.

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan setempat, Tatang Wahyudin, menyebut UPLAND berhasil membuka kembali peluang pertanian di wilayah selatan yang sebelumnya kekurangan air.

“Daerah yang dulu tidak bisa menanam padi, kini kembali produktif berkat ketersediaan irigasi. Program ini bahkan mendorong bangkitnya kembali potensi pertanian organik yang dulu sangat terkenal,” jelas Tatang.

Petani Merasakan Manfaat: Produksi Naik, Pendapatan Bertambah

Perubahan positif juga dirasakan langsung oleh petani. Ahmad Ismail, Ketua Kelompok Tani Sri Asih Mandiri, Desa Sukahening, mengaku bahwa “Produksi pertanian kelompoknya meningkat sejak mendapatkan pembinaan dan fasilitas dari UPLAND”.

Hal senada disampaikan Hendar, pengelola Unit Pengolahan Pupuk Organik (UPPO) Desa Padawaras. Ia menjelaskan“lahan-lahan yang dulu terbengkalai kini sudah terairi secara normal sehingga bisa dikelola kembali. Selain itu, pengemasan pupuk organik cair dan padat di desanya kini lebih baik berkat dukungan program UPLAND.”

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menatap Ke Depan: Dataran Tinggi sebagai Pusat Pertumbuhan Baru Pertanian Indonesia
Dengan berbagai capaian yang yang sudah terlihat, Kementan optimistis bahwa “Dataran tinggi Indonesia dapat menjadi pusat pertumbuhan baru yang potensial dan strategis di sektor pertanian di masa mendatang”, jelas Hermanto.

Program UPLAND bukan sekadar proyek, ini adalah momentum kebangkitan. Momentum bagi Indonesia untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan produktivitas, dan pendapatan petani yang berujung pada kesejahteraan masyarakat petani, dan mencetak generasi baru pertanian yang sehat dan bergizi, modern, mandiri, serta mendunia dalam prestasi.  (rpi)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ironis, Pemudik Dipalak 3 Pria di Tanah Abang Jakarta, Polisi Beberkan Kronologinya

Ironis, Pemudik Dipalak 3 Pria di Tanah Abang Jakarta, Polisi Beberkan Kronologinya

Ironis, seorang pemudik asal Pandeglang, Arif, dipalak tiga pria di kawasan Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Palak tersebut dengan dalih meminta
Mahfud MD Kritik Keras KPK soal Mantan Menag Yaqut: Ini Hukum Loh!

Mahfud MD Kritik Keras KPK soal Mantan Menag Yaqut: Ini Hukum Loh!

Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) RI Mahfud MD lontarkan kritikan keras terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi KPK
PP AMPG Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Aceh Tamiang, Imbau Tinggalkan Tenda

PP AMPG Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Aceh Tamiang, Imbau Tinggalkan Tenda

Ketua Umum PP AMPG Said Aldi Al Idrus mengimbau kepada seluruh korban bencana banjir di Aceh Tamiang yang telah menerima bantuan rumah sewa, Huntara, uang lauk,
DPR Kritik Praktik Monopoli Penerbangan Domestik, Usul Buka Akses untuk Maskapai Luar Negeri

DPR Kritik Praktik Monopoli Penerbangan Domestik, Usul Buka Akses untuk Maskapai Luar Negeri

Anggota Komisi X DPR Robert Joppy Kardinal mengkritik praktik monopoli dan duopoli rute penerbangan, khususnya di wilayah Indonesia Timur seperti Maluku dan
Pengamat Nilai Praktik Non Kader Jadi Ketum Bisa Rusak Demokrasi Partai

Pengamat Nilai Praktik Non Kader Jadi Ketum Bisa Rusak Demokrasi Partai

Dosen Hukum Tata Negara Universitas Indonesia, Titi Anggraini, menyoroti soal praktik terpilihnya ketua umum partai politik dari kalangan bukan kader partai.
Polri Dinilai Berhasil Amakan Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026

Polri Dinilai Berhasil Amakan Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026

Serangkaian kebijakan momen arus mudik dan balik Hari Raya Idulfitri atau Lebaran 2026 oleh Polri menuai respons positif.

Trending

Polri Dinilai Berhasil Amakan Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026

Polri Dinilai Berhasil Amakan Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026

Serangkaian kebijakan momen arus mudik dan balik Hari Raya Idulfitri atau Lebaran 2026 oleh Polri menuai respons positif.
DPR Wanti-Wanti Kenaikan Harga Pupuk Imbas Perang Iran vs Israel-AS, Pemerintah Diminta Produksi Sendiri

DPR Wanti-Wanti Kenaikan Harga Pupuk Imbas Perang Iran vs Israel-AS, Pemerintah Diminta Produksi Sendiri

Anggota Komisi IV DPR RI Hindun Anisah mengingatkan pemerintah terkait ancaman kenaikan harga pupuk akibat perang Iran dengan Israel dan Amerika Serikat (AS).
Timnas Indonesia Pesta Gol, Tapi Erick Thohir Justru Kirim Sinyal Bahaya Jelang Final Lawan Bulgaria

Timnas Indonesia Pesta Gol, Tapi Erick Thohir Justru Kirim Sinyal Bahaya Jelang Final Lawan Bulgaria

Ketum PSSI, Erick Thohir, meminta Timnas Indonesia segera mengalihkan fokus ke laga lawan Bulgaria usai meraih kemenangan meyakinkan pada ajang FIFA Series 2026
Sengaja Menepuk Nyamuk karena Diganggu, Bagaimana Hukumnya dalam Agama Islam? Buya Yahya Beri Penjelasan

Sengaja Menepuk Nyamuk karena Diganggu, Bagaimana Hukumnya dalam Agama Islam? Buya Yahya Beri Penjelasan

KH Yahya Zainul Ma'arif alias Buya Yahya menjelaskan hukum membunuh atau menepuk nyamuk secara sengaja akibat diganggu maupun digigit dalam syariat agama Islam.
Pelatih Bulgaria Sindir Level Timnas Indonesia, Starting XI John Herdman Disorot, hingga Media Prancis Heran dengan Calvin Verdonk

Pelatih Bulgaria Sindir Level Timnas Indonesia, Starting XI John Herdman Disorot, hingga Media Prancis Heran dengan Calvin Verdonk

3 berita Timnas Indonesia terpopuler: sindiran pelatih Bulgaria, starting XI John Herdman bikin netizen heboh, hingga Calvin Verdonk disorot media Prancis.
Reaksi Para Pemain Persib Bandung Usai Beckham Putra Cetak Brace untuk Timnas Indonesia, Thom Haye Paling Bangga

Reaksi Para Pemain Persib Bandung Usai Beckham Putra Cetak Brace untuk Timnas Indonesia, Thom Haye Paling Bangga

Para pemain Persib Bandung kompak memberikan reaksi tak lama setelah Beckham Putra mencetak dua gol kemenangan Timnas Indonesia atas Saint Kitts and Nevis.
Bakal Hadapi Timnas Indonesia di Final FIFA Series 2026, Media Bulgaria Lempar Pujian Berkelas untuk Beckham Putra

Bakal Hadapi Timnas Indonesia di Final FIFA Series 2026, Media Bulgaria Lempar Pujian Berkelas untuk Beckham Putra

Aksi berkelas Beckham Putra yang sukses bikin dua gol untuk Timnas Indonesia ke gawang Saint Kitts and Nevis di FIFA Series mendapat pujian dari media Bulgaria.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT