Setengah Abad Eksis di Indonesia, Asuransi Tokio Marine Catat Premi Rp2,3 Triliun pada 2024
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - PT Asuransi Tokio Marine Indonesia (TMI) menandai setengah abad eksistensinya di industri asuransi nasional dengan menggelar perayaan ulang tahun ke-50 di Hotel Fairmont Jakarta, Rabu (28/5/2025).
Perusahaan yang berdiri sejak 1975 mempertegas posisinya sebagai salah satu penyedia solusi perlindungan terpercaya, dengan menggabungkan keunggulan internasional dan pemahaman lokal.
Dalam perjalanannya selama lima dekade, TMI telah menjelma menjadi mitra andal bagi nasabah individu maupun korporasi.
Dengan prinsip "To Be a Good Company", TMI memperkuat komitmennya pada inovasi dan keberlanjutan sebagai fondasi utama dalam menjawab tantangan zaman. Perayaan ini sekaligus menjadi momentum refleksi dan penguatan strategi menuju masa depan.
Presiden Direktur TMI, Sancoyo Setiabudi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan yang telah mendukung perjalanan perusahaan. Ia menekankan bahwa pencapaian usia 50 tahun bukan sekadar soal waktu, melainkan wujud nyata dari kepercayaan yang dibangun bersama.
"Lima puluh tahun bukan sekadar pencapaian waktu, melainkan simbol kepercayaan yang telah kami bangun bersama seluruh pemangku kepentingan," ujar Sancoyo.
"Kami berkomitmen untuk terus memberikan layanan terbaik, menghadirkan inovasi berkelanjutan, serta mendukung pembangunan ekonomi Indonesia melalui pendekatan yang mengutamakan keberlanjutan di bidang lingkungan, sosial, dan tata kelola yang baik," lanjutnya.
Komitmen ini sejalan dengan strategi global terbaru dari induk perusahaan, Tokio Marine Group, bertajuk "Inspiring Confidence. Accelerating Progress" yang diperkenalkan pada April 2025.
Perayaan ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan Tokio Marine Group, termasuk Masahiro Koike selaku Managing Executive Officer Tokio Marine Holdings, Inc., dan Masahito Hirai, CEO Tokio Marine Asia Pte. Ltd., serta jajaran direksi TMI seperti Shiro Ipposhi, Shiro Kiyohara, dan Cahyo Adi.
Tokio Marine Holdings mengumumkan pergantian kepemimpinan dengan menunjuk Masahiro Koike sebagai Presiden dan CEO baru. Ia akan mulai menjabat usai Rapat Umum Pemegang Saham pada akhir Juni mendatang. Langkah ini mencerminkan upaya adaptif perusahaan dalam merespons dinamika pasar global.
Masahiro Koike menyampaikan tekadnya untuk melanjutkan capaian pendahulunya, Satoru Komiya, serta memperkuat posisi Tokio Marine sebagai pemimpin global. Transisi ini menegaskan orientasi perusahaan terhadap inovasi dan pertumbuhan berkelanjutan di kancah internasional.
Sebagai entitas strategis dalam jaringan Tokio Marine Group, TMI berkontribusi besar dalam ekspansi regional grup. Koike memaparkan pentingnya pasar Indonesia dalam strategi jangka panjang grup, mengingat potensi pertumbuhan yang besar.
Tokio Marine Group sendiri telah berdiri sejak 1879 dan kini memiliki lebih dari 51.000 karyawan yang tersebar di 44 negara. Di Indonesia, kiprah mereka dimulai dengan pendirian Asuransi Jayasraya pada 1975, yang kemudian bertransformasi menjadi TMI dengan lebih dari 430 staf yang berdedikasi.
"Pada awalnya, perusahaan hanya melayani perusahaan Jepang, namun kami kemudian memperluas memperluas portofolio lokal kami, terutama dalam asuransi kendaraan bermotor dan ternyata ekspansi ini mampu mencatat pertumbuhan premi yang signifikan. Komitmen kami terhadap inovasi dan tanggung jawab sosial berakar dari tujuan utama kami: Melindungi pelanggan dan masyarakat di saat-saat membutuhkan," ujar Masahiro Koike.
Ia juga menambahkan, "Secara global, kami telah berkembang pesat sejak 2007 melalui akuisisi strategis, dengan 70% laba kami kini berasal dari luar Jepang. Per 30 April 2025, Tokio Marine Group menempati peringkat ke-8 secara global berdasarkan kapitalisasi pasar di antara perusahaan asuransi. Indonesia tetap menjadi pasar fokus utama dengan potensi pertumbuhan yang besar, dan kami berkomitmen untuk terus mendukung pelanggan, mitra, serta pembangunan ekonomi nasional untuk tahun-tahun mendatang."
Dari sisi kinerja keuangan, TMI mencatatkan pendapatan premi sebesar Rp2,3 triliun pada 2024, naik 3,1% dari tahun sebelumnya. Laba bersih setelah pajak mencapai Rp297 miliar atau tumbuh 22,2% secara tahunan, didorong hasil underwriting sebesar Rp629 miliar, yang juga meningkat 14,6%. Tingkat Risk-Based Capital (RBC) perusahaan mencapai 363,0%, jauh di atas batas minimum OJK.
Untuk mendorong efisiensi dan pengalaman pelanggan, TMI mengembangkan layanan digital seperti aplikasi klaim Tokio Clicks dan platform agen TAPPS. Berkat inovasi ini, TMI meraih penghargaan "Best General Insurance 2024" dan "Indonesia Best General Insurance 2024 for Digital Innovation."
Komitmen terhadap tanggung jawab sosial juga ditegaskan lewat berbagai inisiatif, termasuk rehabilitasi lingkungan melalui penanaman bakau, pelatihan literasi keuangan untuk UMKM, hingga edukasi kesiapsiagaan bencana.
Masahito Hirai menyampaikan bahwa peningkatan kepemilikan saham Tokio Marine Asia Pte. Ltd. di TMI dari 60% menjadi 80% pada November 2022 merupakan bentuk keyakinan pada potensi pasar Indonesia. Langkah ini mendukung strategi perusahaan dalam memperluas jejak di negara berkembang dan memperkuat portofolio global.
Menatap masa depan, TMI akan terus fokus pada pengembangan produk asuransi untuk UKM, perlindungan digital, dan solusi korporat. Dengan pijakan kepercayaan dan inovasi, TMI yakin mampu memberi nilai tambah yang berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia.
"Melalui inovasi produk dan kemitraan strategis, TMI memainkan peran penting dalam membentuk masa depan yang lebih inklusif dan berkelanjutan," tutup Hirai. (rpi)
Load more