News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kejagung Usut Dugaan Korupsi Kredit Bank ke Sritex, Ada Penyimpangan Pemberian Utang Besar-besaran?

Penyidikan Kejagung terkait dengan Sritex difokuskan pada indikasi penyimpangan dalam pemberian fasilitas kredit dari pihak perbankan kepada raksasa tekstil yang telah pailit tersebut.
Kamis, 1 Mei 2025 - 15:30 WIB
Ilustrasi - Sritex ternyata menanggung tumpukan utang yang sangat besar hingga membuat pailit dan kolaps.
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Kejaksaan Agung melalui Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) tengah menyelidiki kasus dugaan korupsi yang berkaitan dengan perusahaan tekstil nasional, PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex).

Penyidikan Kejagung ini difokuskan pada indikasi penyimpangan dalam pemberian fasilitas kredit dari pihak perbankan kepada Sritex.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun demikian, pengusutan ini ini masih berada pada tahap penyidikan umum dan belum mengarah kepada penetapan tersangka.

“Masih penyidikan umum, dalam hal pemberian kredit bank kepada Sritex,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Harli Siregar kepada ANTARA di Jakarta, Kamis (1/5/2025).

Meski begitu, Kapuspenkum belum dapat mengungkapkan secara rinci waktu dimulainya penyidikan tersebut.

Sebagaimana diketahui, PT Sritex resmi dinyatakan pailit pada Oktober 2024. Menyusul keputusan tersebut, perusahaan tekstil yang berbasis di Sukoharjo, Jawa Tengah, menghentikan operasionalnya secara penuh per 1 Maret 2025.

Dalam proses kepailitan, Tim Kurator mencatat total utang Sritex yang ditagih oleh para kreditur mencapai Rp29,8 triliun.

Dari daftar piutang tetap yang disusun, tercatat ada 349 kreditur preferen, 22 kreditur separatis, dan 94 kreditur konkuren, yang masing-masing memiliki klasifikasi hak tagih sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Kreditur preferen adalah kreditur yang diutamakan berdasarkan undang-undang, meliputi sejumlah instansi pemerintah seperti Kantor Pelayanan Pajak Pratama Sukoharjo, Bea dan Cukai Surakarta dan Semarang, serta Ditjen Bea Cukai Wilayah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta.

Sementara itu, dalam daftar kreditur separatis dan konkuren, terdapat berbagai bank dan perusahaan yang memiliki hubungan bisnis dengan Sritex sendiri, serta lembaga keuangan pemberi pinjaman dengan nilai tagihan cukup besar.

Melalui rapat kreditur yang digelar dalam proses kepailitan, disepakati bahwa Sritex yang dimiliki oleh Iwan Lukminto tidak akan menjalankan skema kelanjutan usaha (going concern), sehingga seluruh aset perusahaan akan dibereskan untuk pelunasan utang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagaimana diketahui, dampak kebangkrutan Sritex pun terasa di sektor tenaga kerja. Kementerian Ketenagakerjaan mencatat ada sebanyak 11.025 karyawan Sritex terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dilakukan secara bertahap sejak Agustus 2024 hingga Februari 2025.

Penyelidikan yang sedang dilakukan Kejaksaan Agung membuka potensi pengungkapan lebih luas terkait dugaan penyalahgunaan kredit dan dampaknya terhadap keuangan negara maupun hak pekerja. (ant/rpi)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ratusan Ton Sampah 3 Daerah di Sulsel Diubah Jadi Energi Listrik

Ratusan Ton Sampah 3 Daerah di Sulsel Diubah Jadi Energi Listrik

Ratusan ton sampah dari tiga daerah di Provinsi Sulawesi Selatan yakni Kota Makassar, Kabupaten Gowa, dan Kabupaten Maros akan diolah menjadi tenaga listrik
Final Four Proliga 2026: Nizar Zulfikar Beberkan Kunci Kemenangan Bhayangkara Presisi atas Garuda Jaya

Final Four Proliga 2026: Nizar Zulfikar Beberkan Kunci Kemenangan Bhayangkara Presisi atas Garuda Jaya

Kapten Jakarta Bhayangkara Presisi, Nizar Zulfikar, menilai performa timnya saat mengalahkan Jakarta Garuda Jaya berjalan cukup optimal.
Mabes Polri Kirim 148 Personel Gabungan ke Papua Tengah: Penguatan Keamanan dan Harkamtibmas

Mabes Polri Kirim 148 Personel Gabungan ke Papua Tengah: Penguatan Keamanan dan Harkamtibmas

Mabes Polri mengirim 148 personel gabungan ke Provinsi Papua Tengah dalam rangka penguatan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas). 
Warga Lampung Kaget, Benda Bercahaya Bak Roket Melintas di Langit Malam Hari

Warga Lampung Kaget, Benda Bercahaya Bak Roket Melintas di Langit Malam Hari

Warga Lampung kaget dengan adanya penampakan benda bercahaya misterius bak roket melintasi di atas langit saat malam hari di Provinsi Lampung. 
Pembangunan IKN Dongkrak Permintaan Rumah di Balikpapan

Pembangunan IKN Dongkrak Permintaan Rumah di Balikpapan

Bank Indonesia (BI) memperkirakan permintaan rumah di Balikpapan, Kalimantan Timur, berpotensi meningkat pada 2026, seiring dengan kelanjutan pembangunan
aespa Challenge Kata Bahasa Indonesia, Niat Beli Nasi Padang dan Martabak Usai Konser

aespa Challenge Kata Bahasa Indonesia, Niat Beli Nasi Padang dan Martabak Usai Konser

Girl band bersutan SM Entertainment ini bahkan melakukan tantangan alias challenge untuk menyebutkan beberapa kata dalam Bahasa Indonesia di tengah konser mereka, 2025-26 aespa LIVE TOUR SYNK: aeXIS LINE in Jakarta. 

Trending

Dampak Konflik Timur Tengah, Harga BBM Naik, Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Selama Sebulan

Dampak Konflik Timur Tengah, Harga BBM Naik, Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Selama Sebulan

Pakistan pada hari Jumat menggratiskan transportasi umum di ibu kotanya, Islamabad, selama satu bulan, sebagai langkah pemerintah untuk meringankan beban kenaik
aespa Challenge Kata Bahasa Indonesia, Niat Beli Nasi Padang dan Martabak Usai Konser

aespa Challenge Kata Bahasa Indonesia, Niat Beli Nasi Padang dan Martabak Usai Konser

Girl band bersutan SM Entertainment ini bahkan melakukan tantangan alias challenge untuk menyebutkan beberapa kata dalam Bahasa Indonesia di tengah konser mereka, 2025-26 aespa LIVE TOUR SYNK: aeXIS LINE in Jakarta. 
Timnas Indonesia Terpopuler: Lama-lama Proyek Naturalisasi Gagal, Media Vietnam Heran dengan PSSI, hingga Jadwal Garuda 2026

Timnas Indonesia Terpopuler: Lama-lama Proyek Naturalisasi Gagal, Media Vietnam Heran dengan PSSI, hingga Jadwal Garuda 2026

Rangkuman 3 berita Timnas Indonesia terpopuler: ancaman proyek naturalisasi, sorotan media Vietnam soal Paspoorgate, hingga jadwal lengkap Garuda tahun 2026.
Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) menyediakan aplikasi Curhat Samsat Jabar untuk menyelesaikan keluhan warga Jabar yang sulit bayar pajak kendaraan (PKB).
Belum Lama Sampai di Inggris, Menit Bermain Elkan Baggott Bersama Timnas Indonesia Disorot Ipswich Town

Belum Lama Sampai di Inggris, Menit Bermain Elkan Baggott Bersama Timnas Indonesia Disorot Ipswich Town

Baru beberapa hari kembali ke Inggris, Ipswich Town justru soroti menit bermain yang diberikan pelatih John Herdman untuk Elkan Baggott bersama Timnas Indonesia
Bung Ropan Mulai Curiga dengan PSSI, Jangan-jangan Timnas Indonesia akan Lawan Negara Ini di FIFA Matchday Juni

Bung Ropan Mulai Curiga dengan PSSI, Jangan-jangan Timnas Indonesia akan Lawan Negara Ini di FIFA Matchday Juni

Bung Ropan memberikan prediksinya soal lawan yang akan dihadapi Timnas Indonesia untuk FIFA Matchday yang berlangsung di bulan Juni. Kira-kira siapakah lawannya
Erick Thohir Isyaratkan Timnas Indonesia akan Main di FIFA Matchday Juni 2026, 4 Negara Ini Jadi Kandidat Kuat Lawan Pasukan John Herdman?

Erick Thohir Isyaratkan Timnas Indonesia akan Main di FIFA Matchday Juni 2026, 4 Negara Ini Jadi Kandidat Kuat Lawan Pasukan John Herdman?

PSSI tengah berburu lawan ideal untuk Timnas Indonesia di FIFA Matchday 1-9 Juni 2026. Ada Italia, Serbia, hingga tim Asia Tenggara yang siap uji mental Garuda.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT