News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

KPPI Setop Penyelidikan Safeguard: Impor Kain Tenun Filamen Tak Terbukti Mengancam Industri

KPPI hentikan penyelidikan safeguard impor kain tenun filamen setelah data tunjukkan tidak ada lonjakan impor yang ancam industri tekstil lokal.
Rabu, 30 April 2025 - 08:00 WIB
Kain Tenun Khas Sumatera Utara (Ulos).
Sumber :
  • Sri Gustina Hasan

Jakarta, tvOnenews.com – Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia (KPPI) resmi menghentikan proses penyelidikan terhadap dugaan lonjakan impor kain tenunan dari benang filamen artifisial. Keputusan tersebut diumumkan pada Selasa (29/4/2025) setelah hasil investigasi menyimpulkan bahwa tidak ada indikasi kenaikan impor yang membahayakan industri tekstil dalam negeri.

Ketua KPPI, Julia Gustaria Silalahi, menegaskan bahwa penyelidikan yang dilakukan secara menyeluruh, termasuk verifikasi lapangan dan analisis data perdagangan, menunjukkan tidak adanya lonjakan signifikan dalam jumlah impor – baik secara absolut maupun relatif terhadap produksi nasional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Persyaratan untuk diberlakukannya safeguard tidak terpenuhi. Lonjakan yang dikhawatirkan ternyata tidak terjadi,” ujar Julia dalam keterangan resminya.

Impor Justru Menurun Tajam

Ironisnya, alih-alih mengalami peningkatan, data menunjukkan bahwa volume impor kain tenun dari benang filamen artifisial justru menurun tajam dalam empat tahun terakhir. Pada 2021, volume impor mencapai lebih dari 15 ribu ton, namun merosot drastis hingga tinggal sekitar 6.700 ton di tahun 2024—penurunan lebih dari 50 persen.

Tren serupa juga tercermin dari data impor relatif—yaitu perbandingan antara volume impor dengan total produksi nasional—yang turun 25 persen selama periode yang sama.

Bahan Baku Gaun dan Jas Tak Lagi Dikhawatirkan

Kain tenunan filamen artifisial ini selama ini digunakan sebagai bahan dasar dalam industri fashion, termasuk untuk pembuatan kemeja, jas, hingga gaun. Meski begitu, menurut KPPI, ancaman kerugian terhadap produsen dalam negeri akibat impor bahan ini dinilai tidak terbukti secara fakta.

Penyelidikan ini sendiri dimulai sejak Oktober 2023 setelah Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) mengajukan permohonan resmi. Dalam permohonannya, API sempat mengklaim terjadi lonjakan impor yang mengancam eksistensi pelaku industri lokal.

Namun, setelah dilakukan penelusuran mendalam, dugaan tersebut tidak didukung oleh data konkret. Karena itu, KPPI memutuskan tidak melanjutkan langkah safeguard seperti pemberlakuan bea masuk tambahan.

Langkah Bijak, Cermin Profesionalisme

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Keputusan KPPI ini dinilai sebagai langkah yang mencerminkan prinsip kehati-hatian dan profesionalisme lembaga dalam menjaga keseimbangan antara kepentingan industri dalam negeri dan keterbukaan perdagangan.

Dengan dihentikannya penyelidikan ini, pemerintah berharap pelaku industri bisa lebih fokus pada peningkatan daya saing melalui inovasi dan efisiensi, bukan hanya bergantung pada perlindungan kebijakan. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT