News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Boeing 737 MAX Gagal Mendarat di China: Sinyal Keras Perang Dagang yang Kian Memanas

Boeing tarik pesawat dari China di tengah perang dagang AS-Tiongkok. Ketegangan tarif mengancam pengiriman dan pesanan maskapai besar dunia.
Minggu, 20 April 2025 - 08:05 WIB
Menerka Nasib Pekerja Boeing Usai Keluarnya Warning PHK di Tengah Aksi Mogok Kerja
Sumber :
  • Boeing

Jakarta, tvOnenews.com – Sebuah pesawat Boeing 737 MAX yang sebelumnya dialokasikan untuk maskapai Tiongkok terlihat kembali ke Amerika Serikat. Langkah ini menjadi simbol terbaru memburuknya hubungan dagang antara dua ekonomi terbesar dunia.

Melansir dari Reuters, pesawat tersebut awalnya dikirim dari Seattle ke pusat penyelesaian Boeing di Zhoushan, China, tempat di mana interior dipasang dan pengecatan dilakukan sebelum diserahkan ke pelanggan. Namun, alih-alih diserahterimakan, pesawat justru lepas landas dari Zhoushan dan mendarat di Guam sebelum akhirnya kembali ke Seattle.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Langkah ini menandai potensi terhambatnya proses pengiriman akibat krisis tarif yang dipicu kebijakan Presiden AS saat ini, melanjutkan eskalasi dagang yang telah berlangsung sejak era Trump.

Ketidakpastian di Pusat Produksi Zhoushan

Pusat penyelesaian Zhoushan merupakan bagian dari strategi Boeing untuk memperkuat pijakan di pasar penerbangan Asia. Dibuka pada 2018, fasilitas ini sempat diharapkan menjadi simbol kerja sama ekonomi, namun kini justru menjadi titik ketegangan.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari otoritas Tiongkok mengenai larangan masuknya pesawat Boeing. Namun, analis menilai tarif balasan yang diberlakukan Beijing cukup untuk membuat maskapai berpikir ulang, tanpa perlu larangan eksplisit.

"Situasinya sangat cair. Banyak maskapai yang kini memilih menunda pengambilan pesawat karena ketidakpastian tarif dan potensi biaya tambahan," ujar seorang sumber dari industri penerbangan.

Satu Pesawat, Banyak Isyarat

Pesawat yang kembali tersebut diketahui telah dilabur livery Xiamen Airlines, anak usaha dari China Southern Airlines. Foto-fotonya sempat beredar di forum aviasi sebelum akhirnya dipastikan bahwa unit tersebut tidak jadi diserahterimakan.

Menurut data Boeing, saat ini terdapat sekitar 130 pesanan aktif dari maskapai Tiongkok, sementara ratusan pesanan lainnya belum diumumkan secara resmi. Banyak yang memperkirakan sebagian besar dari pesanan tersebut berasal dari pembeli di Tiongkok.

Seorang eksekutif maskapai menyebutkan bahwa penyimpanan pesawat di wilayah bebas bea sempat dipertimbangkan agar tidak terkena tarif impor. Namun, solusi itu tampaknya tidak cukup menjamin kelanjutan transaksi.

Boeing dan Awan Ketidakpastian

Kondisi ini terjadi di tengah usaha Boeing untuk bangkit dari krisis global 737 MAX dan dampak pandemi. Dengan pasar Tiongkok menyumbang sekitar 25% dari total pengiriman Boeing sebelum pandemi, tertundanya pengiriman bisa berdampak signifikan bagi strategi jangka panjang perusahaan.

Meski demikian, analis menilai gangguan ini belum akan berdampak fatal dalam jangka pendek karena pesawat yang seharusnya dikirim ke Tiongkok dapat dialihkan ke negara lain.

Sementara itu, Airbus yang menjadi kompetitor utama Boeing justru menghadapi keterbatasan kapasitas produksi sehingga tidak serta-merta bisa mengisi kekosongan pasar yang ditinggalkan Boeing.

Tarik Ulur Kepentingan Geopolitik

Langkah Beijing yang diduga meminta maskapai lokal menghentikan pembelian suku cadang pesawat buatan AS semakin mempertegas dimensi geopolitik dari kasus ini. Walau belum ada instruksi resmi, sejumlah bengkel perawatan di China menyebut masih bisa mengimpor suku cadang seperti biasa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pihak Boeing hingga saat ini belum mengeluarkan pernyataan resmi. Begitu juga dengan Kementerian Luar Negeri China yang memilih tidak memberikan komentar dan menyarankan merujuk ke otoritas terkait.

Dengan hubungan dagang yang terus memanas, industri penerbangan dunia kini memasuki fase penuh ketidakpastian. Satu pesawat yang kembali ke Seattle bisa jadi bukan yang terakhir — melainkan awal dari gelombang baru perselisihan ekonomi antara dua raksasa global. (reu/nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dedi Mulyadi Bongkar Fakta Mengerikan di Balik Membludaknya Ikan Sapu-Sapu di Sungai

Dedi Mulyadi Bongkar Fakta Mengerikan di Balik Membludaknya Ikan Sapu-Sapu di Sungai

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM, mengeluarkan peringatan serius mengenai kondisi sungai-sungai di wilayahnya. 
Buntut Dugaan Malpraktik RS Muhammadiyah Medan, Kemenkes: Kita Dalami dan Tindaklanjuti Secara Proporsional

Buntut Dugaan Malpraktik RS Muhammadiyah Medan, Kemenkes: Kita Dalami dan Tindaklanjuti Secara Proporsional

Buntut dugaan malpraktik yang dialami seorang pasien Mimi Maisyarah (48) di RS Muhammadiyah Medan membuat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) angkat bicara. Bahkan
Dari Diving hingga Extreme Sports, DXI 2026 Angkat Wisata Petualangan Indonesia ke Panggung Dunia, Ini Potensinya

Dari Diving hingga Extreme Sports, DXI 2026 Angkat Wisata Petualangan Indonesia ke Panggung Dunia, Ini Potensinya

Di tengah meningkatnya minat global terhadap wisata berbasis pengalaman, DXI hadir sebagai representasi bagaimana industri petualangan dapat dikemas
Usai Diperiksa KPK Sebagai Saksi, Khalid Basalamah Ngaku Tak Pernah Berinteraksi dengan Gus Yaqut

Usai Diperiksa KPK Sebagai Saksi, Khalid Basalamah Ngaku Tak Pernah Berinteraksi dengan Gus Yaqut

Pemilik PT Zahra Oto Mandiri (Uhud Tour), Khalid Basalamah rampung diperiksa KPK sebagai saksi kasus dugaan korupsi kuota haji.
Fakta-fakta Mencengangkan Terkini soal Kasus Dugaan Malpraktik Pasien RS Muhammadiyah Medan

Fakta-fakta Mencengangkan Terkini soal Kasus Dugaan Malpraktik Pasien RS Muhammadiyah Medan

Baru-baru ini warga Medan menyoroti kasus dugaan malpraktik pasien Mimi Maisyarah (48), yang diduga terjadi di RS Muhammadiyah Medan. Sontak kabar tersebut juga
Bagaimana Infrastruktur Digital Modern Bekerja: Kunci Konektivitas Global Tanpa Hambatan

Bagaimana Infrastruktur Digital Modern Bekerja: Kunci Konektivitas Global Tanpa Hambatan

Infrastruktur modern dituntut tidak hanya cepat, tetapi juga adaptif, aman, dan mampu menangani lonjakan trafik data secara real-time. Di sinilah integrasi antara infrastruktur fisik

Trending

Dari Diving hingga Extreme Sports, DXI 2026 Angkat Wisata Petualangan Indonesia ke Panggung Dunia, Ini Potensinya

Dari Diving hingga Extreme Sports, DXI 2026 Angkat Wisata Petualangan Indonesia ke Panggung Dunia, Ini Potensinya

Di tengah meningkatnya minat global terhadap wisata berbasis pengalaman, DXI hadir sebagai representasi bagaimana industri petualangan dapat dikemas
Usai Diperiksa KPK Sebagai Saksi, Khalid Basalamah Ngaku Tak Pernah Berinteraksi dengan Gus Yaqut

Usai Diperiksa KPK Sebagai Saksi, Khalid Basalamah Ngaku Tak Pernah Berinteraksi dengan Gus Yaqut

Pemilik PT Zahra Oto Mandiri (Uhud Tour), Khalid Basalamah rampung diperiksa KPK sebagai saksi kasus dugaan korupsi kuota haji.
Fakta-fakta Mencengangkan Terkini soal Kasus Dugaan Malpraktik Pasien RS Muhammadiyah Medan

Fakta-fakta Mencengangkan Terkini soal Kasus Dugaan Malpraktik Pasien RS Muhammadiyah Medan

Baru-baru ini warga Medan menyoroti kasus dugaan malpraktik pasien Mimi Maisyarah (48), yang diduga terjadi di RS Muhammadiyah Medan. Sontak kabar tersebut juga
Pertanyakan Kinerja 1.500 Penyapu Jalan di Kota Bandung, Dedi Mulyadi: Menurut Saya Tidak Berfungsi dengan Baik

Pertanyakan Kinerja 1.500 Penyapu Jalan di Kota Bandung, Dedi Mulyadi: Menurut Saya Tidak Berfungsi dengan Baik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mempertanyakan kinerja 1.500 penyapu jalan di Kota Bandung. 
Bung Ropan Mulai Curiga dengan Niat John Herdman untuk Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni 2026

Bung Ropan Mulai Curiga dengan Niat John Herdman untuk Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni 2026

Bung Ropan bicara soal rencana yang mungkin akan dikerjakan John Herdman untuk Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni 2026 nanti menjelang AFF dan ASEAN Cup.
Hidup Produktif Dibiasakan Sejak Kecil, Dedi Mulyadi: Anak-Anak Lebih Baik Cari Kayu Bakar Ketimbang Motor-motoran dan Main Gadget

Hidup Produktif Dibiasakan Sejak Kecil, Dedi Mulyadi: Anak-Anak Lebih Baik Cari Kayu Bakar Ketimbang Motor-motoran dan Main Gadget

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bicara soal hidup yang lebih produktif. Menurut dia, hidup produktif harus dibiasakan sejak kecil. 
Jadwal Siaran Langsung Grand Final Proliga 2026: Perjuangan Terakhir Megawati Hangestri Cs Demi Jakarta Pertamina Enduro Pertahankan Gelar Juara

Jadwal Siaran Langsung Grand Final Proliga 2026: Perjuangan Terakhir Megawati Hangestri Cs Demi Jakarta Pertamina Enduro Pertahankan Gelar Juara

Jadwal siaran langsung grand final Proliga 2026, di mana Megawati Hangestri dan kawan-kawan akan kembali berjuang untuk terakhir kalinya demi bawa Jakarta Pertamina Enduro pertahankan gelar juara.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT