GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kopdes Merah Putih: Gebrakan Prabowo Bikin Desa Melesat, Rentenir Tersisih

Prabowo luncurkan Kopdes Merah Putih, target 80.000 koperasi desa. Solusi tuntas bagi jerat rentenir, pangan mandiri, dan ekonomi desa berdaulat.
Kamis, 10 April 2025 - 08:56 WIB
Presiden Prabowo Subianto.
Sumber :
  • BPMI Istana Negara

Jakarta, tvOnenews.com – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menggebrak dengan inisiatif ambisius bernama Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih), yang dirancang untuk menghidupkan kembali ekonomi desa dan menciptakan kemandirian pangan. 

Melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025, Prabowo menargetkan pembentukan 80.000 koperasi di seluruh desa dan kelurahan di Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Program ini bukan sekadar pembentukan lembaga ekonomi lokal, tapi juga strategi besar menuju Indonesia Emas 2045: pemerataan ekonomi, swasembada pangan, dan penguatan desa sebagai fondasi utama pembangunan nasional.

"Kita ingin bangun koperasi desa Merah Putih di setiap desa dan kelurahan, sekitar 70.000 sampai 80.000. Harus ada fasilitas cold storage, gudang, dan truk di tiap koperasi agar distribusi hasil panen langsung ke pasar. Kita potong jalur tengkulak. Kita ingin desa mandiri, rakyat sejahtera." jelas Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas di Istana Merdeka pada 3 Maret 2025.

Koperasi Desa untuk Semua

Kopdes Merah Putih akan menjadi koperasi multifungsi. Dalam pelaksanaannya, koperasi desa ini akan menangani berbagai kebutuhan masyarakat desa, mulai dari:

  • Pengadaan sembako

  • Usaha simpan pinjam

  • Klinik desa dan apotek

  • Cold storage dan pergudangan

  • Layanan logistik desa

Semua ini disesuaikan dengan karakteristik dan potensi lokal masing-masing desa atau kelurahan.

Lawan Rentenir, Tumbuhkan Kemandirian

Salah satu misi utama Kopdes Merah Putih adalah memutus rantai kemiskinan pedesaan. Caranya? Memberikan akses permodalan yang lebih sehat dan adil, sekaligus mengakhiri dominasi rentenir, tengkulak, dan pinjaman online ilegal yang selama ini menjerat masyarakat desa.

Dengan skema koperasi, masyarakat bisa lebih berdaya secara kolektif. Tidak hanya menghindari bunga mencekik, tapi juga mendapatkan akses modal untuk usaha produktif yang dikelola bersama.

"Saya tidak ingin lagi rakyat kita diperdaya oleh rentenir, pinjol, atau tengkulak. Koperasi desa harus hadir sebagai pelindung dan penyokong ekonomi rakyat," tambahnya.

Pernyataan ini mencerminkan ambisi besar Prabowo untuk menjadikan desa sebagai poros pembangunan ekonomi nasional, dan koperasi sebagai instrumen utamanya.

Dana Rp 5 Miliar per Koperasi

Pemerintah menyiapkan dana hingga Rp 5 miliar per koperasi, yang akan digunakan untuk pembangunan fasilitas seperti:

  • Cold storage untuk menyimpan hasil panen

  • Gudang penyimpanan logistik

  • Biaya operasional dan manajemen koperasi

Langkah ini diharapkan menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru, bukan lagi sekadar daerah tertinggal yang mengandalkan kota.

Payung Hukum dan Dukungan Lintas Lembaga

Pembentukan Kopdes Merah Putih ini ditopang oleh serangkaian regulasi dan kebijakan pemerintah:

  • Inpres No. 9 Tahun 2025: Instruksi langsung dari Presiden untuk percepatan pembentukan 80.000 koperasi desa.

  • Surat Edaran Menteri Koperasi No. 1 Tahun 2025: Panduan teknis pembentukan koperasi, dari sosialisasi hingga integrasi dengan koperasi yang sudah ada.

  • UU No. 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian: Menjadi dasar hukum utama koperasi di Indonesia.

  • Revisi UU Perkoperasian (dalam proses): DPR dan pemerintah tengah menyelaraskan regulasi agar lebih sesuai dengan kebutuhan masa kini, khususnya mendukung Kopdes Merah Putih.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan koperasi sebagai instrumen pemberdayaan, Prabowo ingin membangun desa dari desa. Bukan hanya untuk urusan ekonomi, tapi juga untuk menciptakan ketahanan sosial, kesehatan, dan pangan yang tangguh dari level paling dasar: desa.

Kopdes Merah Putih adalah jawaban konkret terhadap persoalan struktural di desa—membuka akses keuangan, layanan dasar, dan membangun ekosistem ekonomi yang tidak mudah runtuh diterpa krisis. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Seberapa Besar Peluang Timnas Indonesia Gantikan Iran Jika Mundur dari Piala Dunia 2026

Seberapa Besar Peluang Timnas Indonesia Gantikan Iran Jika Mundur dari Piala Dunia 2026

Timnas Iran dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk mundur dari Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat. Keputusan itu men-
Terkuak, Motif Utama Pimpinan Ponpes Perkosa Santriwati di Lombok Tengah

Terkuak, Motif Utama Pimpinan Ponpes Perkosa Santriwati di Lombok Tengah

Terkuak, motif Utama pimpinan ponpes perkosa santriwati di Lombok Tengah. Bahkan, kabar yang beredar luas di media sosial itu, menuai komentar netizen.
Inter Milan Full Senyum, Sassuolo Berpeluang Lepas Rekan Duet Jay Idzes: Muharemovic

Inter Milan Full Senyum, Sassuolo Berpeluang Lepas Rekan Duet Jay Idzes: Muharemovic

Kabar baik datang untuk Inter Milan yang mendapat sinyal positif setelah manajemen US Sassuolo Calcio membuka peluang melepas rekan duet Jay Idzes, Muharemovic.
THR ASN Jakarta Bisa Cair Setelah Lebaran? Ini Penjelasan Terbaru Gubernur Pramono

THR ASN Jakarta Bisa Cair Setelah Lebaran? Ini Penjelasan Terbaru Gubernur Pramono

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung angkat bicara soal mekanisme pembayaran tunjangan hari raya (THR) Idulfitri bagi aparatur sipil negara (ASN) di DKI Jakarta.
Terungkap, Senjata Mematikan Milik Iran, Bisa Buat Amerika Serikat dan Israel Begini

Terungkap, Senjata Mematikan Milik Iran, Bisa Buat Amerika Serikat dan Israel Begini

Terungkap, senjata mematikan milik Iran. Bahkan senjata itu bisa membuat Amerika Serikat dan Israel bisa kocar-kacir. Seperti diketahui, AS dan Israel melancar
Tak Hanya Bupati, KPK Amankan Sekda Hasil OTT di Pekalongan

Tak Hanya Bupati, KPK Amankan Sekda Hasil OTT di Pekalongan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Hasilnya, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

Trending

Wanita Asal Jakarta Utara Diamankan Usai Buang Bayi di Tempat Sampah, Polisi: Dimasukkan ke dalam Tas Ransel

Wanita Asal Jakarta Utara Diamankan Usai Buang Bayi di Tempat Sampah, Polisi: Dimasukkan ke dalam Tas Ransel

Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan sejumlah warga menggeruduk rumah wanita berinisial DR (20) yang diduga membuang bayi hasil hubungan gelapnya
Gamis Bini Orang Jadi Tren Baju Lebaran 2026, Terinspirasi dari Inara Rusli

Gamis Bini Orang Jadi Tren Baju Lebaran 2026, Terinspirasi dari Inara Rusli

Gamis “Bini Orang” menjadi salah satu tren busana muslim paling mencuri perhatian menjelang Lebaran 2026. Terinspirasi dari Inara Rusli, yuk simak deskripsinya!
Meski Terancam Degradasi, Nottingham Forest Bidik 3 Poin di Kandang Manchester City

Meski Terancam Degradasi, Nottingham Forest Bidik 3 Poin di Kandang Manchester City

Bek Nottingham Forest, Neco Williams, blak-blakan soal target utama skuadnya saat bertandang ke markas Manchester City di Stadion Etihad, Kamis (5/3/2026).
Polda Metro Terima Laporan dari KPK Terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen oleh Eks Sekretaris MA

Polda Metro Terima Laporan dari KPK Terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen oleh Eks Sekretaris MA

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI melaporkan dugaan pemalsuan dokumen yang dilakukan oleh saksi kasus dugaan korupsi mantan Sekretaris Mahkamah Agung
Bojan Hodak Takut Bicara soal Kontroversi Wasit Laga Persebaya vs Persib

Bojan Hodak Takut Bicara soal Kontroversi Wasit Laga Persebaya vs Persib

Pelatih Persib Bandung Bojan Hodak memilih tidak banyak bicara terkait kepemimpinan wasit usai timnya ditahan imbang Persebaya Surabaya pada pekan ke-24 Super -
Persib Di-WO usai Lakukan 6 Pergantian Pemain di Laga Kontra Persebaya? Begini Menurut I.League

Persib Di-WO usai Lakukan 6 Pergantian Pemain di Laga Kontra Persebaya? Begini Menurut I.League

Persib Bandung menahan imbang 2-2 dari Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Senin (2/3/2026). Dalam laga ini pun menyedot perhatian publik setelah berbagai kejanggalan atas keputusan wasit. 
Dulu Melatih Timnas, Pelatih Kelahiran Brazil ini mulai Membangun Pemain Sepakbola Perempuan Indonesia

Dulu Melatih Timnas, Pelatih Kelahiran Brazil ini mulai Membangun Pemain Sepakbola Perempuan Indonesia

Eks Pelatih timnas Indonesia ini sekarang membangun pemain sepakbola perempuan. Berikut penjelasannya
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT