Kelola THR Lebaran, Simak 5 Tips Investasi Saham Saat Market Terpuruk
- Pexels/energepic.com
Jakarta, tvOnenews.com - Setiap investasi memiliki risiko, termasuk saham. Belakangan, investor merasa cemas saat IHSG mengalami penurunan tajam .
Community & Retail Equity Analyst Lead PT Indo Premier Sekuritas, Angga Septianus, mengatakan rasa panik itu wajar. Namun, jika berubah menjadi ketakutan berlebihan, investor bisa membuat keputusan tidak bijak, seperti panic selling.
“Memiliki strategi yang tepat saat pasar anjlok sangat penting untuk meminimalkan kerugian dan memaksimalkan peluang keuntungan dalam jangka panjang,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (28/3/2025).
Menurutnya, volatilitas pasar saat Ramadhan berpotensi berlanjut setelah Lebaran. Dilihat dari pengalaman setelah Lebaran 2021, 2022, dan 2024, IHSG mengalami koreksi pasca-libur panjang.
Berikut lima strategi investasi yang bisa diterapkan saat pasar saham turun:
1. Siapkan Dana Tunai
Investor perlu memiliki cadangan dana dalam bentuk kas atau aset likuid lainnya. Saat harga saham turun tajam, kebutuhan mendesak bisa membuat investor terpaksa menjual saham di harga rendah. Dana tunai juga berguna untuk membeli saham saat harga sedang murah.
“Pastikan cadangan kas cukup untuk menanggung biaya hidup beberapa bulan ke depan atau sampai kondisi pasar membaik,” kata Angga.
2. Jangan Terburu-buru Masuk Saat Investor Asing Keluar
Saat pasar turun, investor asing sering menarik dana mereka dari pasar saham lokal. Capital outflow ini bisa menekan nilai tukar rupiah dan perekonomian domestik. Investor sebaiknya tidak langsung membeli saham saat terjadi outflow besar.
Sebaliknya, lakukan riset mendalam dan perhatikan kondisi ekonomi global maupun domestik sebelum mengambil keputusan.
3. Gunakan Metode Cicil Investasi
Membeli saham saat pasar anjlok memang berisiko, tetapi bisa menjadi peluang besar. Salah satu strategi yang bisa diterapkan adalah metode cicil atau Dollar Cost Averaging (DCA).
Dengan metode ini, investor membeli saham secara bertahap tanpa perlu khawatir dengan fluktuasi harga harian. Pembelian berkala juga membantu mendapatkan rata-rata harga lebih baik dibanding mencoba menebak waktu terbaik untuk masuk pasar.
4. Pilih Saham Defensif
Saat pasar turun, saham defensif cenderung lebih stabil. Saham-saham ini berasal dari perusahaan dengan pendapatan stabil meskipun kondisi ekonomi memburuk.
5. Amati Aliran Dana Asing (Foreign Flow)
Aliran dana asing menjadi indikator penting kepercayaan investor global terhadap ekonomi suatu negara. Jika dana asing terus masuk, pasar berpotensi rebound lebih cepat. Sebaliknya, jika dana asing keluar, tekanan terhadap pasar bisa semakin besar. (nba)
Load more