Jakarta, tvOnenews.com - Investor baru diklaim hadir untuk menjalankan operasional PT Sri Rejeki Isman (SRIL) atau Sritex. Operasional dilakukan dengan skema menyewa aset dari Sritex sekaligus merekrut para eks karyawan yang terkena PHK.
Menyambung itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Sukoharjo, Sumarno menyebut investor baru itu berencana untuk merekrut 5.000 eks karyawan Sritex.
Perekrutan kembali untuk 5.000 eks karyawan Sritex itu, kata Sumarno, adalah tahap pertama yang akan dilakukan investor baru. Nantinya, akan ada tahapan berikutnya dalam skema perekrutan eks karyawan Sritex.
"Tahap selanjutnya akan dilakukan perekrutan selanjutnya, mulai dari tenaga di spinning, wifing, finishing. Saya kira bisa mencakup semua departemen," kata Sumarno, dikutip dari antara Kamis (12/3/2025).
Ia menambahkan, nantinya operasional perusahaan akan di bawah wewenang investor dan kurator.
"Kami hanya pemangku wilayah. Ada investor yang ingin melakukan operasional, tapi itu tergantung antara kurator dengan calon investor," tambah dia lagi.
Lantas, siapakah sosok investor yang akan mengambil alih perusahaan tekstil yang pernah berjaya itu?
Mengapa sosoknya hingga kini belum diungkap ke publik?
Sumarno menjelaskan, terkait dengan calon investor yang akan mengambil alih Sritex masih belum bisa diungkapkan.
Ia mengatakan sampai saat ini pihak luar itu masih berstatus calon investor dan belum memiliki ikatan resmi.
"Belum memberikan secara tertulis ke kami, kami belum bisa menyampaikan. Hanya kulonuwun. Belum ada ikatan resmi," ujarnya.
Di saat yang sama, Sumarno juga mengatakan para karyawan eks Sritex bakal menerima tunjangan hari raya (THR).
Adapun THR untuk para pekerja eks Sritex sebelumnya menjadi polemik karena kabarnya akan dibayar ketika aset sudah terjual.
"Ini clear sejak awal, kami hanya menyaksikan. Insya Allah tetap dapat THR," ujar dia.
Namun, di tahap awal memang akan dilakukan penyesuaian aset terlebih dahulu.
"Paling tidak, setelah ini ada apraisal, baru setelah itu ditawarkan lelang," katanya lagi.
Sebelumnya Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengancam akan melakukan demo di tiga lokasi untuk menutut hak eks Karyawan Sritex.
Demo tersebut direncanakan dilangsungkan pada 20 Maret 2025 di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), kantor kurator Sritex, dan rumah bos perusahaan tekstil tersebut Iwan Lukminto. (ant/vsf)
Load more