Jakarta, tvOnenews.com - Bitcoin (BTC) bereaksi tajam setelah AS mengumumkan Indeks Harga Konsumen (IHK) atau CPI dalam istilah setempat.
AS mengumumkan angka IHK lebih tinggi dari perkiraan. Data inflasi AS, naik sebesar 0,5 persen pada Januari 2025. Padahal perkiraan inflasi ada di angka 0,3 persen.
Dengan begitu, harga Bitcoin jatuh lebih dalam dari sebelumnya yang diketahui telah anjlok karena ketegangan perdagangan, menyusul usulan Presiden AS Donald Trump soal kebijakan tarif impor yang masuk ke negara tersebut.
Menurut analis, setelah rilis data CPI, pasar akan memperkirakan akan ada lebis sedikit pemangkasan suku bunga dari The Fed, atau bahkan tidak sama sekali.
"Dengan tarif yang kemungkinan akan membuat inflasi inti PCE mendekati, atau di atas, 3 persen tahun ini, Fed akan tetap mempertahankannya setidaknya selama 12 bulan ke depan." tulis analis dari Capital Economies Paul Ashworh, dikutip dari newsbtc, Kamis (13/2/2025).
Meski anjlok, para trader menganalisis harga Bitcoin akan bangkit dalam segera.
Hanya saja, kenaikan harga Bitcoin tidak akan melambung.
Kenaikan berikutnya, Bitcoin bisa mengunjungi US$96 ribu dan akhirnya bisa saja berada di kisaran US$101 ribu untuk beberapa waktu ke depan. (vsf)
Load more