News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Piranti Alat Berat Digondol Maling, Proyek Normalisasi Sungai di Kulon Progo Terhambat

Aksi pencurian yang menyasar alat berat terjadi di Kulon Progo. Dua piranti alat berat proyek normalisasi sungai di Temon, Kabupaten Kulon Progo hilang dicuri.
Selasa, 23 Agustus 2022 - 22:11 WIB
Aparat kepolisian saat lakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Sumber :
  • Tim tvOne - Ari Wibowo

Kulon Progo, DIY - Aksi pencurian yang menyasar alat berat terjadi di Kulon Progo. Dua piranti alat berat proyek normalisasi sungai di Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) hilang digondol maling.Selain menimbulkan kerugian mencapai ratusan juta rupiah,  aktivitas pengerjaan normalisasi juga terhambat.

Kapolsek Temon, Kulon Progo, Kompol Riyono mengatakan raibnya piranti itu pertama kali diketahui pada Senin (22/8/2022). Berawal dari petugas excavator hendak mengoperasikan mesin tapi justru mendapati piranti sudah tidak terpasang di tempatnya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Terakhir digunakan ini adalah hari Sabtu. Kemudian, Senin mau kerja jam 7.30 mau digunakan ternyata di dalam excavator ini ada yang hilang. Yang hilang adalah CPU dengan monitor, untuk kerugian ini Rp60 juta setiap satu excavator sehingga jika ditotal kerugian mencapai Rp120 juta," ujar Riyono Selasa (23/8/2022). 

Riyono mengatakan hilangnya piranti ini membuat excavator tidak bisa digunakan. Akibatnya menghambat proyek normalisasi sungai untuk penanggulangan banjir setempat. Pihak pelaksana masih menunggu piranti baru untuk menggantikan piranti yang raib tersebut. 

"Jadi sementara ini terhenti, karena menunggu alatnya ini bisa diadakan lagi," ucapnya. 

Piranti yang hilang itu meliputi seperangkat CPU dan monitor yang terpasang di mesin excavator. Adapun ada dua excavator yang menjadi sasaran pencurian ini. Masing-masing terletak di sisi selatan sungai wilayah Kalurahan Glagah dan utara sungai wilayah Kalurahan Kalidengen ,Kecamatan Temon.

Kasus ini bukanlah yang pertama. Tahun lalu, tepatnya pada 2020 pernah terjadi kasus serupa dengan sasaran yang sama. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Untuk tahun ini baru kali ini kejadian. Namun tahun 2020 pernah ada kejadian dan sasarannya sama," ujar Riyono. 

Petugas dari tim Inafis Polres Kulon Progo kini telah dikerahkan untuk menyelidiki kasus ini. Pemeriksaan juga masih berlangsung. (Awo/Buz)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, mendorong penguatan regulasi agar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memiliki kewenangan lebih tegas dalam menangani konten hoaks di ruang digital.
Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kiper Cremonese yang juga penjaga gawang Timnas Indonesia Emil Audero menyampaikan pesan mengenai kondisinya setelah menjadi korban ledakan flare atau petasan -
Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 105 pelaku tawuran di wilayah hukumnya, dalam rangka Operasi Pekat Jaya 2026, yang dimulai sejak tanggal 28 Januari sampai dengan 11 Februari Tahun 2026.
Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT